Bagaimana Menyimpan Bahan Pangan yang Benar dan Aman?

Penyimpanan yang benar merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan bahan pangan

Penyimpanan yang benar merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan bahan pangan. Dengan cara yang tepat, kita dapat mencegah kerusakan bahan pangan dan menjaga kualitasnya agar tetap baik untuk dikonsumsi sehingga memberikan nutrisi optimal bagi tubuh kita. Pahami selengkapnya melalui artikel berikut.

Pastikan Kualitas Bahan Pangan Baik Sebelum Disimpan

Kualitas bahan pangan yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga kesegaran dan keamanan bahan pangan. Bahan pangan yang berkualitas baik memiliki tampilan, aroma, dan tekstur yang segar. Pastikan untuk memeriksa kesegaran dan kualitas bahan pangan sebelum disimpan. Pisahkan bahan pangan dengan kualitas kurang baik agar tidak mengontaminasi bahan pangan yang lain.  Berikut beberapa  perlu diperhatikan saat memilah bahan makanan.

  • Bentuk & Tampilan

Bentuk & tampilan bahan pangan dapat memberikan petunjuk awal tentang kualitasnya. Bahan pangan yang segar umumnya memiliki warna cerah dan tampil menarik. Misalnya, sayuran segar harus memiliki warna yang cerah dan terlihat segar, sedangkan daging segar memiliki warna merah muda atau merah terang. Jika bahan pangan sudah memiliki tanda-tanda perubahan warna yang signifikan, pembusukan, bau tidak sedap, atau tampilan yang tidak segar, sebaiknya tidak dikonsumsi apalagi disimpan dalam waktu yang lama.

  • Aroma

Aroma bahan pangan juga merupakan indikator penting untuk mengevaluasi kualitasnya. Bahan pangan yang segar umumnya memiliki aroma khas yang menyenangkan. Misalnya, buah-buahan segar akan memiliki aroma yang manis dan segar, sedangkan ikan yang segar akan memiliki aroma laut yang khas. Hindari mengonsumsi atau menyimpan bahan pangan yang memiliki bau yang tidak sedap, contohnya bau busuk (pada produk hewani) atau tengik (produk yang mengandung minyak/lemak).

  • Tekstur

Tekstur bahan pangan juga dapat menjadi petunjuk tentang kualitasnya. Bahan pangan yang segar umumnya memiliki tekstur yang kenyal, renyah, atau lembut sesuai dengan jenisnya. Misalnya, sayuran segar umumnya memiliki tekstur yang renyah, sedangkan ikan segar seharusnya tidak lembek. Jika ada bahan pangan yang memiliki tekstur yang aneh, seperti lembek, berlendir, atau keras secara tidak wajar, sebaiknya hindari mengonsumsi terlebih menyimpan lebih lama.

  • Kemasan dan Label
Baca Juga:  Mengenal Bahaya Yeast dan Mold, Mikroorganisme yang Berbahaya Bagi Makanan Anda

Penting untuk membaca dan memeriksa kemasan serta label pada bahan pangan yang kita beli, termasuk tanggal kedaluwarsa, tanggal produksi, dan informasi lain yang tertera pada kemasan. Pastikan produk yang disimpan masih dalam rentang tanggal kedaluwarsa yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Hal ini juga penting dalam mengatur penggunaan bahan pangan. Pastikan Anda menggunakan terlebih dahulu bahan pangan dengan tanggal kedaluwarsa atau masa simpan yang lebih sebentar, atau biasa disebut FEFO (First Expire First Out). Hal ini untuk memastikan bahan pangan yang disimpan lebih aman. Untuk bahan segar, Anda bisa menggunakan metode FIFO (First In First Out), yaitu bahan pangan yang lebih awal disimpan, digunakan lebih dahulu. Anda juga bisa menambahkan label tanggal pembelian untuk memudahkan penyimpanan. 

Pemeriksaan kualitas bahan pangan harus diperhatikan agar makanan yang disimpan aman, saat dikonsumsi masih dalam kondisi baik serta tidak menyebabkan keracunan makanan.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Bahan Pangan

Beberapa faktor berikut perlu diperhatikan selama penyimpanan karena dapat memengaruhi kualitas bahan pangan:

  • Suhu

Suhu memainkan peran penting dalam memengaruhi kualitas bahan pangan. Suhu yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan bahan pangan. Bahan pangan yang mudah membusuk disarankan untuk disimpan pada suhu yang rendah, seperti dalam lemari es (dibawah 4℃) atau freezer (dibawah -18℃) untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang merusak. Suhu dingin juga dapat membantu mencegah kerusakan karena aktivitas enzim dalam bahan pangan menjadi lebih lambat. 

  • Kelembaban

Kelembaban juga memengaruhi kualitas bahan pangan. Kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lainnya. Bahan pangan sebaiknya disimpan dalam kondisi kering atau dengan kelembaban yang sesuai. Bahan pangan yang basah atau lembap harus dihindari karena dapat menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

  • Cahaya

Cahaya juga dapat mempengaruhi kualitas bahan pangan. Agar terlindung dari paparan langsung sinar matahari, bahan pangan disarankan untuk disimpan di tempat yang terlindung dari cahaya terang. Paparan cahaya dapat menyebabkan perubahan warna, penurunan nutrisi, pembusukan bahkan pembentukan zat racun alami pada beberapa jenis bahan pangan. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan bahan pangan dalam wadah yang kedap cahaya.

  • Udara
Baca Juga:  Amankah Makan Roti Sedikit Berjamur?

Udara juga dapat memengaruhi kualitas bahan pangan. Kontak dengan udara dapat menyebabkan oksidasi, yang dapat menyebabkan perubahan warna, rasa, dan tekstur pada bahan pangan. Penyimpanan pada wadah yang rapat atau menggunakan metode pengemasan kedap udara berguna untuk menjaga kualitas bahan pangan tetap baik.

Tips Penyimpanan Bahan Pangan yang Benar

Berikut beberapa tips dalam menyimpn bahan pangan agar kualitasnya tetap terjaga.

Penyimpanan Bahan Pangan Secara Umum

  • Segera dinginkan atau bekukan makanan yang mudah rusak. Makanan yang mudah rusak dan disimpan dalam suhu dingin harus dimasukkan ke dalam lemari es sesegera mungkin setelah Anda sampai di rumah. Jangan meninggalkan bahan pangan yang mudah rusak seperti daging, unggas, makanan laut, telur, sayuran atau produk susu pada suhu ruang lebih dari dua jam. Hal ini juga berlaku untuk makanan yang dibawa pulang (takeaway) atau sisa makanan yang belum habis.
  • Jaga ruang penyimpanan Anda pada suhu yang tepat. Jaga suhu lemari es pada atau di bawah 40° F (4° C) dan suhu freezer pada 0° F (-18° C). Cek suhu secara berkala untuk memastikan bahan pangan terjaga.
  • Periksa petunjuk penyimpanan pada label. Beberapa makanan lain selain daging, sayuran, dan produk susu juga perlu disimpan dalam keadaan dingin, jadi pastikan Anda membaca label produk dan instruksi penyimpanan.
  • Habiskan makanan siap saji sesegera mungkin. Makanan siap saji yang didinginkan (frozen ready to eat meal) harus dihabiskan sesegera mungkin. Semakin lama disimpan di lemari es, semakin besar kemungkinan Listeria atau bakteri penyebab penyakit bawaan makanan lainnya tumbuh dan berkembang, apalagi jika suhu lemari es atau feezer melebihi standar yang seharusnya.
  • Waspadai tanda makanan busuk. Makanan dapat menjadi rusak, membusuk atau berjamur meskipun disimpan di lemari es.
  • Makanan dapat menyebabkan penyakit meskipun tidak tampak busuk. Penyakit bawaan makanan disebabkan oleh bakteri patogen, yang berbeda dengan bakteri penyebab makanan rusak/busuk. Banyak organisme patogen terdapat dalam daging mentah atau setengah matang, unggas, makanan laut, produk susu, telur, serta buah-buahan dan sayuran. Menjaga makanan ini pada suhu yang tepat akan memperlambat pertumbuhan bakteri.
  • Mengikuti pedoman penanganan makanan yang direkomendasikan. Hal ini dapat mengurangi risiko Anda mengidap penyakit bawaan makanan. jangan lupa mencuci tangan, sayur dan buah serta membersihkan peralatan memasak dan alat makan secara berkala. Pisahkan makanan mentah dari makanan matang, dan masak hingga suhu yang aman.
Baca Juga:  Hepatitis B

Tips Penyimpanan di Kulkas/Chiller (Suhu <4℃)

  • Marinasi makanan dalam lemari es. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dalam makanan yang dimarinasi pada suhu ruang. Jangan gunakan kembali bumbu untuk marinasi sebagai saus apabila tidak dimasak/ didihkan.
  • Bersihkan lemari es secara teratur dan segera seka cairan yang menetes. Hal Ini membantu mengurangi pertumbuhan bakteri patogen dan mencegah air dari daging yang dicairkan (di-thawing) yang mungkin mengandung bakteri menyebar ke makanan lain.
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup. Simpan makanan yang didinginkan dalam wadah tertutup atau kantong penyimpanan tertutup, dan periksa secara berkala apakah bahan makanan masih aman dan tidak rusak.

Pemahaman yang baik tentang penyimpanan yang benar untuk mencegah kerusakan bahan pangan adalah kunci untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi tetap segar dan berkualitas sekaligus menjaga kesehatan tubuh kita. Dengan memperhatikan faktor dan tips di atas, Kolega Prodia dapat menikmati bahan pangan yang segar, sehat, dan aman untuk dikonsumsi. Anda juga dapat mengandalkan layanan Prodia Food Health Laboratory untuk memastikan bahan pangan Anda bebas dari kontaminasi dan cemaran berbahaya. Mari bersama cegah risiko terjadinya penyakit dan ganguan kesehatan yang dapat disebabkan konsumsi bahan pangan yang tidak aman agar kita dapat #kerjabersamasehatbersama. Dapatkan informasi kesehatan lainnya melalui www.prodiaohi.co.id