Computer Vision Syndrome adalah kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan yang muncul akibat terlalu lama menatap layar digital, seperti komputer, laptop, atau ponsel, yang kini menjadi bagian dari rutinitas kerja sehari-hari. Meskipun umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, Computer Vision Syndrome yang dibiarkan berlarut-larut dapat menurunkan kualitas hidup dan kenyamanan saat bekerja. Dalam artikel ini, Prodia OHI akan membahas apa itu Computer Vision Syndrome, penyebabnya, serta cara mengatasinya agar kesehatan mata Anda tetap terjaga.
Daftar isi
Apa Itu Computer Vision Syndrome?
Computer Vision Syndrome (CVS) atau digital eye strain adalah kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan yang muncul setelah terlalu lama menatap layar digital, seperti komputer, laptop, tablet, atau ponsel. Kondisi ini terjadi karena mata dipaksa fokus terus-menerus pada jarak yang sama, dengan cahaya layar dan kontras yang tidak selalu ideal. Akibatnya, otot-otot mata bekerja ekstra tanpa cukup waktu untuk beristirahat.
Gejala Computer Vision Syndrome bisa berupa mata lelah, kering, perih, berair, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, sakit kepala, hingga nyeri di leher dan bahu karena posisi duduk yang tidak ergonomis. Pada banyak orang, keluhan ini biasanya mereda setelah mengistirahatkan mata atau mengurangi paparan layar. Namun, pada sebagian kasus, gejala yang terus berulang dapat mengganggu aktivitas harian dan bisa saja menandakan adanya masalah kesehatan mata lain yang perlu diperiksakan.
Secara global, sindrom ini diperkirakan dialami puluhan juta orang dan menjadi salah satu keluhan tersering di era kerja digital. Meskipun umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, Computer Vision Syndrome dapat menurunkan kenyamanan, fokus, dan produktivitas kerja, sehingga penting untuk dikenali dan dikelola dengan tepat.
Penyebab dan Faktor Risiko
Secara sederhana, Computer Vision Syndrome pada pekerja terjadi karena mata dipaksa fokus ke layar dalam waktu lama tanpa cukup istirahat, ditambah beban kerja yang menuntut produktivitas tinggi. Beberapa faktor di tempat kerja yang dapat memperberat keluhan antara lain:
Durasi dan Pola Penggunaan Layar
Pekerja yang menatap komputer lebih dari 2–4 jam terus-menerus setiap hari berisiko mengalami kelelahan mata lebih cepat. Apalagi jika pekerjaan mengharuskan Anda terus berpindah fokus antara beberapa layar, dokumen, dan perangkat digital sekaligus.
Penurunan Frekuensi Berkedip Saat Bekerja
Saat serius mengerjakan tugas di depan layar, frekuensi berkedip Anda dapat menurun tanpa disadari. Hal ini membuat permukaan mata lebih cepat kering sehingga muncul keluhan seperti perih, kering, atau terasa mengganjal.
Pencahayaan dan Glare di Ruang Kerja
Layar yang terlalu terang atau terlalu redup dibanding pencahayaan ruangan membuat mata harus terus menyesuaikan kontras. Silau dari jendela, lampu kantor, atau pantulan di layar juga dapat menambah beban kerja mata dan memicu keluhan cepat lelah.
Workstation yang Tidak Ergonomis
Jarak layar yang terlalu dekat atau posisi layar yang terlalu tinggi/rendah membuat mata dan leher bekerja lebih keras untuk menyesuaikan fokus. Kursi dan meja yang tidak sesuai postur tubuh dapat menimbulkan tegang di leher, bahu, dan punggung yang sering disertai sakit kepala.
Gangguan Penglihatan yang Tidak Terkoreksi pada Pekerja
Pekerja dengan rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, atau presbiopi yang tidak dikoreksi dengan kacamata yang tepat akan lebih cepat mengalami keluhan saat menatap layar. Mata harus bekerja ekstra untuk melihat jelas, sehingga mudah timbul pandangan buram, mata pegal, dan cepat lelah.
Faktor Individu dan Kondisi Lingkungan Kerja
Pekerja yang menggunakan lensa kontak, memiliki riwayat dry eye, atau bekerja di ruangan ber-AC dengan kelembapan rendah lebih berisiko mengalami gejala Computer Vision Syndrome. Target kerja yang tinggi dan tuntutan screen time sepanjang jam kerja juga dapat memperberat keluhan bila tidak diimbangi dengan jeda istirahat yang cukup.
Cara Mengatasi Computer Vision Syndrome
Mengatasi Computer Vision Syndrome tidak cukup hanya dengan mengurangi waktu depan layar tanpa arah yang jelas. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi keluhan dan melindungi kesehatan mata saat bekerja dengan komputer.
Terapkan Aturan 20-20-20 dan Istirahat Teratur
Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar dan lihat objek jauh sekitar 20 detik agar otot mata dapat beristirahat. Kebiasaan ini membantu mengurangi tegang mata akibat fokus jarak dekat yang terus-menerus. Selain itu, usahakan ada jeda istirahat sekitar 15 menit setelah kurang lebih dua jam bekerja di depan komputer.
Atur Posisi dan Pengaturan Layar
Posisikan layar berjarak kurang lebih sepanjang lengan (50–70 cm) dengan bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang mata. Pengaturan ini membantu leher dan mata tetap nyaman saat bekerja. Sesuaikan ukuran huruf, kecerahan, dan kontras layar agar Anda tidak perlu menyipitkan mata atau mendekat ke monitor.
Perbaiki Pencahayaan dan Kurangi Silau (Glare)
Pastikan pencahayaan ruangan cukup, tetapi tidak langsung mengenai mata atau layar. Atur posisi meja dan monitor agar tidak berhadapan langsung dengan jendela atau lampu yang sangat terang. Jika silau sulit dihindari, Anda dapat menggunakan tirai atau filter anti-glare pada layar.
Jaga Kelembapan Mata dan Ruangan
Saat fokus bekerja, frekuensi berkedip biasanya menurun sehingga mata lebih cepat kering. Ingatkan diri Anda untuk lebih sering berkedip agar permukaan mata tetap lembap dan nyaman. Bila perlu, gunakan tetes mata pelumas dan atur AC atau gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan.
Pastikan Postur dan Posisi Duduk Ergonomis
Gunakan kursi yang menopang punggung dengan baik, dengan tinggi yang diatur sehingga kaki dapat menapak rata di lantai. Punggung sebaiknya tersandar nyaman dan bahu tetap rileks saat mengetik. Atur posisi keyboard dan mouse agar lengan dan pergelangan tangan tidak terlalu menekuk dan tidak terus-menerus tegang.
Periksa Mata Secara Berkala
Pemeriksaan mata rutin penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan yang dapat memperberat Computer Vision Syndrome. Dokter mata atau optometris dapat menentukan apakah Anda memerlukan kacamata khusus untuk komputer. Dengan koreksi yang tepat, mata tidak perlu bekerja terlalu keras untuk melihat jelas saat menggunakan layar.
Segera Konsultasi Bila Keluhan Menetap
Jika penglihatan tetap buram, sering sakit kepala, atau mata sangat tidak nyaman meski sudah beristirahat dari layar, jangan tunda untuk berkonsultasi. Keluhan yang terus berulang dapat menandakan masalah lain pada mata yang perlu ditangani. Pemeriksaan dini membantu mencegah kondisi yang lebih serius dan menjaga Anda tetap produktif.
Kesimpulan
Dengan memahami Computer Vision Syndrome beserta faktor risiko dan langkah pencegahannya, Anda dapat lebih bijak mengatur pola kerja di depan layar dan tidak lagi menganggap keluhan mata sebagai hal yang wajar dalam pekerjaan. Penyesuaian sederhana seperti mengatur posisi layar, memberi jeda istirahat bagi mata, memperbaiki pencahayaan, dan memeriksa mata secara berkala dapat membawa dampak besar bagi kenyamanan dan kesehatan visual Anda. Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata bukan hanya soal mengurangi rasa tidak nyaman sesaat, tetapi juga tentang melindungi kapasitas Anda untuk tetap produktif dan bertahan di lingkungan kerja digital jangka panjang.
Jika Anda merasa mulai sering mengalami gejala Computer Vision Syndrome, seperti mata cepat lelah, sulit fokus, atau sakit kepala setelah bekerja di depan layar, ini saatnya mengambil langkah nyata. Pertimbangkan untuk mengombinasikan perbaikan kebiasaan kerja dengan pemeriksaan kesehatan rutin bersama tenaga profesional agar keluhan dapat dinilai dan ditangani lebih tepat. Perbaiki kebiasaan penggunaan perangkat digital Anda agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (021) 579 573 51/53 (Prodia OHC Jakarta) dan (021) 898 405 84/86 (Prodia OHC Cikarang) atau melalui WA OHC Jakarta dan WA OHC Jababeka.


