CEGAH PENYAKIT TERKAIT MUSIM HUJAN DI KANTOR

Musim hujan, merupakan momen untuk Kolega Prodia semakin menjaga kesehatan lebih lagi. Dengan iklim tropis, negara Indonesia memiliki potensi terjadinya ancaman beragam jenis penyakit, terlebih di musim hujan seperti Influenza, Demam Berdarah Dengue, Malaria, Diare, Hepatitis A, Demam tifoid, dan Leptospirosis.
Agar kantor Kolega Prodia tidak menjadi tempat dari penyebaran penyakit, maka diperlukan tindakan antisipatif dengan menekan penyebab dari penyakit-penyakit di atas.

Influenza, merupakan infeksi dari virus influenza yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar melalui ingus, dahak, maupun air liur yang dikeluarkan saat batuk atau bersin. Hal yang dapat dilakukan agar virus influenza tidak menyebar kepada Kolega Prodia lainnya yang berada di kantor adalah dengan menggunakan masker medis, adanya peralatan makan dan minum yang dipakai secara pribadi, serta melakukan vaksinasi influenza.

Demam berdarah dengue atau DBD, merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Sesuai dengan anjuran pemerintah, pelaksanaan program 3M+ perlu dilakukan oleh perusahaan, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat tempat penampungan air
  • Mendaur ulang ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk
  • Dan M lainnya, yaitu Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Menggunakan obat anti nyamuk, Memasang kasa kawat kasa pada jendela dan ventilasi, serta Membersihkan lingkungan secara gotong royong

Malaria, yaitu penyakit yang terjadi karena infeksi parasit Plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk Anopheles. Akibatnya, penderita malaria akan merasa demam, nyeri tulang dan otot, menggigil, serta lemas. Kolega Prodia dapat menggunakan mesin Mosquito Killer sebagai bentuk pencegahan dari Malaria.

Diare, adalah penyakit yang disebabkan kontaminasi virus, bakteri atau parasit pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. Kolega Prodia dapat mencegah terjadinya diare dengan menyediakan katering makanan yang higienis serta menerapkan kampanye pentingnya mencuci tangan, termasuk sebelum makan.

Hepatitis A, yaitu kondisi di mana terjadi peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Hampir sama seperti diare, Hepatitis A dapat dicegah dengan pengadaan makanan sehat dan higienis bagi rekan kantor dan menerapkan pentingnya cuci tangan.

Demam tifoid atau yang dikenal sebagai tifus, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang terdapat pada makanan dan air yang kotor. Walaupun vaksinasi tifoid pernah diberikan saat kita kecil, bakteri Salmonella typhi makin berkembang dan resisten terhadap antibiotik untuk mengobati tifus. Maka diperlukan tindakan preventif lainnya, seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum mengkonsumsi makanan, penyediaan makanan yang higienis, hindari olahan masakan yang mentah (kecuali sudah dibersihkan dengan air bersih), dan pembersihan kamar mandi secara teratur.

Leptospirosis, merupakan penyakit yang kerap terjadi di wilayah pabrik disebabkan urine atau darah dari hewan seperti tikus, anjing, dan sapi.dan juga tanah atau air yang telah terkontaminasi bakteri Leptospira. Ketika kita terkena bakteri ini, maka akan timbul gejala berupa sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, nyeri di bagian betis, dan sakit perut. Kolega Prodia yang memiliki usaha berkaitan dengan peternakan, pertambangan dan pertanian, perlu mencegah terjadinya penyakit ini dengan cara berikut:

  • Menyediakan pakaian dan peralatan pelindung tubuh dari kontak langsung dengan hewan pembawa;
  • Selalu gunakan air bersih untuk mengelola makanan;
  • Menyediakan fasilitas kamar mandi setelah karyawan bekerja;
  • Menjaga kebersihan badan dan juga tangan;
  • Lakukan vaksinasi pada hewan ternak.

Tentu dengan banyaknya ragam jenis penyakit yang mungkin hadir di musim hujan, dapat membuat Kolega Prodia makin waspada dalam #KerjaBersamaSehatBersama. Tetap jaga kesehatan di setiap musim dan lakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi gangguan kesehatan lebih dini.
Sumber: t.ly/UjxV t.ly/ZdNc t.ly/LD6q t.ly/di7c t.ly/QT9I