Penulis: Muhammad Fadhil Fathiah, S.Si
Research and Product Development
Daftar isi
Pengertian Oksigen Terlarut dan Peranannya dalam Ekosistem Perairan
Ekosistem perairan terdiri atas berbagai komponen kimia yang memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan akuatik. Komponen tersebut meliputi senyawa nutrien seperti nitrat dan fosfat, gas-gas terlarut seperti oksigen (O₂) dan karbon dioksida (CO₂), serta berbagai ion yang memengaruhi salinitas dan pH air. Di antara parameter-parameter ini, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen atau DO) merupakan indikator fundamental dalam menilai kualitas air. Kadar DO yang tinggi mencerminkan kondisi perairan yang sehat dan mendukung kehidupan organisme akuatik.
Oksigen terlarut dalam air berasal dari dua sumber utama, yaitu proses difusi dari atmosfer dan hasil fotosintesis tumbuhan air serta fitoplankton. Oksigen ini sangat dibutuhkan oleh berbagai organisme perairan untuk respirasi, dan juga oleh mikroorganisme dalam proses dekomposisi bahan organik. Oleh karena itu, DO memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dalam mendukung rantai makanan akuatik. Sebaliknya, konsentrasi DO yang rendah dapat menyebabkan gangguan serius terhadap kehidupan akuatik. Hipoksia (kondisi oksigen rendah) atau anoksia (tanpa oksigen) dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan laju reproduksi, bahkan menyebabkan kematian massal ikan dan organisme lainnya. Penurunan DO ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti suhu air yang tinggi, tingkat pencemaran, dan kecepatan aliran air (Napitupulu dan Putra, 2024).
Salah satu penyebab utama penurunan DO adalah eutrofikasi, yaitu proses peningkatan beban nutrien—khususnya nitrogen dan fosfor—ke badan air. Limbah pertanian, domestik, dan industri menjadi sumber utama nutrien ini. Eutrofikasi merangsang pertumbuhan alga secara berlebihan (algal bloom), dan saat alga tersebut mati, proses penguraiannya oleh mikroorganisme membutuhkan oksigen dalam jumlah besar. Akibatnya, perairan mengalami defisit oksigen yang membahayakan keberlangsungan ekosistem.
Dampak Penurunan DO pada Kehidupan Akuatik
Dampak lanjutan dari kondisi hipoksia juga memengaruhi komunitas mikroba dasar perairan, yang berperan dalam siklus biogeokimia. Ketika kadar DO menurun, kondisi reduktif di dasar perairan memungkinkan pelepasan unsur-unsur anorganik seperti fosfor, besi, mangan, dan logam berat lainnya dari sedimen ke kolom air. Proses ini memperparah degradasi kualitas perairan dan dapat menyebabkan akumulasi kontaminan berbahaya, yang berdampak buruk pada organisme air maupun kesehatan manusia.
DO juga menjadi parameter penting dalam investigasi kontaminasi air tanah, terutama di kawasan permukiman yang dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau area pertambangan. Pada kondisi pencemaran berat, oksigen terlarut bahkan bisa hilang sama sekali dari sistem air bawah tanah, yang dapat memperburuk tekanan fisiologis terhadap organisme akuatik di sekitar sumber air tersebut.
Mengingat besarnya peran oksigen terlarut dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan kualitas air, Pemerintah Indonesia telah menetapkan batas ambang minimal DO sebesar 6 mg/L melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Air. Nilai ambang ini menjadi acuan penting, terutama bagi pelaku usaha di sektor akuakultur, perikanan, dan pengelolaan lingkungan untuk menjaga produktivitas dan kelestarian usaha mereka. Pemantauan kadar DO secara rutin menjadi langkah esensial dalam pengelolaan kualitas air yang berkelanjutan. Laboratorium Industrial Toxicology – Prodia Occupational Health Indonesia (Prodia OHI) menyediakan layanan pengujian parameter air, termasuk oksigen terlarut, dengan metode yang tervalidasi dan tenaga analis yang berpengalaman. Segera lakukan pemeriksaan kualitas air anda di Prodia OHI untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Pentingnya pemantauan kadar oksigen terlarut (DO) dalam perairan tidak hanya untuk menjaga ekosistem akuatik yang sehat, tetapi juga untuk melindungi kualitas air yang mendukung kehidupan manusia. Penurunan kadar DO dapat menyebabkan gangguan serius bagi organisme akuatik dan memperburuk kualitas air yang dapat mencemari sumber daya air tanah yang digunakan oleh manusia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengujian oksigen terlarut (DO) secara rutin untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta kesehatan manusia.
Pastikan kualitas air Anda terjaga dengan baik dengan pengujian oksigen terlarut yang dilakukan di laboratorium terakreditasi. Prodia OHI menyediakan layanan pengujian DO yang akurat dan terpercaya untuk memastikan kualitas perairan yang sehat. Hubungi Prodia OHI melalui Prodia Food Health Laboratory untuk melakukan pengujian dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan kami. Jangan tunda lagi, pastikan kualitas air Anda aman untuk kehidupan dan ekosistem agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Prodia OHI melalui (0361) 4491 897 atau WhatsApp untuk layanan pengujian air.
DAFTAR PUSTAKA
Napitupulu RT, Putra MHS. 2024. Pengaruh BOD, COD, dan DO terhadap lingkungan dalam penentuan kualitas air bersih di Sungai Pesanggrahan. CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. 5 (2): 79-82.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 2021. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta (ID): Kementerian Lingkungan Hidup.
Rose S, Long A. 1988. Monitoring dissolved oxygen in ground water: some basic considerations. Groundwater Monitoring & Remediation. 8 (1): 93-97.


