Jangan Biarkan Indonesia Menjadi Episentrum COVID-19

Kasus Covid di Indonesia melonjak melewati India, di mana jumlah kasus hariannya melampaui 40.000 selama dua hari berturut-turut – termasuk rekor tertinggi 47.899 pada hari Selasa 13 Juli. Dilaporkan bahwa Indonesia rata-rata 907 kematian setiap hari dalam tujuh hari terakhir. Lantas apakah Kolega Prodia akan berdiam diri saja?

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman dalam percakapan dengan CNBC Indonesia, Minggu (27/06/2021), menyatakan “Saat ini dua dari tiga negara itu masih menjadi episentrum dan kasus kematian yang menjadi masalah. Indonesia bukan berarti sudah bebas, tapi malah bisa semakin besar kasusnya karena sinergitas pemerintah dan masyarakat. Dalam situasi harus menghadapi bersama-sama, tidak ada yang lebih dominan.”

Dalam upaya menekan kasus COVID-19, pemerintah Indonesia berusaha mengupayakan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Pemerintah akan mengupayakan ketersediaan vaksin terpenuhi untuk setidaknya 208.265.720 penduduk untuk tercapainya herd immunity. Berdasarkan data covid19.go.id, hingga 14 Juli telah tercatat 15,190,998 orang menerima vaksinasi dengan dua dosis suntikan.

Hingga saat ini terdapat 6 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Setiap jenis vaksin tersebut memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing-masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian, hingga platform vaksin yang berbeda-beda, yakni inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein. Dan hal yang paling penting, setiap jenis vaksin tersebut telah dipastikan keamanan dan efektivitas serta selalu dilakukan evaluasi berkala.

(Insert image: 

https://drive.google.com/file/d/1BuXZSq9cLwbCfAkOS1dr98I3zFHplo6W/view?usp=sharing

Sukseskan program vaksinasi COVID-19 agar Indonesia pulih dari pandemi ini. Jika Kolega Prodia atau kerabat lainnya ragu untuk melakukan vaksinasi karena beragam informasi yang beredar di media sosial atau ragam aplikasi pesan lainnya, maka periksa kebenarannya dengan memeriksanya pada tautan Hoax Bustersberikut, di mana telah menghasilkan lebih dari 870 artikel yang mengevaluasi konten online terkait COVID-19 selama setahun terakhir.

Tetap lakukan protokol kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan 6M: memakai masker, menjaga kebersihan tangan⁣⁣, menjaga jarak⁣⁣, mengurangi mobilitas⁣⁣, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup⁣⁣⁣, menjauhi kerumunan⁣⁣, agar kita dapat #KerjaBersamaSehatBersama

 

Sumber: t.ly/vTbj t.ly/66l1 t.ly/YcpJ t.ly/pAxF