Membangun Usaha Kuliner Dengan Prinsip Zero Waste

Kolega Prodia menggeluti bisnis di bidang kuliner? Tentunya Anda perlu tahu fakta bahwa sampah yang dihasilkan Indonesia mencapai 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton pertahun dan 50%nya adalah sampah organik (sampah makanan). Dengan semakin banyaknya sampah makanan yang terus menumpuk dan tidak diolah dengan baik, maka akan terproduksi gas metana yang berdampak pada pembentukan efek rumah kaca. Maka pengelolaan bahan pangan yang baik pada bisnis Anda, sedikit banyak akan berpengaruh bagi keselamatan lingkungan.

Gagasan memasak tanpa limbah merupakan satu solusi yang dapat Kolega Prodia terapkan pada bidang bisnis Anda, di mana dalam pengelolaannya terdapat usaha untuk mengurangi sisa makanan dan sampah kemasan sesedikit mungkin saat memasak dan makan. 

Secara konsep, penerapan zero waste dalam usaha kuliner juga menerapkan “reduce, reuse, recycle” seperti berikut ini:

  • Reduce. Gunakan lebih sedikit — atau lakukan tanpa — bahan-bahan yang tidak perlu. Masak dengan porsi yang lebih kecil untuk menghindari sisa makanan yang berlebihan.
  • Reuse. Gunakan kembali sisa makanan alih-alih membuangnya. Gunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk membeli bahan masakan dalam jumlah besar.
  • Recycle. Olah sisa makanan menjadi bahan kompos. Belilah makanan dari organisasi berbasis food rescue yang memastikan bahwa produk pertanian tidak terbuang sia-sia.

Dengan menerapkan tiga konsep tersebut dalam bisnis kuliner Anda, maka secara tidak langsung Anda berkontribusi besar bagi banyak orang di berbagai tempat, terlebih bagi bumi yang kita tinggali saat ini. Penerapan zero waste juga membantu pengeluaran Anda dalam membeli bahan makanan menjadi lebih tepat sesuai kebutuhan. Memasak tanpa menghasilkan limbah juga memaksa Anda dan setiap pegawai untuk lebih kreatif, eksperimental dalam menciptakan menu dari bahan makanan yang kerap diabaikan.

Untuk menerapkan prinsip zero food waste dalam bisnis kuliner, Kolega Prodia dapat mencoba 5 langkah yang dianjurkan oleh komunitas Zero Waste Indonesia:

  1. Buat perencanaan belanja dan periksa inventaris dengan baik. Buatlah list bahan makanan yang akan dibeli dengan mengamati bahan makanan yang sudah berada di tempat penyimpanan makanan bisnis Anda. Takarlah bahan yang benar-benar dibutuhkan lalu berbelanjalah sesuai list tersebut.
  2. Belilah secukupnya dalam seminggu. Membangun kebiasaan berbelanja dalam waktu sepekan atau kurun waktu tertentu akan membantu Anda untuk membeli secukupnya!
  3. Simpan bahan makanan dengan benar! Simpan makanan di tempat yang baik agar bahan makanannya bisa lebih tahan lama. Pahami bahwa setiap bahan makanan, dari buah-buahan, sayur, herba dan ragam bahan pangan lain memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam penyimpanan. Maka perhatikan suhu ruangan, pencahayaan dan kebutuhan penyerapan air.
  4. Persiapan makanan. Gunakan waktu senggang untuk memotong dan mengolah sebagian bahan makanan dan bentuk pengolahan lainnya dilakukan ketika adanya pemesanan makanan.
  5. Manfaatkan bahan makanan sisa. Gunakan sisa-sisa sayur atau sayur yang sudah hampir layu di kulkas untuk diolah menjadi kaldu sayur! Sisa-sisa masakan lainnya juga dapat diolah menjadi hidangan baru yang unik tetapi tetap lezat dan sehat, seperti membuat Oseng Pedas Kulit Semangka, Tumis Kulit Buah Naga Wortel Tauge dan masih banyak olahan makanan lainnya.

Hal yang tak kalah penting dari penerapan zero food waste pada bisnis kuliner adalah memastikan kualitas pangan terhindar dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Kolega Prodia dapat menggunakan layanan Food Health Laboratory dari Prodia OHI untuk memastikan kualitas kesehatan pangan untuk bisnis kuliner Anda.

 

Sumber: t.ly/YYkl t.ly/w7cU t.ly/rEhD t.ly/lPX2