Waspadai Dampak Buruk Kadmium Bagi Kesehatan Pekerjamu

Waspadai Dampak Buruk Kadmium Bagi Kesehatan Pekerjamu - Waspadai Dampak Buruk Kadmium Bagi Kesehatan Pekerjamu

Banyak hal yang perlu Kolega Prodia perhatikan dalam membangun kesuksesan dalam sebuah industri besar. Mulai dari perizinan, pajak, pengaturan keuangan dan hal yang tak kalah penting adalah kesehatan pekerja yang dipengaruhi oleh pajanan dari jenis industri.

 

Salah satu pajanan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan pekerja adalah kadmium. Pada industri manufaktur dan konstruksi, kadmium merupakan sebuah elemen alami berukuran kecil dapat menyebar di udara, air, tanah, dan makanan. Berbagai elemen pada tanah dan batuan, termasuk batubara dan pupuk mineral, juga mengandung beberapa jenis kadmium. Secara kualitas, kadmium memang tidak mudah berkarat dan kerap digunakan untuk memproduksi baterai, pigmen, pelapis logam, dan plastik. Namun Kolega Prodia perlu memahami dampak buruk kadmium bagi kesehatan pekerja.

 

Alur Terjadinya Kadmium?

Rute utama pajanan di tempat kerja dimulai dari menghirup debu dan asap dan menelan debu secara tidak sengaja dari tangan, rokok, atau makanan yang terkontaminasi.

Pekerja dapat terpajan kadmium selama proses peleburan dan pemurnian logam, dan pembuatan baterai, plastik, pelapis, dan panel surya. Industri daur ulang baterai Ni-Cd yang berkembang menjadi perhatian untuk pajanan kadmium. Elektroplating, permesinan logam, pengelasan dan pengecatan adalah operasi yang terkait dengan pajanan kadmium.

Baca Juga:  Berbagai Varian Turunan Omicron

Pekerja yang terlibat dalam operasi TPA, daur ulang komponen elektronik, atau daur ulang plastik dapat terpajan kadmium. Pekerja kompos dan pemulung juga berpotensi terpajan debu yang mungkin mengandung kadmium. Pembakaran sampah kota adalah sumber lain dari pajanan kadmium.

Masyarakat umum juga memiliki potensi terpajan kadmium dengan menghirup asap tembakau atau makan makanan yang terkontaminasi kadmium, yang merupakan sumber utama paparan kadmium bagi bukan perokok. 

 

Penelitian Mengenai Dampak Buruk Kadmium

Terdapat sebuah riset yang dilakukan oleh lembaga kanker di Belgia pada 994 orang, yaitu 521 dari area dengan pajanan tinggi dan 473 dari area dengan pajanan rendah. Dalam riset tersebut, dikumpulkan berbagai faktor terkait pajanan kadmium yang memengaruhi risiko kanker, seperti pajanan di tempat kerja, kebiasaan merokok, dan riwayat kesehatan.

Berdasarkan hasil riset, terdapat 50 orang terdiagnosis kanker fatal dan 20 kanker non-fatal. Delapan belas dari kanker fatal dan salah satu kanker non-fatal adalah kanker paru-paru. Didapati juga bahwa orang yang tinggal di daerah dengan pajanan tinggi memiliki empat kali lipat peningkatan risiko kanker paru-paru dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah dengan pajanan rendah. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa kanker merupakan salah satu dampak buruk kadmium.

Baca Juga:  Prosedur, Manfaat & Jenis Medical Check Up (MCU)

Pada rangkaian riset lainnya yang meneliti dampak buruk kadmium, terdapat banyak risiko penyakit lainnya yang dibawa. Penyakit Itai-itai yang terjadi di Jepang pada era perkembangan industri (1960) terjadi karena banyaknya masyarakat dan pekerja yang keracunan kadmium kronis yang paling parah. Dampak yang terjadi adalah hilangnya trabekula metafisis dan tulang rawan epifisis yang memendek, penipisan korteks tulang, pengeroposan tulang trabekular, serta penurunan jumlah osteosit dan mukopolisakarida asam pada tulang rawan epifisis.

Dampak buruk kadmium juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati, berpengaruh pada sistem reproduksi, sistem kardiovaskular, serta sistem lainnya dalam tubuh.

 

Pentingnya Pengendalian Kadmium Melalui Monitoring Biologis

International Agency for Research on Cancer mengkategorikan senyawa kadmium sebagai karsinogenik pada manusia. Maka menjadi perhatian penting bagi pemerintah, pemilik usaha dan juga masyarakat untuk mewaspadai risiko dari pajanan kadmium. Salah satu langkah preventif agar mengurangi risiko dampak buruk kadmium adalah dengan melakukan biomonitoring, metode untuk menilai pajanan bahan kimia atau efeknya dengan mengukur kandungan bahan kimia, metabolitnya, produk reaksinya atau penanda kerentanan dalam jaringan atau spesimen manusia.

Baca Juga:  PENTINGNYA IDENTIFIKASI KASUS DAN PENELUSURAN KONTAK ERAT DI TEMPAT KERJA

Data hasil pemeriksaan biomonitoring dapat disajikan dalam bentuk indikator kesehatan masyarakat lingkungan atau ringkasan numerik sederhana dari data surveilans, seperti proporsi individu yang terpajan berat.

Lakukan pemeriksaan biomonitoring agar pekerja Anda dapat terhindar dari dampak buruk kadmium pada kesehatan mereka. Gapai semangat #KerjaBersamaSehatBersama

 

t.ly/by3L t.ly/Fqqg t.ly/bxcG