Dampak Polusi Udara dan Langkah Pencegahannya Bagi Pekerja

Dampak Polusi Udara

Dalam era modern ini, tantangan terbesar yang dihadapi oleh masyarakat global adalah polusi udara. Apalagi kasusnya yang meningkat akhir-akhir ini. Dalam beberapa waktu terakhir, Jakarta menghadapi masalah serius dalam hal polusi udara. Menurut situs IQAir, Ibu Kota Indonesia ini bahkan berada di peringkat tiga teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Sementara itu, kasus ISPA terus meningkat, mencapai 90.546 kasus antara 29 Agustus hingga 6 September 2023.

Menyikapi hal ini, PBB menetapkan 7 September sebagai International Day of Clean Air for Blue Skies. Pada hari itu, kita diingatkan untuk berupaya menjaga kualitas udara agar tetap baik demi kesehatan kita bersama. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai dampak polusi udara terhadap kesehatan dan bagaimana kita dapat berkontribusi untuk menciptakan langit biru dengan udara yang lebih bersih.

Daftar isi

Baca Juga:  Hidup Sehat ala Leluhur, Apakah Cukup?

Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan

Polusi udara memiliki dampak yang sangat besar terhadap kesehatan manusia. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara bertanggung jawab atas sekitar 7 juta kematian prematur setiap tahunnya di seluruh dunia. Berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, dan penyakit pernapasan akut lainnya dapat dipicu oleh polusi udara.

Penyakit Jantung

Polusi udara dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan memicu serangan jantung. Hal ini dikarenakan partikel kecil yang terdapat dalam polusi  dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan inflamasi serta stres oksidatif yang berdampak negatif pada jantung.

Gangguan Pernapasan

Polusi udara bisa menyebabkan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), serta memicu asma dan bronkitis. Partikel polutan dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mempengaruhi fungsi paru-paru.

Kanker

Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan dapat memicu kanker tenggorokan dan laring. Polusi udara mengandung berbagai zat kimia karsinogenik yang dapat memicu mutasi sel dan memicu kanker.

Gangguan pada Sistem Saraf

Polusi udara bisa mempengaruhi otak dan memicu penyakit neurologis seperti Alzheimer dan Parkinson. Partikel polutan dapat mempengaruhi struktur dan fungsi otak.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama di Tempat Kerja

Efek terhadap Kehamilan

Polusi udara bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Ibu hamil yang terpapar polusi memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan.

Efek terhadap Kesehatan Mental

Terdapat penelitian yang menunjukkan adanya kaitan antara polusi udara dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Partikelnya dapat mempengaruhi keseimbangan kimia di otak.

Langkah-langkah Pencegahan

Untuk mencegah dampak dari polusi udara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk menerapkan 6M dan 1S.

Berikut adalah beberapa langkah tambahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dampak negatif polusi udara terhadap kesehatan, berdasarkan informasi dari berbagai sumber: Adapun yang dimaksud dengan 6M dan 1S adalah:

  1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website.
  2. Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/sekolah/tempat umum di saat polusi udara tinggi.
  3. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  4. Menghindari sumber polusi dan asap rokok
  5. Menggunakan masker saat polusi udara tinggi
  6. Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  7. Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan

Mengurangi Paparan terhadap Polusi Udara Luar

1. Gunakan Indeks Kualitas Udara (AQI)

Ini akan membantu Anda mengetahui kapan harus menghindari aktivitas luar ruangan, terutama di dekat area dengan lalu lintas yang tinggi

2. Pilih rute yang jauh dari jalan raya yang sibuk saat berolahraga

Ini akan membantu mengurangi paparan terhadap polusi dari kendaraan .

Baca Juga:  Dukungan Prodia OHI dalam Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia oleh WHO

Mengurangi Jejak Polusi Anda

1. Pertimbangkan alternatif transportasi yang lebih sehat

Seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum. Jika Anda membutuhkan mobil baru, pertimbangkan untuk memilih mobil elektrik atau hibrida.

2. Promosikan energi terbarukan

Ini dapat dilakukan dengan memilih rencana energi 100% terbarukan atau memilih pemimpin yang memprioritaskan energi terbarukan.

Kesimpulan

Jadi, jangan biarkan polusi udara mengancam kesehatan dan kualitas hidup Anda. Dengan mengintegrasikan langkah-langkah pencegahan dalam rutinitas harian Anda, Anda tidak hanya menjaga kesehatan fisik dan mental Anda, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman untuk generasi mendatang. Ingatlah untuk selalu mengutamakan kesehatan Anda, karena dengan kesehatan yang baik, Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam hidup Anda.

Untuk Kolega Prodia yang ingin memastikan kualitas udara di lingkungan tempat kerja Anda, jangan ragu untuk mengambil langkah proaktif. Manfaatkan layanan pengujian kualitas udara dari penyedia terpercaya, seperti layanan Pengujian Kualitas Udara Ruang (Indoor Air Quality) dari Prodia INDTOX Laboratory. Sebagai komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, Kolega Prodia dapat mempercayakan kami untuk monitoring lingkungan kerja Anda agar #KerjaBersamaSehatBersama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan berbagai informasi kesehatan lainnya, kunjungi website kami di www.prodiaohi.co.id.