KANKER AKIBAT KERJA

Oleh: dr. Hayati Darmawi

Kanker merupakan sebuah penyakit tumor ganas yang dapat menyerang organ ataupun jaringan tubuh. Kanker dapat terjadi di berbagai bagian tubuh seperti paru, pankreas, mata, otak, kulit, syaraf, darah dan sebagainya. Meskipun kanker tidak memiliki gejala secara spesifik namun biasanya para penderita kanker akan mengeluhkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  2. Demam yang berkepanjangan
  3. Merasakan lelah berkepanjangan
  4. Rasa nyeri
  5. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, atau lebih kuning atau lebih merah.
  6. Diare atau sulit BAB yang berkepanjangan.
  7. dan gejala-gejala lainnya.

Sebagaian besar penderita kanker adalah usia dewasa dengan berbagai macam faktor penyebab. Banyak orang mengganggap penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang memilik risiko dari keturunan atau genetik, faktor kebiasaan dan gaya hidup dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya. Namun pada kenyataannya hampir 20% penyakit kanker disebabkan oleh bahan karsinogenik seperti zat-zat kimia yang banyak digunakan oleh para pekerja dalam sebuah proses produksi.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh berbagai organisasi dunia yang memfokuskan fungsinya pada penyakit kanker terdapat banyak zat kimia yang tergolong sebagai bahan yang dapat menyebabkan kanker pada manusia. Banyaknya bahan karsinogenik dan lamanya pekerja berinteraksi dengan zat tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemungkinan terjadinya kanker tersebut.

Disisi lain kemajuan industri yang tidak dapat dielakkan di abad ini, menyebabkan penggunaan zat-zat kimia baik yang merupakan bahan karsinogenik ataupun yang tidak, tidak dapat di elakkan. Zat-zat kimia yang sudah dikenal sebagai bahan karsinogenik antara lain:

  1. Policyclic Aromatic Hydrocarbons dapat menyebabkan kanker kulit dan kanker paru
  2. Benzen dapat menyebabkan kanker darah
  3. Vinyl Chlorida dapat menyebabkan  kanker otak
  4. Asbestos dan Silika dapat menyebabkan kanker sel paru

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Demi menjaga kesehatan para pekerja, maka selain perlindungan yang diberikan pada pekerja saat sedang bekerja, diperlukan juga pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala. Hal ini perlu dilakukan untuk menilai apakah zat-zat kimia yang digunakan pekerja pada proses produksi atau yang terdapat ditempat kerja, telah melebihi ambang batas normal pada tubuh sehingga berisiko menyebabkan kanker pada pekerja. Sehingga kejadian kanker pada pekerja dapat dihindari.