WASPADAI POTENSI KANKER DI TEMPAT KERJAMU

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian tinggi di Indonesia. Peneliti pun melihat salah satu penyebab yang menyebabkan terjadi kanker adalah paparan zat karsinogenik pada tubuh kita.
Karsinogenik adalah zat-zat berupa bahan kimia atau zat fisik tertentu yang mungkin terdapat di udara, beberapa makanan dan minuman serta memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker pada individu. Zat-zat ini dapat ditemukan di lingkungan sekitar, yaitu radiasi lingkungan (seperti dari cahaya matahari), radiasi dari peralatan medis, virus, obat-obatan, dan faktor gaya hidup.

Work related cancer berisiko terjadi pada pekerja yang lingkungan kerjanya terdapat pajanan yang bersifat karsinogenik. Ada cukup banyak sektor industri yang berpotensi work related cancer. Beberapa pajanan yang bersifat karsinogenik, yaitu:

-Asbestos fibres (colorectum, larynx, lung, ovary, pharynx, stomach cancers, mesothelioma), biasanya pada industri pembuatan atap asbes, kampas rem.
-Debu kayu (nasopharynx, sinonasal cancers)
-Radiasi sinar UV dari matahari (skin cancers), industri konstruksi, perikanan, pertanian.
-Metalworking fluids dan mineral oils (bladder, lung, sinonasal, skin cancers), srting dijumpai pada industri migas, otomotif, cat berbasis solven.
-Debu Silica (lung cancer), biasa dijumpai pada industri tambang, galangan kapal yang menggunakan silica sand blaster.
-Asap mesin diesel (bladder, lung cancers), dijumpai pada semua sektor industri yang menggunakan mesin diesel pada mesin atau kendaraan operasionalnya.
-Aspal dan produk terunannya (non-melanoma skin cancer), biasa dijumpai pada industri migas, konstruksi jalan.
-Arsenic (bladder, lung, skin cancers), biasa dijumpai pada industri kimia, tambang, …..
-Dioxins (lung cancer), biasa dijumpai pada industri smelter, pembakaran/incenerator, pemurnian metal/logam, industri kimia dan lain-lain
-Asap rokok (passive smoke) (lung cancer)
-Naturally occurring radon (lung cancer), industri tambang, migas
-Tetrachloroethylene (cervix, non-hodgkin’s lymphoma, oesophagus cancers), pada industri dry cleaning, otomotif, cat dan lainnya.
-Pekerja cat (bladder, lung)
-Pekerja las (lung cancer, melanoma of the eye)

Kolega Prodia tentu tidak perlu langsung takut apabila kantor atau pabrik tempat Anda bekerja memiliki risiko terpapar zat karsinogen seperti list di atas. Kemungkinan Kolega Prodia hingga mengalami sakit kanker juga tergantung banyak variabel, seperti keseimbangan pola olahraga, keseimbangan gizi dalam makanan yang dikonsumsi dan juga environmental monitoring pada kantor atau pabrik Anda. Prodia OHI memiliki jasa pemeriksaan environmental monitoring yang terakreditasi ISO17025 dan hasil pemeriksaannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan program preventif suatu penyakit. Tentu hal ini diperlukan untuk oleh Kolega Prodia untuk mengenali dan mengevaluasi tingkat paparan zat karsinogenik yang ada di kantor atau pabrik Anda. Hubungi kami segera, agar dapat #KerjaBersamaSehatBersama

Sumber: Dr. Mulyana, M.Si (Research & Product Development Manager POHI), dr. Iwan Sugiarta, SpOk (Dokter Spesialis Okupasi POHI), t.ly/Qx33 dan t.ly/4Bef