Hindari Penyakit Ginjal Kronis dengan Gaya Hidup Anda

Hindari Penyakit Ginjal Kronis dengan Gaya Hidup Anda - Hindari Penyakit Ginjal Kronis dengan Gaya Hidup Anda

Menurut worldkidneyday.org, sekitar 1 dari 10 orang memiliki potensi Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Kondisi PGK terjadi ketika berkurangnya fungsi ginjal secara progresif selama beberapa bulan atau tahun. Umumnya ginjal memiliki sekitar satu juta filter kecil, yang disebut nefron. Jika satu atau beberapa nefron mengalami kerusakan, maka mereka berhenti bekerja; dan nefron yang normal dipaksa melakukan pekerjaan ekstra. Apabila kerusakan berlanjut, dampaknya semakin banyak nefron yang mati hingga pada titik nefron yang tersisa tidak dapat menyaring darah dengan cukup baik untuk membuat Anda tetap sehat.

Potensi seseorang berisiko mengalami PGK pun berkembang dengan bertambahnya usia. Setelah usia 40 tahun, filtrasi ginjal menurun sekitar 1% per tahun. Selain penuaan alami ginjal, banyak kondisi yang merusak ginjal lebih sering terjadi pada orang tua termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Diperkirakan sekitar satu dari lima pria dan satu dari empat wanita berusia antara 65 dan 74 tahun, dan setengah dari orang berusia 75 tahun atau lebih menderita PGK. Maka perlu untuk kita perhatikan, bahwa dengan meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke, dan dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi gagal ginjal yang memerlukan dialisis atau transplantasi.

 

Penyakit Ginjal dan Karakteristiknya

Penyakit ginjal memiliki tiga karakteristik, umum terjadi, memiliki konsekuensi yang berbahaya dan sering dapat diobati.

Baca Juga:  Carpal Tunnel Syndrome (Sindroma Terowongan Karpal)

Umum: Antara 8 dan 10% dari orang dewasa memiliki beberapa bentuk kerusakan ginjal, dan setiap tahun jutaan orang meninggal sebelum waktunya karena komplikasi yang berhubungan dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK).

Konsekuensi yang berbahaya: Kondisi PGK yang tidak ditangani dengan cepat memberikan beberapa konsekuensi yang sebagai berikut:

  1. Risiko pengembangan hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang dapat menyebabkan gagal ginjal (juga disebut penyakit ginjal stadium akhir, ESRD), yang berarti perawatan dialisis teratur atau transplantasi ginjal diperlukan untuk bertahan hidup.
  2. Meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular terkait (yaitu serangan jantung dan stroke). Individu yang tampak sehat yang kemudian ditemukan menderita CKD memiliki peningkatan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular terlepas dari apakah mereka pernah mengalami gagal ginjal.

Dapat diobati: Jika PGK terdeteksi dini dan dikelola dengan tepat, penurunan fungsi ginjal dapat diperlambat atau bahkan dihentikan, dan risiko komplikasi kardiovaskular terkait dapat dikurangi.

 

Mengukur Kondisi Ginjal

Indikator utama dari ginjal yang berfungsi dengan baik adalah tingkat kreatinin darah, produk limbah tubuh yang diproduksi oleh otot dan diekskresikan oleh ginjal. Jika fungsi ginjal berkurang, kreatinin terakumulasi dalam darah yang mengarah ke tingkat yang meningkat saat tes darah diperiksa.

Baca Juga:  Budayakan K3 untuk Sehat dan Selamat dalam Bekerja

Pengukuran fungsi ginjal kerap dilakukan melalui indikator yang disebut GFR (Glomerular Filtration Rate) yang mengukur laju filtrasi darah oleh ginjal. Indikator ini memungkinkan dokter untuk menentukan apakah fungsi ginjal normal, dan jika tidak, sampai pada tingkat apa penurunan fungsi ginjal telah memburuk. Dalam praktik sehari-hari, GFR dapat dengan mudah diperkirakan (eGFR), dari pengukuran kadar kreatinin darah, dan dengan mempertimbangkan usia, etnis, dan jenis kelamin.

 

Penyebab dan Obat dari PGK

Penyakit ginjal sebagian besar disebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Tekanan darah tinggi menyebabkan lebih dari seperempat dari semua kasus gagal ginjal. Diabetes telah ditetapkan sebagai penyebab sekitar sepertiga dari semua kasus dan merupakan penyebab paling umum dari ESRD di sebagian besar negara maju.

Perawatan bagi penderita PGK umumnya melalui obat-obatan dan juga perubahan gaya hidup. Obat-obatan yang dikonsumsi bersifat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan dapat mencegah berkembangnya kondisi serius lainnya. Dan hal yang jauh lebih penting adalah gaya hidup sebagai berikut:

  1. Jaga berat badan. Kelebihan berat badan membuat ginjal bekerja lebih keras dan dapat merusak ginjal. Sesuaikan asupan kalori dan aktivitas fisik untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  2. Kontrol tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal. Maka kamu perlu menjaga tekanan darah pada batas normal yaitu antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
  3. Berhenti merokok. Merokok dapat memperburuk kerusakan ginjal. Berhenti merokok dapat membantu mencapai tekanan darah yang dibutuhkan bagi ginjal Anda. Berhenti merokok juga dapat menurunkan kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke. 
  4. Rutinlah beraktivitas fisik. Bergeraklah selama 30 menit atau lebih setiap hari agar dapat mengurangi stres, mengelola berat badan, dan mencapai tekanan darah dan sasaran glukosa darah.
  5. Tidur cukup. Usahakan tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam. Tidur yang cukup penting untuk kesehatan fisik dan mental sehingga target tekanan darah dan glukosa darah tercapai.
Baca Juga:  Manfaat Konsumsi Buah Bagi Produktivitas Kerja

 

Dengan gaya hidup sedentari yang dilakukan oleh banyak pekerja dan masyarakat perkotaan tentu berdampak pada kondisi kesehatan ginjal. Maka mulailah mengelola gaya hidup yang sehat. Bagi And yang terdiagnosis mengalami PGK, tetap optimis bahwa Anda dapat mengelola kondisi Anda melalui gaya hidup yang berubah lebih baik dan melakukan konsultasi kepada dokter pribadi atau dokter di tempat kerja Anda. Bersama Prodia, Anda dapat melakukan MCU untuk melihat kadar gula darah Anda sehingga Anda dapat #KerjaBersamaSehatBersama .

Sumber: t.ly/mcqQ t.ly/D6eg t.ly/TcxZ