Apakah Umur 20 Dapat Terkena Kolesterol Tinggi? Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Apakah Umur 20 Dapat Terkena Kolesterol Tinggi? Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Kolesterol tinggi bukan hanya menyerang mereka yang berusia lanjut, tapi juga bisa mengintai anak muda di usia 20-an yang tampaknya sehat. Tanpa disadari, pola hidup modern yang serba cepat sering kali membuat kita abai terhadap apa yang dikonsumsi dan bagaimana tubuh dirawat. Padahal, risiko penyakit jantung bisa dimulai sejak kadar kolesterol tubuh tak terkendali sejak dini. Dalam artikel ini, Prodia OHI akan membahas lebih dalam tentang penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi kolesterol tinggi sejak usia muda.

Apakah Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Kolesterol tinggi sering kali dianggap sebagai penyakit orang tua, khususnya mereka yang berusia di atas 40 tahun. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi pada usia yang jauh lebih muda, termasuk remaja dan orang-orang di usia 20-an. Banyak yang tidak menyadari bahwa pola hidup sehari-hari, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, hingga begadang, dapat memicu kenaikan kadar kolesterol sejak usia muda.

 

Faktanya, menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi kolesterol tinggi di Indonesia mencapai 17,5% pada kelompok usia 45–54 tahun dan 11,1% pada usia 35–44 tahun. Yang mengkhawatirkan, angka ini terus menunjukkan peningkatan terutama di kalangan usia muda dan usia produktif. Artinya, kolesterol tinggi bukan hanya masalah usia, tetapi juga gaya hidup.

 

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi di Usia Muda

Walaupun masih berusia muda, Anda tetap memiliki potensi mengalami kolesterol tinggi. Ada berbagai faktor yang secara tidak sadar dapat meningkatkan kadar kolesterol, bahkan sejak usia produktif.

  • Gaya Hidup Kurang Sehat
    Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang berolahraga, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol yang berlebihan menjadi penyebab umum naiknya kadar kolesterol. Gaya hidup seperti ini sering kali dijalani oleh anak muda yang padat aktivitas dan tidak terlalu memerhatikan pola makan serta kebiasaan harian.
  • Faktor Keturunan
    Memiliki orang tua atau anggota keluarga dekat dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung akan meningkatkan risiko serupa pada diri Anda. Pengaruh genetik memiliki peran besar dalam menentukan kadar kolesterol dalam darah.
  • Penyakit Penyerta
    Beberapa kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, maupun hipotiroidisme dapat menyebabkan kolesterol meningkat. Jika Anda memiliki salah satu kondisi ini, sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kadar kolesterol.
  • Stres yang Berkepanjangan
    Tekanan psikologis yang terus-menerus bisa memicu produksi hormon kortisol yang berdampak pada metabolisme lemak dalam tubuh. Hal ini berisiko menyebabkan peningkatan kolesterol LDL dan menurunkan kolesterol HDL, meski usia masih tergolong muda.
  • Pola Tidur yang Buruk
    Kurang tidur atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu metabolisme dan keseimbangan hormon dalam tubuh. Hal ini bisa memperparah kadar kolesterol dan meningkatkan risiko gangguan jantung.
  • Kelebihan Berat Badan
    Berat badan berlebih, terutama penumpukan lemak di area perut, dapat memicu peningkatan LDL dan menurunkan HDL. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama gangguan metabolik, termasuk kolesterol tinggi.
Baca Juga:  Persiapan Medical Check Up

 

Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari di Usia 20-an

Meskipun usia muda sering dianggap jauh dari risiko penyakit serius, kolesterol tinggi bisa diam-diam berkembang tanpa disadari. Kenali gejala-gejalanya sejak dini agar Anda bisa mengambil langkah pencegahan sebelum menimbulkan komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

  1. Dada Terasa Nyeri Saat Beraktivitas
    Rasa nyeri di area dada kiri ketika sedang menyetir, bekerja, atau berolahraga bisa menjadi sinyal awal adanya penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol. Hal ini terjadi karena jantung harus bekerja ekstra keras ketika aliran darah terganggu oleh penumpukan lemak di arteri.
  2. Sering Terengah atau Sulit Bernapas
    Jika Anda mudah merasa sesak napas bahkan saat aktivitas ringan, bisa jadi aliran darah ke seluruh tubuh tidak lancar. Kolesterol tinggi dapat mempersempit pembuluh darah jantung, sehingga oksigen tidak tersalurkan dengan optimal.
  3. Rasa Tidak Nyaman di Leher, Rahang, atau Perut Atas
    Nyeri di area leher, rahang, atau perut bagian atas bisa menjadi tanda kolesterol jahat sedang mengganggu aliran darah. Gejala ini sering muncul karena pembuluh darah menuju jantung menyempit akibat plak kolesterol.
  4. Muncul Bercak atau Benjolan Kekuningan di Kulit
    Benjolan kuning (xanthoma) yang muncul di kelopak mata, siku, atau telapak tangan adalah tanda fisik dari kelebihan kolesterol dalam darah. Kondisi ini biasanya muncul saat kadar kolesterol telah sangat tinggi dan bisa jadi dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  5. Berat Badan Tidak Ideal
    Kelebihan berat badan berkaitan erat dengan peningkatan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan penurunan HDL (kolesterol baik). Setiap kenaikan berat badan akan membuat tubuh memproduksi kolesterol lebih banyak, terutama jika pola makan dan aktivitas fisik tidak seimbang.
  6. Mudah Lelah Tanpa Alasan Jelas
    Merasa lemas atau cepat lelah bisa menjadi akibat dari aliran darah yang tidak optimal. Ketika pembuluh darah tersumbat, tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi organ secara maksimal.
  7. Kesemutan pada Kaki dan Tangan
    Kesemutan yang terjadi berulang, terutama pada bagian ujung kaki dan tangan, bisa menandakan sirkulasi darah yang kurang lancar. Hal ini dapat terjadi akibat penyempitan pembuluh darah oleh plak kolesterol.
  8. Hasil Tes Darah Menunjukkan Kadar LDL dan Kolesterol Total Tinggi
    Sering kali kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala apa pun secara fisik. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk mengetahui kadar LDL, HDL, trigliserida dan kolesterol total.
Baca Juga:  Mengapa Annual MCU Penting bagi Perusahaan?

 

Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi di Usia Muda

Kolesterol tinggi bukan hanya masalah orang tua, tapi anak muda pun bisa terkena dampaknya jika tidak menjaga gaya hidup. Untungnya, dengan langkah yang konsisten dan terarah, kadar kolesterol bisa dikendalikan sebelum menimbulkan risiko penyakit jantung atau stroke.

  • Periksa Kolesterol Secara Berkala
    Jangan tunggu sampai muncul gejala, mulailah kebiasaan cek kadar kolesterol sejak dini. Pemeriksaan rutin membantu deteksi lebih cepat dan mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
  • Ubah Pola Makan Menjadi Lebih Seimbang
    Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Hindari makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, jeroan, dan daging merah karena bisa memicu lonjakan kolesterol LDL. Batasi juga makanan yang mengandung tepung-tepungan seperti kue, roti dan mie untuk apabila kadar trigliserida Anda tinggi.
  • Pilih Lemak Sehat daripada Lemak Jahat
    Gantilah sumber lemak Anda dengan pilihan yang lebih baik seperti alpukat, kacang almond, atau minyak zaitun. Lemak sehat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan melindungi jantung dari risiko penyakit. Anda juga bisa mengurangi makanan yang digoreng dan mengganti dengan direbus, dikukus atau dipanggang untuk mengurangi konsumsi minyak.
  • Rutin Berolahraga Minimal 30 Menit
    Aktivitas fisik secara teratur bisa membantu tubuh membakar lemak dan menurunkan kadar kolesterol. Pilih jenis olahraga yang Anda suka dan mudah dilakukan seperti jogging, bersepeda, atau berenang agar bisa dilakukan secara konsisten.
  • Batasi Gula dan Garam Berlebihan
    Terlalu banyak asupan gula dan garam bisa memperburuk kondisi metabolik yang berkaitan dengan kolesterol tinggi. Perhatikan label makanan dan batasi konsumsi makanan olahan atau instan.
  • Minum Air Putih yang Cukup Setiap Hari
    Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan mendukung sistem metabolisme bekerja lebih optimal. Pastikan konsumsi air putih minimal 2 liter sehari agar proses detoksifikasi berjalan lancar.
  • Hindari Rokok, Alkohol, dan Pola Tidur Buruk
    Kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, atau tidur tidak teratur bisa memperburuk kadar kolesterol dalam darah. Ciptakan rutinitas tidur yang berkualitas dan jauhi kebiasaan merusak tubuh.
  • Atur Stres dengan Cara yang Positif
    Stres kronis dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang memengaruhi kadar kolesterol. Coba kelola stres dengan meditasi, aktivitas hobi, atau teknik relaksasi lainnya.
  • Jaga Berat Badan agar Tetap Ideal
    Berat badan yang berlebih membuat tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol. Dengan menjaga berat badan di angka ideal, Anda membantu tubuh tetap sehat dan sistem metabolisme bekerja optimal.
  • Konsumsi Obat Jika Direkomendasikan Dokter
    Jika perubahan gaya hidup belum cukup menurunkan kadar kolesterol, dokter mungkin akan meresepkan obat. Pastikan Anda tidak mengonsumsi suplemen atau herba sembarangan tanpa pengawasan medis.
Baca Juga:  Yakin Produk Anda Sudah Aman dari Bakteri? Ini Pentingnya Pengujian Mikrobiologi!

 

Kesimpulan

Kolesterol tinggi di usia muda bukan sekadar kemungkinan, tapi kenyataan yang semakin umum terjadi. Mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan kurang tidur, hingga stres yang tidak terkelola, semuanya bisa menjadi pemicu. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah dan dikendalikan dengan kesadaran sejak dini. Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, serta olahraga teratur adalah langkah konkret yang bisa dilakukan siapa saja untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Jika Anda merasa punya risiko atau sudah mengalami gejala yang disebutkan, jangan tunda lagi untuk melakukan pemeriksaan kolesterol. Prodia OHI menyediakan layanan skrining kesehatan, baik bagi perorangan maupun perusahaan, termasuk pemeriksaan kolesterol dan risiko penyakit tidak menular lainnya. Lakukan pemeriksaan kolesterol atau jika perlu medical check up yang menyeluruh secara berkala agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama.. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (021) 579 573 51/53 (Prodia OHC Jakarta) dan (021) 898 405 84/86 (Prodia OHC Cikarang) atau melalui WA OHC Jakarta, WA OHC Jababeka, dan WA Klinik Sehat Berkah.