Pengujian air adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan di sektor F&B maupun industri lainnya. Air yang digunakan dalam proses produksi memiliki peran vital, baik sebagai bahan baku, media pembersih, maupun penunjang operasional. Meski terlihat jernih, air bisa saja mengandung kontaminan berbahaya yang tidak tampak oleh mata. Untuk menjamin kualitas dan keamanannya, diperlukan pengujian laboratorium yang terstandarisasi dan terakreditasi. Dalam artikel ini, Prodia OHI akan membahas secara lengkap tahapan, standar, dan pentingnya pengujian air minum untuk dunia industri.
Daftar isi
Mengapa Pengujian Air Penting untuk Sektor F&B dan Industri?
Pengujian air minum sangat krusial bagi perusahaan di sektor F&B dan industri karena air menjadi salah satu elemen utama dalam proses produksi, baik sebagai bahan baku, pembersih, maupun pendukung operasional lainnya. Walaupun perusahaan sudah melakukan monitoring internal, uji laboratorium eksternal tetap dibutuhkan secara berkala minimal setahun sekali untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dan sesuai standar. Air yang terlihat jernih belum tentu aman, karena banyak kontaminan berbahaya yang tidak terlihat oleh mata.
Beberapa zat yang dapat mencemari air tanpa disadari antara lain bakteri patogen seperti E. coli dan coliform, logam berat seperti timbal dan arsenik, serta senyawa kimia berbahaya seperti nitrat, pestisida, dan residu detergen. Jika tidak terdeteksi lebih awal, kontaminasi ini bisa membahayakan kesehatan konsumen, merusak produk, bahkan berdampak buruk bagi reputasi perusahaan. Itulah mengapa pengujian air minum di laboratorium terakreditasi menjadi langkah penting untuk pencegahan dan pengendalian risiko.
Selain itu, pengujian air yang digunakan sebagai bahan baku industri, juga berkaitan erat dengan kepatuhan terhadap regulasi. Air sebagai bahan baku industri F&B wajib memiliki kualitas air minum yang sesuai standar regulasi pemerintah yaitu SNI atau Peraturan Menteri Kesehatan, karena produk akhirnya akan dikonsumsi langsung oleh masyarakat banyak. Hasil pengujian dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses audit, perizinan, dan pengawasan mutu. Dengan melakukan pengujian secara konsisten, perusahaan tidak hanya melindungi konsumennya, tetapi juga memperkuat citra brand sebagai bisnis yang bertanggung jawab, transparan, dan menjunjung tinggi kualitas.
Parameter Uji Air Minum yang Umum Diperiksa
Pengujian air minum dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas air memenuhi standar keamanan, baik untuk dikonsumsi langsung maupun digunakan dalam proses produksi. Berikut beberapa parameter uji kualitas air minum yang umum diperiksa di laboratorium:
- Uji Fisik
Parameter fisik mencakup warna, bau, rasa, kekeruhan, dan suhu. Tujuannya adalah untuk menilai penampakan dan keamanan air saat dikonsumsi. Air yang berbau, keruh atau berwarna (tidak jernih) sudah tentu telah tercemar oleh mikroba atau zat kimia lainnya. Karena itu uji fisik merupakan skrining paling awal untuk memastikan keamanan dan kualitas air. Uji Kimia Parameter kimia meliputi pH, kandungan zat besi (Fe), mangan (Mn), Total Dissolved Solids (TDS), nitrat, kesadahan, serta logam berat seperti timbal atau arsenik. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi keberadaan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang. - Uji Mikrobiologi
Uji mikrobiologi biasanya mencakup pemeriksaan terhadap bakteri patogen seperti E. coli dan total koliform untuk melihat higienitas dan kemananan dari sisi mikrobiologi secara umum. Hasil dari pengujian ini berfungsi untuk menilai potensi air sebagai penyebab penyakit akibat kontaminasi mikroorganisme (water borne disease).
Ciri-Ciri Laboratorium Air Minum yang Terpercaya
Memilih laboratorium yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil pengujian air minum Anda valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa ciri-ciri laboratorium air minum yang terpercaya:
- Menggunakan Metode Standar Nasional
Pastikan laboratorium menggunakan metode pengujian yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) atau peraturan dari Kementerian Kesehatan. Hal ini penting agar hasil uji sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara hukum di Indonesia. - Terakreditasi KAN
Laboratorium yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) menandakan bahwa mereka memenuhi standar internasional dalam sistem manajemen mutu dan teknis pengujian. Akreditasi ini menjamin bahwa hasil uji yang dikeluarkan telah melalui proses yang andal dan dapat dipercaya. - Laporan Hasil yang Valid
Hasil pengujian dari laboratorium terpercaya umumnya sah digunakan untuk berbagai keperluan resmi. Termasuk pengajuan izin BPOM, syarat depot air minum isi ulang, audit lingkungan, hingga legalitas AMDK (air minum dalam kemasan). - Petugas Profesional dan Berpengalaman
Laboratorium yang baik memiliki tenaga analis bersertifikat yang kompeten dalam melakukan pengujian. Pengalaman dan keahlian mereka membantu memastikan proses analisis berjalan akurat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. - Melayani Pengambilan Sampel On-Site
Laboratorium profesional biasanya menyediakan layanan teknisi lapangan yang dapat mengambil sampel langsung ke lokasi. Proses pengambilan ini dilakukan sesuai prosedur baku dengan menggunakan wadah/ botol steril untuk menampung sampel air, agar hasil tetap representatif dan valid serta mengurangi bias atau kontaminasi dari tempat penampungan sampel atau benda lain.
Kapan Anda Perlu Melakukan Pengujian Air Minum?
Melakukan pengujian air minum secara rutin sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan air yang digunakan. Berikut beberapa waktu atau kondisi di mana pengujian air minum perlu dilakukan:
- Sebelum Memulai Operasional Usaha
Jika Anda baru membuka usaha di bidang F&B atau industri, penting untuk memastikan bahwa sumber air yang digunakan sudah memenuhi standar kesehatan. Hal ini juga sering menjadi syarat dalam pengurusan izin usaha atau sertifikasi. - Setidaknya Sekali dalam Setahun
Meskipun sudah melakukan monitoring internal, uji laboratorium eksternal tetap perlu dilakukan minimal satu tahun sekali. Ini untuk memastikan tidak ada perubahan kualitas air yang mungkin tidak terdeteksi secara kasat mata, serta memverifikasi hasil pengujian internal jika sudah terdapat proses uji yang dilakukan secara internal perusahaan. - Saat Terjadi Perubahan Sumber Air
Jika perusahaan mengganti sumber air misalnya dari PDAM ke sumur bor maka pengujian wajib dilakukan ulang. Ini karena setiap sumber air memiliki potensi kontaminasi yang berbeda-beda. - Ketika Terjadi Perubahan Rasa, Warna, atau Bau Air
Perubahan fisik seperti rasa yang aneh, warna keruh, atau bau menyengat bisa menjadi tanda adanya kontaminan. Sebaiknya segera lakukan pengujian sebelum air digunakan lebih lanjut. - Setelah Perbaikan atau Perawatan Instalasi
Setiap kali dilakukan perbaikan pada jaringan perpipaan atau instalasi pengolahan air, lakukan pengujian ulang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada cemaran yang masuk selama proses perbaikan. - Sebagai Persyaratan Sertifikasi dan Audit
Pengujian air sering kali menjadi bagian dari audit ISO, BPOM, atau sertifikasi halal. Dengan hasil uji yang valid, Anda dapat membuktikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
Proses Pengujian Air Minum: Tahapan Lengkap
Proses pengujian air minum melibatkan beberapa tahapan penting untuk memastikan hasil yang akurat dan sesuai standar. Berikut beberapa langkah umum yang biasanya dilakukan dalam pengujian air minum:
- Konsultasi & Permintaan Layanan
Langkah awal dimulai dengan Anda menyampaikan kebutuhan uji dan jenis sumber air yang akan diperiksa, seperti air sumur, PDAM, atau air baku industri. Pada tahap ini, pihak laboratorium juga akan memberikan arahan mengenai parameter uji yang sesuai. - Pengambilan Sampel Air
Petugas laboratorium akan datang ke lokasi untuk mengambil sampel air sesuai prosedur standar. Ini penting untuk memastikan sampel yang diuji merepresentasikan kondisi air di lapangan secara akurat. - Penyimpanan dan Pengiriman ke Laboratorium
Sampel air yang telah diambil disimpan dalam wadah steril dan disimpan pada suhu tertentu sesuai jenis uji yang akan dilakukan. Pengiriman ke laboratorium dilakukan secepat mungkin untuk menjaga kestabilan dan validitas sampel. - Pengujian di Laboratorium Terakreditasi
Sampel akan dianalisis di laboratorium yang telah terakreditasi. Pengujian dilakukan sesuai metode standar yang berlaku tergantung tujuan pengujian dilakukan, misalnya untuk pengajuan BPOM sebagai Air Minum Dalam Kemasan atau untuk bahan baku produksi. - Pelaporan Hasil dan Interpretasi
Hasil pengujian akan dikirim dalam bentuk laporan resmi yang mencakup angka hasil uji dan standar acuan sesuai aturan yang berlaku. Beberapa laboratorium juga menyediakan konsultasi untuk membantu memahami makna dari hasil tersebut.
Kesimpulan
Pengujian air minum bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga tentang menjaga kualitas produk, keselamatan konsumen, dan keberlangsungan bisnis Anda. Dengan melakukan pengujian secara berkala di laboratorium yang terpercaya, perusahaan dapat mengantisipasi risiko sejak dini, memenuhi syarat audit dan sertifikasi, serta membangun kepercayaan dari pelanggan. Terlebih di sektor F&B dan industri, kualitas air adalah fondasi dari kualitas produk akhir.
Percayakan pengujian air minum perusahaan Anda pada Prodia OHI, mitra terpercaya yang telah berpengalaman menangani kebutuhan laboratorium industri berskala nasional agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Prodia Food Health Laboratory melalui (0361) 4491 897 atau WhatsApp untuk informasi lebih lanjut tentang layanan kami.

