NAPAK TILAS 13 TAHUN PRODIA OHI BERKARYA Sebuah Dialog Bersama Dr. Bertha Pangaribuan, M.Si Direktur PT. Prodia OHI International

Question: Boleh diceritakan, bagaimana awal terbentuknya Prodia OHI?

Answer: 

Prodia Occupational Health Institute, awalnya masih bergabung di Prodia Laboratorium Clinic. Saat itu sudah ada layanan untuk perusahaan, dalam bentuk medical check up yang biasanya digunakan secara berkala oleh perusahaan. Dalam perkembangannya, Prodia Laboratorium Clinic, ternyata dibutuhkan persiapan lebih untuk pelayanan kepada perusahaan karena kebutuhan perusahaan lebih dari sekadar medical check up, banyak layanan kesehatan kerja lain yang dibutuhkan. 

Sebagai bagian business core dari PT Prodia Widyahusada (waktu itu belum Tbk) yang saat itu berfokus pada pemeriksaan laboratorium klinik, maka pihak manajemen memutuskan untuk mengembangkan layanan bagi perusahaan dengan membentuk satu unit usaha baru yang bergerak di bidang kesehatan kerja dan kedokteran kerja, yaitu Prodia Occupational Health Institute.

Terbentuknya Prodia OHI ini pun juga merupakan bagian dari PT Prodia Widyahusada dalam menampung aspirasi. Pada awal tahun 2000-an, saat itu dilayankan medical check up untuk karyawan di perusahaan Astra se-Indonesia. Dr. dr. Kasyuni Kamal M.S., Sp.Ok. yang juga merupakan bagian dari Spesialis Okupasi Universitas Indonesia, menyampaikan ide bahwa Prodia dapat mengembangkan lebih lagi layanan yang lebih komprehensif di bidang kesehatan kerja dan kedokteran kerja kepada perusahaan, dalam berbagai bentuk yang lebih dari pemeriksaan kesehatan laboratorium. Dari usulan dokter tersebut, maka disampaikan kepada pihak manajemen dan saya mempelajari tentang kesehatan kerja dan kedokteran kerja dan berkonsultasi. 

Sebelum 2008, sudah dilakukan beberapa kegiatan terkait kesehatan kerja. Secara resmi, tahun 2008 didirikanlah perusahaan PT Prodia Occupational Health Institute International. Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, M.S., PKK., PGDRM., Sp.Ok., Ph.D (saat itu belum mendapatkan gelar Profesor) menjadi konsultan bagi di Prodia OHI dalam mendirikan Prodia OHI sekaligus klinik kedokteran kerja swasta pertama di Indonesia di Prodia Occupational Health Center di Menara Palma Kuningan, Jakarta Selatan, bersama dengan Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, M.S., Sp.Ok sebagai penanggung jawab.

Dengan berdirinya perusahaan dan klinik tersebut, keilmuan terkait kesehatan kerja dan kedokteran kerja semakin dikembangkan. Prodia OHI bekerja sama dengan program studi kedokteran kerja dari IKK-FK UI di Salemba untuk mengembangkan layanan kedokteran kerja. Klinik Prodia OHC di Menara Palma menjadi tempat bagi para dokter spesialis okupasi FK-UI untuk praktik/magang. Selain itu dilakukan pengembangan dan penerapan pemeriksaan klinis terhadap penyakit yang disebabkan kerja, pemeriksaan medical check up, belum ada laboratorium toxicology.

Dalam pembuatan road map Prodia OHI, sesuai anjuran Prof. Muchtar, dua tahun setelah terbentuknya klinik kedokteran kerja, Prodia OHI memiliki laboratorium Toxicology yang mendukung kedokteran okupasi. Selama ini pemeriksaan Toxicology selalu dikirim ke luar negeri, sehingga harga lebih mahal dan hasilnya lama. Maka, sesuai road map yang dibuat, pada tahun 2010 berdirilah Occupational and Enviromental Health Laboratory. Sesuai berkembangnya kegiatan di bidang kedokteran kerja dan bisnis, di tahun 2014, didirikan klinik kedokteran kerja OHC di Cikarang dengan konsep dan peralatan yang persis kualitasnya dengan di Menara Palma. Hal ini sesuai visi misi, yaitu layanan yang komprehensif, maka dicarilah lokasi yang strategis dengan banyak perusahaan/industri.

Tahun 2015, penamaan OEHL dievaluasi dan diubah menjadi Prodia Industrial Toxicology Laboratory (Pintox). Dan pada tahun 2017, melihat kurang luasnya lahan untuk OHC Cikarang, maka dipindahlah ke daerah Jababeka dan memperbesar areanya. Maka di tahun 2018, bukan hanya klinik tetapi juga memindahkan Laboratorium Toxicology Industry untuk mencakup beberapa kebutuhan kesehatan kerja dengan peralatan yang lengkap.

Tahun 2018, didikan kembali laboratorium khusus pemeriksaan makanan. Prodia OHI memahami kompleksitas dari kesehatan kerja, termasuk hal-hal terkait pekerja, seperti makanan, kantin, cara pengolahan makanan. Pemeriksaan makanan tidak hanya terkait makanan bagi pekerja, tetapi juga bagi industri yang bergerak di bidang makanan dibutuhkan laboratorium makanan yang berlokasi di Bali. Pemilihan lokasi difokuskan kepada daerah pariwisata di Indonesia, di mana terdapat restoran dan hotel serta berbagai pengolahan makanan di Bali dan dibutuhkan kualitas pemeriksaan makanan yang baik. Kelengkapan laboratorium berfokus pada mikrobiologi, dan yang bersifat kimia dan fisika, akan dikirim di Cikarang. Melalui penamaan Prodia Food Health Lab, yang diharapkan mengaitkan masalah kesehatan dengan kualitas makanan yang baik, dengan paket pemeriksaan yang holistik seperti anjuran gizi.

Layanan kesehatan kerja terkait Medical Check Up tidak bisa terlepas dari Laboratory Clinic dari Prodia, sebagai induk awalnya Prodia OHI. Bagi setiap pelanggan yang membutuhkan layanan Medical Check Up yang berbasis pada kesehatan kerja dan kedokteran kerja tetapi tidak terdapat cabang Prodia OHI di wilayah tersebut, maka Prodia akan merujuk layanan kepada Laboratorium Klinik Prodia. Sebagai contoh perusahaan di cabang Bandung, Surabaya, Medan atau Palembang, di mana tidak terdapat cabang Prodia OHI, maka lewat jaringan bersama Laboratory Clinic Prodia, maka akan mendapat layanan standar kesehatan kerja dengan standar Prodia di bawah supervisi Prodia OHI. Hasilnya akan dianalisis oleh pihak Prodia OHI dan mendapatkan saran terkait kesehatan dan kedokteran kerja yang disampaikan kepada karyawan maupun kedokteran di tempat kerja.

 

Question: Hal apa yang paling berkesan dan pencapaian yang tidak terlupakan sepanjang sejarah beroperasinya Prodia OHI?

Answer:

Dengan beragam kemajuan dan inovasi Prodia OHI maka diikuti pula oleh perusahaan fasilitas kesehatan lainnya, dalam menjawab kebutuhan kesehatan kerja. Di satu sisi saya bersyukur Prodia menjadi inspirasi bagi menunjungnya fasilitas kesehatan.

Sebuah achievement Prodia OHI memiliki Laboratorium Toxicology Industry yang harus dijalankan oleh tenaga medis yang memiliki semangat “quality as a life”. Kita harus menjalankan dengan kualitas yang terbaik dalam melakukan pemeriksaan sehingga hasilnya dapat diandalkan dan membantu para dokter dan manajemen perusahaan dalam menjalankan manajemen kesehatan kerja.

Selain itu, sebuah achievement bagi Prodia OHI yang mendapatkan sertifikasi untuk Laboratorium Toxicology Industry di tahun 2010. Dan hal yang sama juga diperjuangkan untuk Food Health Laboratory dalam mendapatkan sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (diperoleh tahun 2019 untuk Indtox Lab).

 

Question: Boleh diceritakan kesan dan tantangan dalam memimpin dan membesarkan POHI hingga usia yang ke-13 ini?

Answer:

Awal berdiri, jumlah karyawan sekitar 30-40 dan sekarang makin berkembang hingga sekarang 180-200 karyawan. Salut bagi setiap karyawan di Prodia OHI yang memiliki loyalitas yang luar biasa. Dengan bertambah usia, banyaknya perusahaan, kegiatan semakin banyak, tanggung jawab semakin besar. Terlebih dengan kondisi Pandemi tentu harus bersiap dan selalu menjaga diri akan adanya risiko kesehatan karena harus tetap melakukan pelayanan terkait kesehatan kerja.

Tetap semangat, tunjukkan Prodia yang ada di jiwa kita semua. Walaupun dalam kondisi pandemi ini, bakti kita, sumbangsih kita untuk melakukan pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan karyawan serta pihak manajemen perusahaan. Jika dikerjakan bersama-sama, maka hal-hal tersebut dapat dihadapi dan ditangani dengan baik.

 

Question: Apa yang ingin disampaikan ke pelanggan yang telah bekerja bersama Prodia OHI selama ini?

Answer:

Pada saat saya masih di Laboratorium Klinik Prodia, saya dekat dengan pelanggan. Dengan tanggung jawab dan jabatan saat ini, memang jarang bertemu dengan pelanggan. Di usia Prodia OHI ke-13, dengan hati yang tulus dan jiwa yang masih sama dari awal, saya mengucapkan terima kasih kepada setiap customer, klien yang bekerja sama dengan Prodia OHI. Baik yang menggunakan layanan Medical Check Up, layanan pemeriksaan Toxicology, maupun layanan in-house clinic, maupun layanan Prodia OHI lainnya, saya mengucapkan terima kasih atas segala kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada kami.

Kami terbuka akan segala masukan dan saran yang dibutuhkan pelanggan, karena pada dasarnya kami memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kami upayakan layanan tersebut.

Kami berusaha memberikan layanan berkualitas terbaik pada setiap pelanggan dan setiap layanan yang diberikan.

Terima kasih kepada klien dan pelanggan

 

Question: Apa harapan ibu untuk Prodia OHI ke depan?

Answer:

Harapannya adalah pengembangan Food Health Laboratory di Bali akan sertifikasi sebagai jaminan kepada setiap pelanggan serta tambahan pemeriksaan serta lingkungannya, sehingga pelanggan mendapatkan banyak layanan lebih lagi. Begitupun Laboratorium Toxicology Industry yang memperbanyak ragam pemeriksaan sesuai kebutuhan dari pelanggan.

 

Sumber: wawancara dengan Dr. Bertha Pangaribuan, M.Si, Direktur PT. Prodia OHI International