Pentingnya Olahraga dan Peningkatan Sistem Imun

Pandemi COVID-19 yang menyerang banyak negara membuat sebagian pekerja harus tinggal di rumah dan duduk lebih lama di depan meja. Tetapi bukan berarti Kolega Prodia melupakan pentingnya berolahraga pada saat seperti ini. Anda hanya perlu mengambil waktu untuk istirahat sejenak dari posisi duduk  dan melakukan 3-4 menit gerakan fisik intensitas ringan, seperti berjalan atau peregangan, yang akan membantu melemaskan otot, meningkatkan sirkulasi darah dan aktivitas otot.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Hal ini akan membantu Anda menurunkan tekanan darah tinggi, mengatur berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan berbagai jenis kanker – semua kondisi yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap COVID-19. Pada aspek kesehatan mental pun olahraga dapat mengurangi risiko depresi, penurunan kognitif dan menunda timbulnya demensia dan memperbaiki suasana hati secara keseluruhan.

David Nieman, DrPH, seorang profesor di departemen biologi di Appalachian State University dan direktur dari Human Performance Laboratory, mengatakan bahwa setiap orang hanya memiliki sejumlah kecil sel kekebalan yang beredar di seluruh tubuh. Dengan berolahraga maka aliran darah dan sistem limfatik akan meningkat dikarenakan otot yang berkontraksi. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak dalam meningkatkan sirkulasi sel-sel kekebalan, dengan jumlah dan kecepatan yang lebih tinggi, kata Nieman. Secara khusus, olahraga membantu mencukupi sel kekebalan yang khusus — seperti natural killer cell dan T-cells — yang bertugas menemukan patogen (seperti virus) dan melenyapkan nya. 

Melalui risetnya, Nieman menyatakan ketika seseorang berjalan cepat selama 45 menit maka ia akan mengalami peningkatan sel-sel kekebalan di dalam tubuh hingga tiga jam setelah berjalan. Dalam penelitian lain dari Nieman dan timnya di tahun 2011, yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, ditemukan bahwa orang yang melakukan latihan aerobik lima hari atau lebih dalam seminggu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga lebih dari 40% dalam periode 12 minggu.

WHO memberikan rekomendasi aktivitas berolahraga bagi Anda yang berusia di atas 18 tahun:

  • Lakukan 150 menit per minggu aktivitas fisik intensitas sedang atau setidaknya 75 menit per minggu aktivitas fisik intensitas tinggi
  • Untuk manfaat kesehatan tambahan, tingkatkan aktivitas fisik intensitas sedang menjadi 300 menit per minggu, atau setara.
  • Untuk membentuk dan menjaga kesehatan muskuloskeletal, olahraga latihan otot yang melibatkan kelompok otot utama sebaiknya dilakukan 2 hari atau lebih dalam seminggu
  • Untuk Anda yang berusia lanjut dengan mobilitas yang buruk, lakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh dalam 3 hari atau lebih setiap minggunya.

Harvard Medical School juga menyampaikan bahwa aktivitas fisik yang konsisten membantu melindungi Anda jika terkena COVID-19, terlebih jika sudah mendapatkan vaksinasi. Dengan menggerakkan tubuh setiap hari, seperti berjalan kaki, banyak manfaat yang dirasakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Maka beraktivitaslah, lakukan vaksinasi dan tetap patuhi protokol kesehatan agar Kolega Prodia dapat #KerjaBersamaSehatBersama

Sumber: t.ly/aFD5 t.ly/rLvg t.ly/kuzy