Kelelahan Kerja

Kelelahan kerja tak jarang ditemui pada berbagai situasi kerja.  Kelelahan kerja dapat mengakibatkan gangguan ringan sampai berat. Pekerja menjadi mudah lelah, pusing, mual-mual, pegal-pegal, terganggu konsentrasi bekerja, mudah mengalami kecelakaan kerja, dan adanya kecenderungan peningkatan angka absensi.

Kelelahan kerja berarti berkurang atau hilangnya kesiagaan dan kemampuan untuk menampilkan keselamatan/keamanan yang tinggi di dalam bekerja.

Kelelahan kerja umumnya disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kuantitas tidur disamping karena bekerja pada waktu yang tidak normal yang seharusnya pergi tidur atau karena aktivitas fisik dan mental yang berlebihan di tempat kerja.

Kelelahan kerja tentu dapat menimbulkan dampak buruk pada pekerjaan, seperti prestasi kerja yang menurun, fungsi fisiologis motorik dan neural yang menurun, badan terasa tidak enak serta semangat kerja yang menurun maka pengendalian kelelahan kerja perlu diprioritaskan. Dan ternyata kelelahan kerja memberi kontribusi lebih dari 60 % untuk kejadian kecelakaan kerja.

Manajemen pengendalian kelelahan kerja harus diawali secara personal diikuti oleh perbaikan lingkungan kerja maupun lingkungan hidup, yaitu:

  • Membiasakan diri tidur dengan waktu yang cukup (7 – 8 jam /hari)
  • Menyiapkan diri secara baik khususnya pada hari pertama giliran tugas malam
  • Tidak mengkonsumsi alkohol maupun obat-obat yang berbahaya
  • Mengatur gizi seimbang dengan konsumsi sayur dan buah-buahan lima porsi perhari
  • Melakukan olahraga secara teratur disamping manajemen stress, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok
  • Melakukan medical check-up secara teratur
  • Mengupayakan perbaikan lingkungan kerja agar menjadi lingkungan kerja yang tidak berbahaya namun nyaman