Safety Sign di Lingkungan Kerja & Komponennya

Gunakan Safety Sign dengan Tepat Bagi Lingkungan Kerja Anda

Setiap perusahaan tentu ingin meminimalisir angka kecelakaan kerja hingga zero accident. Hal tersebut tentu dapat Kolega Prodia capai, salah satu caranya adalah dengan memberi pemahaman mengenai safety sign kepada seluruh pekerja. Safety sign adalah sebuah media komunikasi visual berupa piktogram/simbol dan teks yang berguna untuk menyampaikan informasi bahaya atau pesan-pesan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) kepada pekerja, kontraktor, dan tamu yang berada di area perusahaan. Oleh sebab itu, mari kita pahami bersama mengenai pentingnya safety sign.

Memasang safety sign atau rambu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja bukan hanya sekadar pemenuhan regulasi semata, tetapi juga sebagai upaya pengendalian bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK). Sebelum memasang safety sign di tempat kerja, Anda perlu memerhatikan komponen penting di dalam pembuatan safety sign agar siapapun yang membacanya dapat memahami, melakukannya dan hasilnya meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Acuan yang umum digunakan dalam pembuatan safety sign di lingkungan kerja diantaranya ANSI Z535, BS ISO 3864, dan ISO 7010. Berikut adalah beberapa komponen penting yang terdapat pada safety sign sesuai standar internasional:

Aspek Warna dalam Safety Sign

Safety sign memiliki kode warna khusus yang berbeda-beda makna dan penggunaannya. Kode warna tersebut terdiri dari: warna merah yang berarti bahaya, larangan, peralatan pemadam kebakaran, oranye yang bermakna peringatan (sumber: ANSI), kuning berarti tanda waspada dan peringatan, biru bermakna menyampaikan informasi keselamatan, dan hijau artinya instruksi keselamatan, peralatan keselamatan, dan kondisi aman.

Safety Alert Symbol dan Signal Word

Safety alert symbol adalah simbol yang menunjukkan bahaya yang terdiri dari segitiga sama sisi mengelilingi tanda seru pada bagian tengahnya. Simbol ini hanya digunakan pada safety sign peringatan bahaya. Sementara signal word adalah sebuah kata yang terdapat pada header safety sign yang dibuat untuk menarik perhatian dan menunjukkan tingkat atau derajat bahaya. Signal word terdiri dari danger (bahaya), warning (peringatan), caution (waspada/awas), dan notice (perhatian).

Aspek Bentuk (Surround Shape/Geometric Shape) dalam Safety Sign

Surround shape ( ANSI Z535) atau geometric shape (BS ISO 3864) adalah bentuk geometris di sekitar simbol/piktogram atau yang mengelilingi gambar simbol/piktogram, yang dapat menyampaikan informasi keselamatan tambahan. 

  • Lingkaran (Circle), digunakan untuk menunjukkan larangan atau perintah yang harus diikuti. Contoh: Tanda larangan merokok berbentuk lingkaran dengan gambar rokok di dalamnya.
  • Segitiga (Triangle), sering digunakan untuk menunjukkan bahaya atau peringatan. Contoh: Tanda peringatan bahaya listrik berbentuk segitiga dengan gambar kilatan petir di dalamnya.
  • Persegi (Square), digunakan untuk memberikan informasi umum atau instruksi yang harus diikuti. Contoh: Tanda instruksi mengenai penggunaan alat pemadam api berbentuk persegi dengan gambar alat pemadam api di dalamnya.
  • Persegi panjang (Rectangle), biasanya digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut atau instruksi spesifik. Contoh: Tanda instruksi penggunaan tangga darurat memiliki segiempat panjang dengan gambar orang menggunakan tangga.
  • Bentuk Khusus (Special Shapes), digunakan untuk memberikan penekanan atau pengertian yang lebih spesifik. Contoh: Tanda peringatan terhadap bahan berbahaya dapat menggunakan bentuk ikonik botol beracun atau gambar tengkorak
Baca Juga:  Obesitas dan Produktivitas: Bagaimana Obesitas Mempengaruhi Kinerja Pekerja

Piktogram dalam Safety Sign

Simbol/piktogram juga harus sesuai standar agar mudah dikenali dan dipahami pekerja dan orang lain yang berada di lingkungan perusahaan. Umumnya, standar yang digunakan untuk simbol/piktogram adalah ISO 7010 yang mengatur tentang standarisasi safety sign. Piktogram dalam safety sign biasanya didesain sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh siapa pun, terlepas dari bahasa dan budaya mereka serta memberi info langsung mengenai bahaya, APD, atau informasi tertentu. Dengan kata lain, tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan yang jelas tentang potensi bahaya, larangan, kewajiban, atau informasi keselamatan lainnya, hanya dengan melihat simbol atau gambar.

Berikut beberapa contoh piktogram dalam safety sign:

  1. Piktogram bahaya: Biasanya berupa simbol segitiga merah dengan gambar di dalamnya, gambar api untuk menjelaskan “Bahaya Mudah Terbakar”, tengkorak dan tulang berbentuk silang untuk menjelaskan “Bahan Beracun”, atau simbol ledakan untuk menjelaskan “Bahaya Ledakan”.
  2. Piktogram larangan: Biasanya berbentuk lingkaran merah dengan garis diagonal merah melintasi gambar di dalam lingkaran tersebut. Misalnya, gambar rokok dengan garis melintasi menunjukkan “Dilarang Merokok”.
  3. Piktogram kewajiban: Biasanya berbentuk lingkaran biru dengan simbol putih di dalamnya, misalnya gambar helm keselamatan dapat digunakan untuk menyatakan “Harus Menggunakan Helm”.
  4. Piktogram informasi: Biasanya berbentuk persegi atau lingkaran, dengan berbagai warna dan simbol sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan. Misalnya, gambar kursi roda di dalam lingkaran biru menandakan “Akses untuk Penyandang Disabilitas”.
Baca Juga:  Mengenal Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Pentingnya Pemeriksaan Gula Darah

Teks/pesan dalam Safety Sign

Teks/pesan pada safety sign harus jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Mengacu ANSI Z535, teks/pesan safety sign biasanya mencakup headline dan pernyataan singkat mengenai tindakan, deskripsi bahaya, konsekuensi jika bahaya tidak dihindari, atau informasi tanggap darurat.


Semakin paham dengan pembuatan safety sign yang akan ditempatkan di lingkungan kerjamu? Dukung berbagai upaya program kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerjamu dan dapatkan informasi kesehatan kerja lainnya melalui
www.prodiaohi.co.id .