Pastikan Keamanan Pangan Setelah Banjir Melanda

Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya meninggalkan duka dan kerugian yang tidak sedikit. Dalam situsasi seperti ini, penting untuk menjaga makanan & minuman yang Anda konsumsi tetap aman untuk menghindari potensi penyakit lanjutan seperti diare, demam tifoid, hepatitis maupun leptospirosis setelah banjir melanda. Jika dapur & stok makanan Anda di rumah terkena dampak banjir, Anda harus memilah apakah makanan tersebut masih aman atau tidak. Berikut beberapa tips untuk mengecek & memastikan keamanan pangan saat banjir melanda.

Cek Stok Makanan Anda

  1. Jangan konsumsi makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan air banjir. Jika ragu, sebaiknya jangan dimakan
  2. Makanan yang disimpan dalam kemasan waterproof seperti kaleng logam pabrikan atau kantong retort (kantong aluminium kedap udara) dapat dikonsumsi atau disimpan kembali walapun telah terkena air banjir, setelah dibersihkan. Ikuti langkah- langkah berikut:
    • Lepas label yang ditempel karena bisa menjadi tempat menempelnya kuman dari air banjir (pastikan catat tanggal kadaluwarsa dan info penting dalam catatan anda)
    • Cuci kaleng/ kemasan secara menyeluruh dengan air dan sabun, bilas dan desinfeksi dengan larutan pembersih atau air panas
    • Keringkan kemasan
    • Beri label ulang kemasan yang labelnya sudah dilepas, termasuk tanggal kedaluwarsa, dengan spidol
  3. Jangan konsumsi makanan & minuman kemasan yang terdampak banjir jika kemasannya rusak atau tidak tahan air/ non waterproof, seperti:
    • Makanan kemasan plastik, kertas, kardus, kain dan wadah sejenis yang telah rusak oleh air banjir. Termasuk di dalamnya jus dalam karton, susu kotak dan susu bayi dalam karton yang telah terkena air banjir
    • Makanan dan minuman kemasan dengan tutup ulir, tutup snap, tutup berkerut (botol soda), tutup pelintir, tutup flip top dan makanan botol atau kemasan rumahan (botol kaca/ toples) dapat dibuka tutup yang telah terkena air banjir
    • Makanan kemasan kaleng yang rusak: menggembung, bocor, berlubang, pecah/patah, berkarat, penyok dan berubah bentuk sehingga tidak dapat dibuka dengan cara normal

Pastikan Keamanan Air Minum

Selain makanan, keamanan air minum juga sangat penting bagi kesehatan.

  1. Gunakan air kemasan yang belum terkena air banjir, jika tersedia.
  2. Jika Anda tidak memiliki air kemasan, Anda harus merebus air agar aman. Air mendidih akan membunuh sebagian besar jenis organisme penyebab penyakit yang mungkin ada. Ikuti langkah berikut ini:
    • Jika air keruh, saring menggunakan kain bersih/ water filter atau biarkan mengendap dan ambil bagian air yang bersih
    • Rebus air hingga mendidih dan biarkan mendidih selama 1 menit
    • Biarkan dingin, dan simpan dalam wadah bersih tertutup
  1. Jika Anda memiliki sumur yang terdampak banjir, pastikan air sumur Anda aman setelah air banjir surut sebelum digunakan kembali. Bersihkan tempat penampungan air yang terdampak banjir, dan lakukan uji kualitas air di laboratorium terdekat jika diperlukan.

Bersihkan Peralatan Makan, Masak dan Area Dapur Anda yang terdampak banjir

Selain sumber makanan dan minuman, kebersihan peralatan makan & alat masak dan area dapur juga penting untuk menghindarkan penyakit.

  • Saat membersihkan atau mendisinfeksi, kenakan pelindung, seperti sarung tangan, untuk menghindari iritasi atau infeksi kulit
  • Cuci panci logam, piring keramik, dan peralatan masak secara menyeluruh dengan sabun dan air, gunakan air panas jika tersedia. (catatan: peralatan dari kayu tidak bisa dibersihkan secara maksimal)
  • Bilas dan kemudian sanitasi dengan merebusnya dalam air bersih atau rendam dalam air panas untuk mematikan kuman
  • Cuci meja pengolahan makanan dengan sabun dan air, gunakan air panas jika tersedia. Biarkan kering sebelum digunakan
  • Pastikan untuk dengan hati-hati membersihkan sudut, celah, gagang pintu dan segel pintu di ruangan yang terkena dampak banjir

Sumber: https://www.fda.gov/food/food-safety-during-emergencies/floods-key-tips-consumers-about-food-and-water-safety