Meninjau Risiko Serangan Jantung dan Stroke Pada Kaum Pekerja

Sebagai pembunuh nomor satu di dunia, penyakit Kardiovaskular (CVD) telah menyebabkan lebih dari 17,7 juta kematian per tahun (WHO, 2020). Dan sesuai kata pepatah, “Sedia payung sebelum hujan” maka antisipasi diperlukan sebelum kondisi menjadi parah.

Berikut adalah beragam faktor yang perlu kita tinjau dalam melihat risiko serangan jantung dan stroke:

  1. Jenis kelamin. Pria umumnya memiliki risiko lebih besar untuk serangan jantung dan stroke. Sedangkan beberapa faktor risiko unik terjadi pada wanita seperti yang terkait dengan kehamilan (seperti preeklamsia, misalnya).
  2. Usia. Seiring bertambahnya usia, risiko kesehatan jantung meningkat seiring dengan faktor-faktor lain seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi
  3. Riwayat tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko kesehatan jantung bahkan ketika Kolega Prodia sedang menjalani pengobatan untuk mengendalikannya.
  4. Riwayat diabetes. Dengan memiliki riwayat diabetes 2 sampai 4 kali lebih mungkin untuk memiliki masalah kesehatan jantung, termasuk serangan jantung atau stroke
  5. Riwayat kolesterol tinggi. Memiliki kolesterol total adan atau kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak di arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
  6. Riwayat kesehatan lainnya. Penderita serangan jantung dan stroke memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kejadian lain
  7. Intensitas olahraga. Mendapatkan cukup olahraga dapat membantu mengelola kadar kolesterol, yang dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
  8. Melakukan diet. Dengan Diet tinggi jenuh atau lemak trans, gula, kolesterol, dan garam maka dapat meningkatkan risiko kesehatan perapian.
  9. Berat badan. Kelebihan berat badan dapat membuat kadar kolesterol “jahat” lebih tinggi, meningkatkan risiko serangan jantung.
  10. Konsumsi tembakau. Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah, merokok dan bentuk lain dari penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko kesehatan jantung.
  11. Kondisi mental. Stres dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu serangan jantung atau risiko stroke lainnya seperti makan berlebihan, merokok, atau tidak aktif.

Beberapa faktor risiko dapat Kolega Prodia kendalikan. Dengan mampu mengelola stres, tekanan darah, kolesterol, dan faktor risiko serangan jantung lainnya yang dapat dikontrol, maka risiko kesehatan jantung sangat mungkin berada di kondisi yang baik. Namun terdapat beberapa faktor risiko yang tidak dapat dihindari untuk serangan jantung, seperti usia dan riwayat keluarga. 

Agar kesehatan jantung Kolega Prodia dan seluruh pegawai dapat terpantau dengan baik, maka layanan Electronic Health Data Management (E-HDM) dari Prodia OHI akan sangat diperlukan. 

E-HDM merupakan aplikasi pengelolaan data kesehatan kerja di perusahaan berbasis web yang dapat diakses 24 jam/hari 7 hari/minggu oleh manajemen (HRD, HSE) dan dokter perusahaan. 

Dalam pengembangan versi terbaru, E-HDM Next Generation (EHDM-NG) di mana tersedia fitur individu yang memungkinkan setiap pekerja memantau kondisi kesehatannya secara berkala, termasuk melihat Framingham score. Dengan mengetahui Framingham score, maka kita mendapatkan penilaian untuk memprediksi risiko terjadinya penyakit jantung dengan perkiraan 10 tahun ke depan.

Dengan aplikasi ini, maka Kolega Prodia dapat mengevaluasi tren kesehatan kerja, menganalisis dan menilai status kesehatan terkait pajanan bahaya potensial, melihat gambaran status kesehatan karyawan dari tahun ke tahun dan membuat rencana tindakan mitigasi.

Mari wujudkan #KerjaBersamaSehatBersama bagi Kolega Prodia dan seluruh pegawai dengan menjaga kesehatan jantung maupun aspek kesehatan lainnya. 

Sumber: http://t.ly/08J6 t.ly/kBbK t.ly/tQRg 

https://framinghamheartstudy.org/fhs-risk-functions/hard-coronary-heart-disease-10-year-risk/