Heat Stress dan Jenisnya

heat stress

Kolega Prodia membaca artikel ini di bulan apa? Jika Anda membaca artikel ini di bulan Mei hingga September, mungkin Anda sedang merasakan panasnya musim kemarau. Namun tidak menutup kemungkinan jika Anda sekarang membaca di bulan Oktober hingga April, Anda kadang merasakan panas, hal ini dikarenakan iklim Indonesia hampir seluruhnya tropis. Perairan hangat yang merata yang membentuk 81% wilayah Indonesia mendukung terbentuknya suhu di darat yang relatif konstan, di mana dataran pantai rata-rata 28 °C, daerah pedalaman dan pegunungan rata-rata 26 °C.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG, menyampaikan prediksi tren suhu di Indonesia pada tahun 2022 ini. Musim kemarau yang segera hadir di prediksi akan memiliki suhu rata-rata sebesar 26,6°C tetapi belum tentu menjadi patokan bagi suhu di kota Anda. Perbedaan suhu yang mungkin lebih panas ataupun cenderung lebih hangat dapat disebabkan gerakan semu matahari dari khatulistiwa, kecepatan udara dan berbagai faktor lainnya mempengaruhi peningkatan suhu udara di siang hari.

Baca Juga : Efek Cuaca Panas Bagi Kesehatan

Dengan iklim tropis negara Indonesia, bekerja di bawah tekanan waktu kerja yang panjang dan dampak kepanasan terlebih di musim kemarau akan menyebabkan pekerja mudah mengalami heat stress.

Pengertian Heat Stress

Heat Stress adalah Penyakit yang berhubungan dengan tekanan panas termasuk heat cramps, heat exhaustion, heat rash, heat syncope & heat stoke dengan gejala dan perawatannya sendiri. Heat stress memiliki gejala berupa kondisi tubuh yang berkeringat banyak hingga pusing, berhentinya keringat, dan pingsan.

Baca Juga:  Waspadai Dampak Buruk Kadmium Bagi Kesehatan Pekerjamu

Tanda-tanda heat stress kerap kali diabaikan oleh banyak pekerja. Seseorang mungkin pada awalnya bingung atau tidak dapat berkonsentrasi, diikuti oleh gejala yang lebih parah, seperti pingsan dan/atau pingsan. Jika gejala heat stress terjadi, pindahkan korban ke tempat yang sejuk dan teduh, beri dia air, dan segera hubungi kolega kerja lain atau dokter di tempat kerja untuk memberikan bantuan.

Jenis-Jenis Heat Stress

Heat stress perlu dipahami oleh Kolega Prodia karena cuaca panas dan tekanan kerja yang lebih dapat menyebabkan kondisi serius bagi kesehatan seperti berikut ini:

  • Heat cramps. Kondisi ini memiliki gejala berupa rasa nyeri dan kejang pada kaki, perut dan tangan, disertai banyak mengeluarkan keringat. Kondisi heat cramps terjadi karena ketidakseimbangan cairan dan garam selama melakukan kerja fisik yang berat di lingkungan yang panas.
  • Heat exhaustion. Kondisi ini terjadi saat jumlah air yang dikelurkan tubuh, seperti keringat dan urin, melebihi perkiraan volume air yang diminum. Hal ini disebabkan oleh karena suhu udara yang cenderung panas. Umumnya seseorang yang mengalami heat exhaustion akan merasakan gejala berupa keringat yang sangat banyak, tubuh lemah, kepala merasa pusing, kulit pucat, mual, pernapasan pendek dan cepat. Kondisi ekstrem dapat mengakibatkan pingsan dan kenaikan suhu tubuh (37°C-40°C). Kehilangan cairan ini kadang juga disertai dengan berkurangnya elektrolit yang menyebabkan kelelahan.
  • Heat rash. Kondisi ini kerap dikenal sebagai ruam atau iritasi kulit yang disebabkan oleh keringat berlebih saat cuaca panas dan lembab. Orang yang mengalami heat rush akan merasakan gejala seperti kumpulan jerawat merah atau ruam-ruam kecil yang biasa muncul di leher, dada bagian atas, selangkangan, di bawah payudara, dan di lipatan siku.
  • Heat syncope. Kondisi ini kerap dikenal sebagai pingsan (syncope) atau pusing yang berlebihan. Hal ini terjadi karena berdiri lama atau tiba-tiba naik dari posisi duduk atau berbaring. Dehidrasi dan kurangnya aklimatisasi (penyesuaian fisik terhadap lingkungan yang baru) merupakan faktor yang memengaruhi kondisi ini. Gejalanya yang dialami adalah pingsan (durasi pendek), pusing dan kepala terasa ringan saat berdiri lama atau tiba-tiba bangkit dari posisi duduk atau berbaring
  • Heat stroke. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat mengontrol suhu saat terpapar panas terlalu tinggi dalam waktu lama. Pada saat terjadi heat stroke suhu tubuh naik dengan cepat hingga 41°C dalam waktu 10-15 menit, mekanisme keringat gagal, dan tubuh tidak dapat melakukan pendinginan. Jika tidak ditangani dengan baik, serangan heat stroke dapat menyebabkan kematian atau cacat permanen.
Baca Juga:  Piramida Keselamatan, Kunci Keselamatan di Lingkungan Kerja

Mencegah Heat Stress

Pencegahan Heat Stress perlu dilakukan oleh Kolega Prodia dalam setiap fungsi struktur di tempat kerja.

Bagi Supervisor, Anda perlu:

  1. Memberikan waktu bagi pekerja untuk menyesuaikan tingkat dan intensitas pekerjaan dengan kondisi cuaca dan suhu. Umumnya dibutuhkan dua hingga tiga minggu bagi seorang pekerja untuk beradaptasi dengan lingkungan yang panas.
  2. Melakukan penyesuaian jadwal kerja bagi pekerja. Tetapkan pekerjaan yang lebih berat pada pagi atau sore hari yang suhu udaranya cenderung masih hangat dan pekerjaan yang lebih ringan di saat siang hari yang cenderung lebih panas.
  3. Lakukan efisiensi beban kerja dengan penggunaan peralatan mekanik atau mesin pada saat suhu panas untuk mengurangi kerja fisik.
  4. Tetapkan jadwal yang fleksibel di mana pekerja dapat bekerja dan beristirahat selama hari-hari panas.
  5. Latih pekerja untuk mengenali tanda dan gejala gangguan heat stress dan bersiap untuk memberikan pertolongan pertama jika diperlukan.
  6. Pilih pekerja dengan tugas kerja yang sesuai: Hindari menempatkan pekerja  “berisiko tinggi” di lingkungan kerja yang panas untuk jangka waktu yang lama. Sadarilah bahwa setiap pekerja memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi stres panas.
Baca Juga:  Mengenal Occupational Cancer di Lingkungan Kerja: Risiko dan Pencegahannya

Bagi Pekerja, Anda perlu:

  1. Kenali gejala heat stress sehingga Anda dapat memacu pekerjaan dan beristirahat dengan tepat (di tempat teduh atau lingkungan yang lebih dingin).
  2. Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan yang memadai untuk ventilasi, terutama saat mengenakan alat pelindung diri (APD).
  3. Kenakan pakaian longgar berwarna terang sehingga memudahkan Anda tidak mudah mengalami kondisi dehidrasi.
  4. Kurangi potensi pajanan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama. Jika Anda bekerja di bawah matahari, kenakan topi agar mengurangi potensi heat stress.
  5. Terhidrasilah secara cukup dengan meminum air putih yang bersih.

Pemeriksaan Heat Stress

Pemeriksaan lingkungan kerja sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas dan kinerja pekerja. Dengan lingkungan yang mendukung, semangat bekerja dan produktivitas karyawan akan meningkat. Dengan pemeriksaan Heat Stress bersama Prodia OHI, akan meminimalisir memburuknya kondisi kesehatan pekerja akibat dari tekanan panas yang ada. Dengan demikian, citra perusahaan juga akan menjadi semakin positif.

Ciptakan sistem kerja yang nyaman dan aman di tempatmu agar semua pekerja dapat #KerjaBersamaSehatBersama.

Hubungi Kami

 

Sumber:
t.ly/kBGQ
t.ly/bcAd
t.ly/JOYU
t.ly/z8pA
t.ly/h7M5
t.ly/1C9W
t.ly/Y0Z3