Liburan sehat bukan hanya soal menahan diri dari makanan enak saat kumpul keluarga, tetapi tentang menjaga tubuh tetap bugar meski jadwal padat, jam tidur berubah, dan aktivitas perjalanan meningkat. Dengan persiapan yang tepat sebelum berangkat, kebiasaan sehat selama liburan, serta kewaspadaan terhadap gejala yang muncul selama liburan, Anda bisa mengurangi risiko sakit dan menjaga kualitas liburan tetap menyenangkan. Dalam artikel ini, Prodia OHI akan membahas persiapan kesehatan sebelum liburan, langkah-langkah sederhana untuk tetap sehat selama liburan, serta pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan sebelum dan setelah liburan agar Anda dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Daftar isi
- Apa Saja Risiko Kesehatan Saat Liburan
- Persiapan Kesehatan Sebelum Liburan
- Cari Informasi Risiko Kesehatan Sejak Awal
- Pahami Aturan Lokal, Termasuk Hukum dan Kebiasaan Setempat
- Konsultasi ke Klinik Perjalanan Beberapa Minggu Sebelum Berangkat
- Perhatikan Kebutuhan Khusus Jika Anda Termasuk Kelompok Rentan
- Siapkan Asuransi Perjalanan yang Komprehensif
- Bawa Obat dan Perbekalan Medis Secukupnya
- Pastikan Perlengkapan Kebersihan Pribadi Aman dan Cukup
- Tips Liburan Sehat
- Penuhi Kebutuhan Tidur
- Hindari Mengemudi Saat Mengantuk
- Tetap Aktif Bergerak
- Berhenti Merokok dan Hindari Asap Rokok
- Pilih Makanan yang Lebih Seimbang
- Kenali Riwayat Kesehatan Keluarga
- Bijak Memilih Minuman
- Biasakan Cuci Tangan dengan Benar
- Siapkan Dokumen Kesehatan dan Obat dengan Aman
- Tetap Konsumsi Obat Rutin dan Waspada Risiko Perjalanan
- Pemeriksaan Kesehatan yang Direkomendasikan Setelah Liburan
- Kesimpulan
Apa Saja Risiko Kesehatan Saat Liburan
Liburan memang momen untuk melepas penat, tapi perjalanan juga bisa membawa risiko kesehatan yang sering tidak Anda sadari. Bahkan, CDC menunjukkan sekitar 43–79% wisatawan yang berkunjung ke negara berpendapatan rendah dan menengah (LMICs) mengalami sakit selama perjalanan atau setelah pulang. Umumnya keluhannya ringan, tetapi pada sebagian orang bisa cukup mengganggu sampai perlu mencari bantuan tenaga kesehatan profesional. Sebagian besar infeksi pasca-perjalanan memang biasanya muncul segera setelah kembali, tetapi masa inkubasi setiap penyakit berbeda. Artinya, beberapa gejala bisa baru terasa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah perjalanan.
Risiko kesehatan selama liburan pun sangat beragam dan biasanya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pribadi, jenis perjalanan yang dijalani, serta tujuan yang dituju. Ada yang berasal dari perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem, pajanan polusi udara, hingga aspek keselamatan dan keamanan. Akses terhadap layanan kesehatan, ketersediaan obat atau produk kesehatan, serta pajanan penyakit menular juga dapat menjadi faktor penting. Di sisi lain, hal yang sering Anda anggap sepele seperti kualitas makanan dan air, standar kebersihan, sanitasi, dan higienitas lingkungan juga berperan besar. Untuk beberapa destinasi, ketersediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta peraturan dan kebiasaan lokal, turut memengaruhi kenyamanan dan keamanan perjalanan.
Selain itu, travelling, terutama perjalanan internasional, bisa menjadi pengalaman yang menuntut secara fisik dan mental. Saat jauh dari keluarga dan rutinitas, banyak orang perlu menyesuaikan diri dengan budaya, bahasa, dan ritme aktivitas yang berbeda. Jika tingkat stres tinggi tidak Anda kelola, dampaknya bisa terasa pada kondisi fisik, sosial, maupun psikologis. Perubahan ritme sirkadian seperti jet lag dan kurang tidur juga tidak boleh Anda remehkan karena dapat memicu masalah kesehatan tertentu, misalnya memicu kejang pada orang dengan epilepsi, memperberat serangan migrain, atau menimbulkan perubahan perilaku pada orang dengan demensia.
Persiapan Kesehatan Sebelum Liburan
Liburan akan terasa lebih menyenangkan kalau Anda berangkat dengan kondisi siap, termasuk dari sisi kesehatan. Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa mengurangi risiko sakit selama perjalanan maupun setelah kembali. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan sejak sebelum liburan agar liburan Anda tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu rencana perjalanan.
Cari Informasi Risiko Kesehatan Sejak Awal
Sebelum menentukan itinerary, luangkan waktu untuk mencari tahu potensi risiko kesehatan di destinasi Anda, seperti penyakit yang sedang meningkat, kondisi lingkungan, atau kualitas sanitasi. Semakin awal Anda mengumpulkan informasi, semakin mudah Anda menyiapkan langkah pencegahan yang sesuai.
Pahami Aturan Lokal, Termasuk Hukum dan Kebiasaan Setempat
Setiap negara atau daerah bisa memiliki aturan yang berbeda, termasuk terkait penggunaan zat tertentu dan norma sosial tertentu. Memahami hal ini sejak awal membantu Anda menghindari masalah hukum sekaligus membuat perjalanan lebih aman dan nyaman.
Konsultasi ke Klinik Perjalanan Beberapa Minggu Sebelum Berangkat
Idealnya, Anda berkunjung ke travel clinic sekitar 4–8 minggu sebelum keberangkatan untuk mendapatkan vaksinasi, obat pencegahan (misalnya malaria), dan saran kesehatan sesuai tujuan perjalanan. Jika waktu Anda mepet, konsultasi tetap bermanfaat karena dokter bisa memberi rekomendasi yang masih relevan menjelang keberangkatan.
Perhatikan Kebutuhan Khusus Jika Anda Termasuk Kelompok Rentan
Ada pertimbangan tambahan untuk beberapa kelompok, seperti bayi dan anak kecil, ibu hamil atau menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jika Anda memiliki kondisi fisik maupun mental, termasuk gangguan neurologis atau perlu mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya rencanakan kebutuhan medis Anda lebih detail sebelum berangkat.
Siapkan Asuransi Perjalanan yang Komprehensif
Anda disarankan memiliki travel insurance yang menyeluruh sebagai perlindungan rutin saat bepergian. Pastikan Anda juga menginformasikan kondisi kesehatan sesuai kenyataan agar perlindungan Anda tetap berlaku sesuai ketentuan.
Bawa Obat dan Perbekalan Medis Secukupnya
Pastikan Anda membawa obat yang diresepkan dokter dan perlengkapan medis yang cukup selama perjalanan, termasuk cadangan jika terjadi keterlambatan atau perubahan rencana. Simpan obat di tempat yang mudah dijangkau dan, bila perlu, bawa juga salinan resep untuk antisipasi di perjalanan.
Pastikan Perlengkapan Kebersihan Pribadi Aman dan Cukup
Bawa perlengkapan kebersihan (toiletries) dalam jumlah yang memadai untuk sepanjang perjalanan, kecuali Anda benar-benar yakin ketersediaannya di destinasi tujuan. Langkah ini membantu Anda menjaga kebersihan dan mengurangi risiko iritasi atau infeksi akibat produk yang tidak cocok.
Tips Liburan Sehat
Di tengah kesibukan dan berbagai agenda selama musim liburan, Anda tetap bisa menjaga tubuh agar tidak mudah drop. Dengan menerapkan beberapa tips sederhana berikut, Anda dapat membantu mencegah risiko penyakit kronis sekaligus menjaga stamina tetap stabil sepanjang perjalanan.
Penuhi Kebutuhan Tidur
Usahakan Anda tidur minimal 7 jam setiap malam agar daya tahan tubuh dan fokus tetap terjaga. Jika Anda sering mendengkur atau merasa sangat mengantuk di siang hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena bisa menjadi tanda gangguan tidur.
Hindari Mengemudi Saat Mengantuk
Mengantuk saat berkendara meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat perjalanan jauh atau jadwal liburan padat. Jika rute panjang, pertimbangkan bergantian mengemudi, beristirahat di tengah perjalanan, atau membagi perjalanan menjadi beberapa segmen.
Tetap Aktif Bergerak
Saat berkumpul, Anda bisa mengajak keluarga atau teman untuk jalan santai atau hiking ringan agar tubuh tidak terlalu lama pasif. Sebagai panduan, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, ditambah latihan penguatan otot setidaknya 2 hari per minggu.
Berhenti Merokok dan Hindari Asap Rokok
Liburan bisa menjadi momen yang tepat untuk mulai mengurangi atau berhenti merokok demi kesehatan jangka panjang. Anda juga sebaiknya menjaga rumah dan kendaraan bebas asap rokok untuk melindungi keluarga dari pajanan asap rokok orang lain.
Pilih Makanan yang Lebih Seimbang
Saat pilihan makanan meningkat, Anda bisa tetap bijak dengan lebih sering memilih buah dan sayur dibanding camilan tinggi gula atau tinggi garam. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati makanan liburan tanpa membuat tubuh mudah lelah.
Kenali Riwayat Kesehatan Keluarga
Gunakan momen berkumpul untuk mendapatkan informasi terkait riwayat kesehatan keluarga, misalnya hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung. Informasi ini membantu Anda memahami risiko pribadi dan memudahkan dokter memberikan saran pencegahan yang lebih tepat. Selain itu, Anda bisa memilih makanan atau itinerary yang sesuai dengan kondisi kesehatan keluarga lainnya, untuk meminimalkan risiko kesehatan.
Bijak Memilih Minuman
Ganti minuman manis atau beralkohol dengan air putih untuk membantu mengurangi asupan kalori dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Pilihan ini juga membantu Anda tetap aman dan fokus, terutama bila harus beraktivitas padat atau berkendara.
Biasakan Cuci Tangan dengan Benar
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik untuk menurunkan risiko penularan penyakit, terutama saat berada di tempat ramai. Kebiasaan ini sederhana, tetapi sangat efektif untuk menjaga kesehatan selama liburan.
Siapkan Dokumen Kesehatan dan Obat dengan Aman
Selalu bawa dokumen kesehatan penting seperti bukti asuransi, catatan vaksin, atau dokumen pencegahan malaria bila diperlukan. Jika Anda membawa obat tertentu yang di beberapa negara bisa dibatasi, siapkan surat dokter yang menjelaskan kebutuhan medis Anda dan pastikan siap ditunjukkan jika diminta petugas.
Tetap Konsumsi Obat Rutin dan Waspada Risiko Perjalanan
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, tetap konsumsi obat sesuai anjuran dan bawa stok yang cukup termasuk cadangan untuk antisipasi perubahan rencana. Selain itu, tetap waspada soal keselamatan di jalan, keamanan makanan dan air, serta perlindungan dari cuaca ekstrem seperti panas berlebih agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi atau kelelahan.
Pemeriksaan Kesehatan yang Direkomendasikan Setelah Liburan
Setelah liburan, pemeriksaan yang paling relevan umumnya bergantung pada keluhan yang muncul dan potensi pajanan selama perjalanan. Segera mencari pertolongan medis setelah pulang bila Anda sakit meski tanpa gejala serius atau kondisi kesehatan sebelumnya memburuk.
Konsultasi Dokter dan Evaluasi Riwayat Perjalanan
Langkah pertama biasanya konsultasi untuk menilai gejala, durasi keluhan, aktivitas perjalanan, dan lokasi yang Anda kunjungi karena hal ini sangat memengaruhi arah pemeriksaannya. Saat berkonsultasi, sampaikan juga riwayat vaksin dan pencegahan yang Anda lakukan sebelum berangkat agar penilaian tenaga kesehatan lebih akurat.
Medical Check Up
Medical check-up (MCU) membantu memberikan gambaran umum kondisi tubuh setelah perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas selama liburan. Biasanya MCU menggabungkan evaluasi dokter dengan pemeriksaan laboratorium dasar dan pemeriksaan lainnya sesuai keluhan bila diperlukan.
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah dasar dapat membantu menilai tanda infeksi/peradangan dan kondisi umum tubuh ketika Anda merasa tidak enak badan setelah perjalanan. Keluhan seperti demam setelah perjalanan termasuk yang sering dirasakan bagi banyak orang, sehingga tes darah kerap jadi pemeriksaan awal yang relevan.
Pemeriksaan Saluran Cerna untuk Diare Menetap atau Muntah
Bila Anda mengalami diare yang tidak membaik, muntah, atau keluhan perut yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan lanjutan dapat diarahkan untuk menilai kemungkinan infeksi dan dampaknya pada hidrasi tubuh. Dokter bisa merekomendasikan beberapa pemeriksaan sesuai kebutuhan Anda.
Pemeriksaan Penunjang Sesuai Keluhan
Bila dibutuhkan, pemeriksaan penunjang seperti EKG, rontgen, spirometri, atau USG dapat dipilih sesuai keluhan dan hasil evaluasi awal. Pemeriksaan penunjang ini biasanya dilakukan bila dokter menilai ada indikasi klinis yang perlu ditindaklanjuti.
Kesimpulan
Setelah memahami risiko kesehatan saat liburan, Anda bisa memahami bahwa kunci utama menjaga tubuh tetap fit adalah konsistensi pada kebiasaan dasar seperti tidur cukup, tetap aktif, memilih asupan lebih seimbang, menjaga kebersihan, serta menyiapkan dokumen dan obat-obatan dengan aman. Jika setelah pulang Anda mengalami keluhan seperti demam, gangguan pencernaan yang menetap, atau kondisi tertentu terasa memburuk, langkah terbaik adalah tidak menunda pemeriksaan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat.
Jika Anda ingin memastikan kondisi tubuh tetap aman setelah perjalanan, Anda dapat mempertimbangkan pemeriksaan sebelum dan setelah (pra dan pasca) liburan seperti medical check up, pemeriksaan darah, atau skrining lain sesuai keluhan Anda. Untuk kebutuhan pemeriksaan sebelum dan setelah (pra dan pasca) liburan, Anda bisa melakukan pemeriksaan di Prodia OHI agar evaluasinya lebih terarah dan Anda mendapatkan rekomendasi tindak lanjut yang sesuai kondisi. Pantau kondisi tubuh sebelum dan setelah (pra dan pasca) liburan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (021) 579 573 51/53 (Prodia OHC Jakarta) dan (021) 898 405 84/86 (Prodia OHC Cikarang) atau melalui WA OHC Jakarta dan WA OHC Jababeka.


