Vaksinasi Dosis Ketiga

Melihat bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia masih relatif tinggi, maka kondisi tenaga kesehatan yang bertemu secara langsung dengan pasien, perlu menjadi perhatian. Kebijakan vaksinasi ketiga kepada tenaga kesehatan menjadi keputusan yang diambil oleh pemerintah.

Dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes  menyatakan bahwa vaksinasi dosis ketiga (booster) saat ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19. Diperkirakan jumlahnya ada sekitar 1,5 juta orang, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemberian suntikan ketiga telah diungkapkan oleh Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) UK. Dua argumen utama untuk mendukung pemberian dosis ketiga adalah karena efektivitas dua vaksinasi pertama menurun seiring waktu, dan bahwa vaksinasi tambahan dibutuhkan untuk menghadapi varian virus baru, seperti varian delta.

Kebanyakan orang memiliki tingkat antibodi persisten yang baik yang dapat dideteksi setidaknya selama tujuh bulan. Namun, beberapa orang lain memiliki tingkat antibodi yang cukup rendah atau kadarnya turun dengan cepat setelah infeksi atau vaksinasi. Variabilitas itu membuat sulit untuk mengetahui seberapa berguna data antibodi untuk mengukur kekebalan yang bertahan lama terhadap infeksi.

Terkait pemberian dosis ketiga, vaksin Moderna yang akan dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273. Penyuntikannya dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis.

Kementerian Kesehatan menyampaikan vaksinasi dosis ketiga tidak diberikan untuk khalayak umum. Hal ini dikarenakan keterbatasan pasokan vaksin dan terdapat lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan suntikan. 

Untuk kita yang telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama maupun kedua, tetap jaga kondisi kesehatan kita dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 6M. Dan agar pandemi di Indonesia mengalami penurunan, ajak rekan-rekan lainnya untuk melakukan vaksinasi.

Sumber: t.ly/036q t.ly/ZKoa