Kebijakan Bagi Karyawan yang Mengandung di Masa Pandemi

Dalam masa pandemi, beberapa karyawan yang mengalami kondisi kesehatan tertentu perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak mengalami penurunan produktivitas. Salah satu kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan adalah kehamilan yang terjadi pada karyawan wanita.

Mengandung di masa pandemi, tentu membuat timbulnya kecemasan-kecemasan tersendiri di dalam benak sang calon ibu. Karyawan wanita yang sedang hamil dan memiliki kondisi medis bawaan seperti hipertensi dan Diabetes, memiliki kemungkinan peningkatan risiko komplikasi apabila terkena COVID-19. Pasien COVID-19 dengan kondisi kehamilan berpotensi mengalami kondisi yang mengharuskannya dirawat di ICU dengan ventilasi mekanis, dan bahkan kematian. COVID-19 juga memicu risiko terjadi pada kondisi kelahiran prematur.

Komplikasi yang terjadi pada wanita hamil yang positif COVID-19 ini dikarenakan adanya perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil, di mana Kolega Prodia maupun karyawan wanita di perusahaan Anda dapat mengalami dampak yang cukup parah karena beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan. Maka, penting bagi karyawan yang sedang hamil untuk melakukan langkah proteksi diri ketika sedang beraktivitas di kantor atau pabrik. Ingatkan ia untuk melaporkan setiap gejala yang mungkin timbul (termasuk demam, batuk, atau kesulitan bernapas) ke dokter atau klinik kantor.

Beberapa tindakan pencegahan berikut, dapat dilakukan oleh Kolega Prodia maupun karyawan yang sedang mengandung, agar terhindar dari yang tidak diinginkan:

  1. Melakukan physical distancing, setidaknya 1 meter.
  2. Rutin mencuci tangan dengan antiseptik berbahan dasar alkohol atau sabun dan air bersih yang mengalir.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan, terlebih tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  4. Menggunakan masker, terlebih jika berada pada lokasi umum atau bersama-sama dengan karyawan lainnya. Lakukan etika batuk/bersin dengan menggunakan siku yang terlipat atau tisu, lalu buang tisu bekas tersebut ke tempat sampah tertutup.

Apabila terjadi kondisi demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera hubungi dokter atau pertolongan medis terdekat. Bagi karyawan yang mengandung dan baru melahirkan – baik itu bebas maupun terjangkit COVID-19 – tetap perlu menjalani perawatan kesehatan rutin seperti biasanya. Jika terkonfirmasi atau dicurigai terjangkit COVID-19 pada karyawan yang sedang mengandung atau baru melahirkan, tenaga kesehatan akan memberlakukan tindakan pencegahan yang tepat, termasuk penggunaan pakaian pelindung yang tepat, untuk mengurangi risiko infeksi bagi Anda dan orang lain.

Bagi Kolega Prodia yang memegang peranan penting pada Human Resource maupun berada di tingkat manajemen atau pengambil keputusan, perlu memberi perhatian pada karyawan yang sedang hamil. Apabila memungkinkan, hadirkan solusi bekerja dari rumah untuk mereka. 

Apabila pekerjaan karyawan tersebut tidak cocok untuk dikerjakan di rumah, maka ada kerangka kelaikan kerja yang harus diikuti oleh Kolega Prodia, seperti penilaian risiko kerja. Jika dalam penilaian dianggap laik bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan, Kolega Prodia perlu memberikan perlindungan kepada karyawan tersebut, seperti memberi peralatan pelindung pribadi tambahan, memastikan langkah-langkah jarak sosial diterapkan, dan mengurangi durasi kerja atau mengubah waktu giliran karyawan tersebut. Jika dalam penilaian didapatkan laik kerja dengan kondisi tertentu, maka perlu disampaikan kepada karyawan yang bersangkutan. Jika dalam penilaian dianggap tidak laik kerja, maka ada kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi sebagai hak karyawan.

Tentu kondisi pandemi ini bukan hal yang mudah bagi Kolega Prodia dalam membuat keputusan terkait kondisi karyawan yang sedang mengandung. Maka, dengan menegakkan protokol kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin serta turut serta dalam program vaksinasi, sangat diperlukan agar karyawan dapat #KerjaBersamaSehatBersama.

 

Sumber: t.ly/gtoV t.ly/QY4q