“Grand Opening” Prodia Food Health Laboratory

Prodia Food Health Laboratory membuka gerai di Jalan Danau Buyan Nomor 10, Sanur, Denpasar, Senin (27/8) kemarin. Laboratorium ini merupakan laboratorium ini merupakan laboratorium kesehatan masyarakat (kesmas), berbeda dengan laboratorium yang telah ada yaitu laboratorium klinik.

Laboratorium kesmas Prodia ini melayani pemeriksaan cemaran mikrobiologi dalam bahan pangan, minuman dan air bersih, peralatan makan/masak dan lain-lain. Selain itu, juga melayani pemeriksaan cemaran kimia dan fisika dalam bahan pangan, minuman dan air bersih, air industry dan lain-lain.

Director Prodia Occupational Health Institute (OHI) Dr. Bertha Pangaribuan, M.Si. Menyampaikan, gerai ini merupakan gerai ketiga Prodia OHI. Namun dari sisi unit layanan, ini merupakan unit layanan keempat. “Untuk layanan Prodia OHI, gerai ini merupakan yang pertama di Bali. Selebihnya ada di luar Bali,” ujarnya.

Menurut Bertha Pangaribuan, Prodia OHI merupakan anak perusahaan dari Prodia Utama. “yang besar kan Prodia lab kliniknya, yang banyak dikenal masyarakat. Kita (Prodia OHI) masih baru dari tahun 2009, sehingga memang benar-benar baru di bidang kedokteran okupasi,” ungkapnya

Bertha Pangaribuan menambahkan, Prodia OHI mempunyai bisnis di bidang kedokteran okupasi. Unit-unit layanannya ada okupasional health center yaitu  klinik, toksikologi industri dan food health lab. Food health lab bentuk perizinannya berupa lab kesmas. Lab klinik biasanya melayani diagnosis penyakit. Sedangkan lab kesmas melayani kesehatan masyarakat, seperti pada makanan, minuman, lingkungan, sanitasi hygiene.

Bertha Pangaribuan menambahkan, Bali merupakan jembatan Indonesia ke dunia international. Oleh karena itu, Bali khususnya Denpasar menjadi tujuan pertama pembukaan gerai Prodia Food Health Laboratory ini. Targetnya adalah industri pariwisata. Karena industri ini berhubungan langsung dengan turis, dimana turis membutuhkan makanan dan minuman di tempatnya berwisata. Prodia menawarkan layanan pemeriksaan food health untuk restoran, hotel, pemasok.

Bertha Pangaribuan mengatakan, Prodia Food Health Laboratory memiliki lima tenaga yang siap melayani customer. Yaitu analis kesehatan ada tiga orang, gizi satu orang, farmasi khususnya kimia klinik satu orang. Prodia Food Health Laboratory hadir dengan kualitas hasil yang lebih baik, dengan pemeriksaan yang benar, SOP yang benar. Ia berharap dengan adanya Prodia Food Health Laboratory bisa membantu para penyaji makanan dalam memeriksa keamanan pangan untuk tamunya. “Karena kita menyajikan hasil yang lebih akurat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. Mengatakan, Kota Denpasar mengucapkan terima kasih kepada Prodia karena melengkapi laboratorium kesehatan masyarakat yang ada di Denpasar. Dikatakan, Dinas Kesehatan Kota Denpasar tidak hanya mengawasi dan membina usaha hotel, restoran dan rumah makan, tapi juga industri rumah tangga (IRT) pangan. Di samping itu juga pengawasan terhadap supply air PDAM, dan penyedia air minum isi ulang.

Sri Armini mengatakan, pariwisata merupakan sektor utama penunjang perekonomian Bali. Wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya perlu wisata tapi juga makan dan minum ditempat itu. Makanan itu harus terjaga kebersihannya, baik dari saat pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan dan distribusi. “Rantai itu yang harus diawasi agar apa yang dimakan memenuhi standar kesehatan. Sehingga peran lab kesmas ini sangat penting,” ujarnya.

 

Sumber : Koran Bali Post