Cuaca Panas dan Efeknya bagi Kesehatan

Beberapa waktu ini cuaca di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi terasa sangat terik. Bahkan BMKG menyebutkan suhu pada tanggal 20 Oktober 2019 tercatat mencapai 38,8°C di Stasiun Meteorologi Hassanudin. Makassar. Kondisi yang sama juga dirasakan di Jakarta. Tanggal 21 Oktober lalu suhu Jakarta tercatat mencapai 36,5°C. Menurut BMKG, hal ini disebabkan oleh gerakan semu matahari dari khatulistiwa ke arah selatan yang menyebabkan radiasi matahari yang diterima di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan suhu udara pada siang hari. Hal ini tentu berpengaruh pada kondisi tubuh terutama masyarakat yang bekerja di luar ruangan dan langsung terpapar cuaca panas.

Sumber: website BMKG

Dampak Kesehatan Serius

Mungkin banyak yang belum mengetahui, cuaca panas dapat menyebabkan kondisi serius bagi kesehatan. Di bawah ini beberapa penyakit terkait panas.

Heat Rash adalah ruam atau iritasi kulit yang disebabkan oleh keringat berlebih saat cuaca panas dan lembab. Tampak seperti kumpulan jerawat merah atau ruam-ruam kecil yang biasa muncul di leher, dada bagian atas, selangkangan, di bawah payudara, dan di lipatan siku.

Heat Exhaustion adalah gangguan kesehatan di mana cairan tubuh atau volume darah berkurang akibat panas. Kondisi ini terjadi jika jumlah air yang dikeluarkan tubuh selama terkena panas, seperti melalui keringat dan urin, melebihi air yang diminum. Gejalanya adalah keringat sangat banyak, kulit pucat, lemah, pening, mual, pernapasan pendek dan cepat, pusing, pada kondisi yang serius dapat mengakibatkan pingsan dan kenaikan suhu tubuh (37°C – 40°C). Kehilangan cairan ini kadang juga disertai dengan berkurangnya elektrolit yang menyebabkan kelelahan.

Heat Cramps atau kram akibat panas. Gejalanya adalah rasa nyeri dan kejang pada kaki, tangan dan abdomen disertai banyak mengeluarkan keringat. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan cairan dan garam selama melakukan kerja fisik yang berat di lingkungan yang panas.

Heat Syncope adalah pingsan (syncope) atau pusing yang biasanya terjadi karena berdiri lama atau tiba-tiba naik dari posisi duduk atau berbaring. Faktor -faktor yang mempengaruhi hal ini termasuk dehidrasi dan kurangnya aklimatisasi. Gejalanya antara lain pingsan (durasi pendek), pusing dan kepala terasa ringan saat berdiri lama atau tiba-tiba bangkit dari posisi duduk atau berbaring.

Heat Stroke terjadi karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu saat terpapar panas terlalu tinggi dalam waktu lama. Pada saat terjadi heat stroke suhu tubuh naik dengan cepat, mekanisme keringat gagal, dan tubuh tidak dapat melakukan pendinginan.Ketika serangan panas terjadi, suhu tubuh bisa naik ke 41°C atau lebih dalam 10 hingga 15 menit. Heat stroke dapat menyebabkan kematian atau cacat permanen jika perawatan darurat tidak diberikan.

Ciri- ciri kepanasan

Pada saat Anda kepanasan tubuh mengeluarkan beberapa tanda yang dapat kita perhatikan. Ciri- ciri ini dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan yaitu kepanasan ringan, sedang (moderat), hingga parah. Anda sedang kepanasan ringan apabila Anda merasakan kehausan, sakit kepala, kram otot, pusing dan kelelahan. Sedangkan ciri- ciri kepanasan tingkat moderat, diantaranya: mual, kulit pucat, berkeringat banyak atau ketidakmampuan untuk berkeringat, mulut kering dan lidah bengkak, aliran urin sedikit dan berwarna kuning tua atau pekat. Kepanasan parah ditandai dengan demam tinggi lebih dari 39°C, pingsan, kebingungan, kelesuan (letargi), kejang, kesulitan bernafas, nyeri dada atau perut, detak jantung cepat atau jantung berdebar (palpitasi). Segera Istirahat ke tempat sejuk dan minum air yang cukup jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut.

Mitos dan Fakta tentang Panas

“Dilarang minum air dingin saat kepanasan karena menyebabkan pembeluh darah mengecil dan pecah”

Faktanya pada kondisi panas dibutuhkan asupan cairan yang lebih banyak untuk menyeimbangkan kebutuhan air dalam tubuh yang meningkat akibat panas. Karenanya minum lebih banyak air justru dianjurkan. Air yang sejuk lebih diserap tubuh dan efektif untuk menghidrasi pada cuaca terik, sehingga pada beberapa atlet yang berolahraga di luar ruangan seperti olahraga lari dan balap sepeda dianjurkan untuk minum air dingin atau mengunyah es serut untuk menjaga kondisi tubuh dari panas. Namun hal ini disesuaikan juga dengan kondisi tubuh masing-masing. Minum air dengan ir dengan suhu yang terlalu rendah membuat tubuh berusaha ekstra untuk menyesuaikan dengan tubuh. Disarankan untuk minum air dengan suhu yang paling mendekati suhu tubuh.

“Tidak boleh mandi air dingin setelah terpapar panas”

Faktanya, saat panas Anda akan merasa gerah dan berkeringat sehingga mandi air dingin terdengar menyegarkan. Hal ini tidaklah salah. Namun ada baiknya Anda tidak mandi saat tubuh sedang berkeringat. Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk menormalkan kembali suhu tubuh setelah aktivitas fisik atau saat suhu panas. Saat tubuh kepanasan, sistem saraf pusat akan mendinginkan kulit dengan mengeluarkan keringat. Sebaiknya tidak langsung mandi saat tubuh berkeringat, apalagi mandi dengan air yang sangat dingin. Suhu dingin air dapat mengecilkan pori-pori dan mempersempit pembuluh darah. Hal ini berkebalikan dengan mekanisme pendinginan tubuh melalui keringat sehingga memicu suhu tubuh terus naik. Hal ini dapat menyebabkan panas tubuh tertahan dan gangguan pada pembuluh darah. Disarankan berisitirahat sejenak, menunggu agar suhu tubuh kembali normal sebelum mandi dengan air dingin. Atau bisa juga mandi dengan air hangat suam-suam kuku untuk membantu membuka pori-pori kulit dan mendinginkan suhu tubuh.

Cara Pencegahan di Cuaca Panas

  1. Pastikan Anda minum air yang cukup selama beraktivitas di cuaca panas

Kebutuhan cairan tubuh minimal 2 liter per hari dalam kondisi normal. Apabila Anda beraktivitas di luar ruangan dalam cuaca panas, kebutuhan cairan Anda akan lebih besar mengikuti cairan yang dikeluarkan tubuh salah satunya dalam bentuk keringat.

  1. Lindungi tubuh Anda dari sinar matahari langsung

Anda dapat menggunakan pakaian yang tertutup tapi tetap nyaman dan longgar, untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung ke kulit. Selain itu Anda dapat menggunakan payung apabila berjalan di luar ruangan. Sebaiknya kurangi intensitas beraktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas atau istirahat di tempat teduh jika muncul ciri-ciri kepanasan.

 

 Referensi:

https://www.cdc.gov/niosh/topics/heatstress

Jay O, Morris NB. Does Cold Water or Ice Slurry Ingestion During Exercise Elicit a Net Body Cooling Effect in the Heat?. Sports Med. 2018;48(Suppl 1):17–29. doi:10.1007/s40279-017-0842-8

Naito T, Ogaki T. Comparison of the effects of cold water and ice ingestion on endurance cycling capacity in the heat. J Sport Health Sci. 2017;6(1):111–117. doi:10.1016/j.jshs.2015.12.002