Memahami Potensi Terjadinya Heat Stress di Lingkungan Kerja Anda

Memahami Potensi Terjadinya Heat Stress di Lingkungan Kerja Anda - Memahami Potensi Terjadinya Heat Stress di Lingkungan Kerja Anda

Istilah “heat stress” semakin marak terlebih dengan terjadinya beberapa kasus pekerja yang pingsan dan mengalami gangguan kesehatan saat bekerja di luar ruangan. Namun apa sih yang sebenarnya menyebabkan heat stress? Bagaimana prosesnya? Dan apakah kita bisa menghindari terjadinya heat stress bagi diri kita maupun bagi pekerja lainnya?

Umumnya tubuh bereaksi terhadap panas dengan meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit, dan dengan berkeringat. Hal ini menyebabkan pendinginan tubuh saat keringat menguap dari permukaan tubuh dan panas dibawa ke permukaan tubuh dari dalam oleh peningkatan aliran darah. Panas juga dapat hilang melalui radiasi dan konveksi dari permukaan tubuh. Namun terdapat situasi khusus di mana tubuh mengalami kegagalan dalam mengendalikan suhu. Selain suhu udara, faktor-faktor seperti tingkat kerja, kelembaban dan pakaian yang dikenakan saat bekerja dapat menyebabkan stres panas. 

Beberapa kasus terjadinya heat stress adalah pekerja yang mengenakan pakaian pelindung dan melakukan pekerjaan berat dalam kondisi panas dan lembab. Pekerja ini memiliki risiko mengalami heat stress karena:

  1. Penguapan keringat dibatasi oleh jenis pakaian dan kelembaban lingkungan;
  2. Panas akan diproduksi di dalam tubuh karena tingkat kerja dan, jika panas yang hilang tidak mencukupi, suhu inti tubuh akan naik;
  3. Saat suhu inti tubuh naik, tubuh bereaksi dengan meningkatkan jumlah keringat yang diproduksi, yang dapat menyebabkan dehidrasi;
  4. Detak jantung juga meningkat yang memberi tekanan tambahan pada tubuh;
  5. Jika tubuh mendapatkan lebih banyak panas daripada yang bisa hilang, suhu tubuh bagian dalam akan terus meningkat;
  6. Akhirnya mencapai titik ketika mekanisme kontrol tubuh itu sendiri mulai gagal
Baca Juga:  Cegah Diabetes dengan Pemeriksaan Gula Darah

Gejala akan memburuk ketika seseorang tetap bekerja dalam kondisi yang sama.

Beberapa jenis usaha yang memiliki risiko heat stress adalah:

  • pabrik pembuatan kaca dan karet;
  • terowongan udara terkompresi;
  • pembangkit listrik;
  • pengecoran dan peleburan;
  • pabrik pembuatan batu bata dan keramik;
  • pekerja dapur katering maupun hotel/restaurant;
  • cucian.

Tentu sebagai HRD, Manajer, Direksi dan pemilik usaha, Anda perlu memperkirakan adanya sirkulasi udara yang baik di tempat kerja. Beberapa regulasi perlu juga Anda terapkan demi tercapainya lingkungan kerja dengan risiko heat stress yang rendah.

Hal yang tentu dapat Prodia OHI lakukan bagi Anda adalah melalui pemeriksaan Heat Stress dalam layanan environmental monitoring. Melalui layanan ini Prodia OHI, akan memeriksa adanya berbagai risiko yang menyebabkan kecelakaan kerja dan memberikan rekomendasi bagi Anda meminimalisir. Cegah terjadinya heat stress bagi pekerja agar dapat #KerjaBersamaSehatBersama

 

Sumber:   t.ly/DVvK t.ly/gjrY