Mengkaji Kualitas air di Indonesia

Mengkaji Kualitas air di Indonesia - Mengkaji Kualitas air di Indonesia

Semua orang tentu ingin sehat, termasuk Anda dan keluarga Anda. Namun kadang kita abai akan satu unsur penting dalam hidup kita, yaitu air. Sejumlah 60% dari tubuh kita, terlebih orang dewasa, terdiri dari air. Namun sayangnya kualitas air yang kita konsumsi dianggap sebagai hal yang sepele.

Banyak masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Contohnya pada tahun 2019, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyebab utama kematian pada balita (usia 12-59 bulan), dengan jumlah 314 kasus di Indonesia adalah diare. Diare disebabkan adanya beberapa virus, bakteri dan protozoa yang berada dalam tubuh akibat konsumsi air dan makanan kurang higenis, yang menyebabkan kehilangan air dan elektrolit sehingga berdampak pada kondisi dehidrasi. Contoh lainnya adalah demam tifoid, yaitu penyakit diakibatkan infeksi bakteri Salmonella Typhi melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Demam tifoid merupakan penyakit menular ke-5 yang dapat terjadi pada semua umur di Indonesia serta berada di urutan ke-15 sebagai penyakit kematian semua umur di Indonesia.

Baca Juga:  Antigen Rapid Test (Tes Cepat Antigen)

Masih terdapat berbagai penyakit lainnya yang diakibatkan oleh kualitas air di Indonesia yang kurang baik. Pada tahun 2021 Indeks kualitas air (IKA) masih belum mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN); skor yang tercatat hanya sebesar 53,33 poin dengan target nasional adalah 55,2 poin. Skor IKA tahun 2021 ini pun menunjukkan penurunan 0,2 poin dibandingkan pada tahun sebelumnya, di mana tahun 2020 tercatat Indonesia memiliki skor IKA sebesar 53,53 poin.

Penilaian IKA bertujuan untuk menilai kualitas air dari suatu perairan (sungai dan danau). Dalam pengukuran indeks ini, terdapat 9 parameter yang dinilai, yaitu pH, suhu, dissolved oxygen (DO), biological oxygen demand (BOD), turbiditas, total solid, total fosfat, nitrat, dan jumlah faecal coliform.

Lantas apa yang menyebabkan hasil skor IKA di tahun 2021 tersebut masih jauh dari target, bahkan mengalami penurunan? Menurut Sigit Reliantoro, selaku Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, penyebab hal ini terjadi dikarenakan masih adanya BOD (biological oxygen demand) dan E-Coli. Kedua zat tersebut merupakan hasil dari limbah rumah tangga yang belum terkelola dengan baik. Dan hal ini menjadi tugas bersama untuk memperbaiki sistem pembuangan di tempat tinggal masing-masing agar skor IKA dapat mencapai target.

Baca Juga:  Mendeteksi Kualitas Gizi dalam Daging

Tentu bagi Anda yang memiliki usaha di bidang FnB, kualitas air minum dan juga bahan pangan menjadi perhatian yang penting agar hasil olahan dapat berkualitas juga dengan baik. Oleh sebab itu, Anda memerlukan laboratorium pangan yang dapat menguji bahan pangan dari Prodia OHI. Prodia Food Health Laboratory merupakan layanan laboratorium pangan yang mengedepankan aspek-aspek kesehatan bahan pangan yang tepat bagi Anda yang berbisnis di bidang F&B, seperti hotel, restaurant, kafe, jasa katering, kantin perusahaan, penelitian mahasiswa maupun untuk kalangan masyarakat awam.

Terdapat dua jenis layanan besar yang disediakan oleh Prodia Food Health Laboratory, yaitu:

  • Pemeriksaan mikrobiologi, di mana di dalamnya terdapat pemeriksaan E-coli, Koliform, Yeast and Mold dengan metode ISO 21527 (spread plate) dan TPC (Total Plate Count) dengan metode ISO 4833:2013 (pour plate);
  • Pemeriksaan kimia, di mana di dalamnya terdapat pemeriksaan heavy metal, food additive dan forbidden material.

Sebagai pemilik usaha, direksi ataupun manajer yang mengedepankan kualitas olahan makanan dan minuman, tentu Anda akan memberikan yang terbaik. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan Anda untuk mengkaji kualitas air maupun bahan lainnya, hubungi kami melalui:

  1. (0361) 4491897
  2. prodia.fhl@prodiaohi.co.id
Baca Juga:  Asupan Nutrisi Bagi Imunitas Tubuh

Sumber: t.ly/hlpY t.ly/Mmk5 t.ly/rS9G https://bit.ly/3r92Hmm t.ly/SZeu https://bit.ly/3411uFd