VIRUS ZIKA PADA PEKERJA

Jumat, Maret 4th, 2016

Dr. Nia Widyanti

 

Pendahuluan

Pada tanggal 3 Februari 2016, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menngeluarkan travel advisory dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan tertular penyakit yang bersumber dari virus Zika. Langkah yang dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya virus dari luar negeri dilakukan dengan cara meningkatkan kewaspadaan jalur masuk negara melalui intensitas lalu lintas barang dan manusia lintas negara Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia.  Upaya lainnya adalah dengan meningkatkan pelayanan bidang di fasilitas-fasilitas Kesehatan.

Negara-negara yang mengalami KLB(Kejadian Luar Biasa) virus Zika, yaitu Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname. Sedangkan negara-negara yang memiliki status transmisi aktif, yaitu: Barbados, Bolivia, Curacao, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope, Guatemala, Guyana, Haiti, Meksiko, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Tonga, US Virgin Islands, dan Venezuela.

Pada tanggal 1 Februari 2016, WHO (World Health Organization)  mengumumkan status Public Health Emergency of International Concern mengingat penyebaran virus Zika ini sudah lintas negara.

Hingga saat ini lembaga Eijkman mencatat ada lima kasus Virus Zika di Indonesia, yaitu:

  1. Tahun 1981 dilaporkan ada satu pasien di Rumah Sakit Tegalyoso Klaten;
  2. Tahun 1983 dilaporkan ada enam dari 71 sampel di Lombok NTB;
  3. Tahun 2013 dilaporkan ada seorang turis perempuan dari Australia positif terinfeksi virus Zika setelah sembilan hari tinggal di Jakarta;
  4. Tahun 2015 dilaporkan ada seorang turis dari Australia terinfeksi virus Zika setelah digigit monyet di Bali
  5. Tahun 2015-2016 Lembaga Eijkman melaporkan seorang pasien di Provinsi Jambi positif terinfeksi virus Zika. Isolasi virus pertama kali dilakukan di Indonesia. Pemeriksaan ini diawali dengan tingginya kasus penyakit DBD di Jambi sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap 103 sampel darah pasien DBD pada salah satu rumah sakit swasta di Jambi.

Epidemiologi

Virus Zika pertama kali ditemukan pada tubuh monyet di Hutan Zika, Uganda pada tahun 1947 dan pada tahun 1952 ditemukan pada tubuh manusia. Virus Zika merupakan spesies virus dari familia flaviviridae genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga dikenal sebagai vektor DBD, Chikungunya  dan Yellow Fever menggigit pada pagi dan sore/malam. Nyamuk tersebut hidup di genangan air bersih di wilayah tropis  dan sub tropis.

Penularan

Infeksi virus ini berawal dari seseorang yang  telah terjangkit virus Zika. Kemudian nyamuk menghisap darah dan membawa virus zika. Nyamuk yang sudah membawa virus Zika tersebut menularkan pada orang lainnya dengan cara menggigit orang yang belum terinfeksi virus Zika. Nyamuk merupakan vektorr perantara terbanyak, namun penularan juga dimungkinkan terjadi melalui transfusi darah, dari ibu hamil ke janin, hubungan seksual bahkan melalui cairan tubuh seperti air mani, air liur dan urin.  Masa inkubasi virus Zika sampai saat ini masih belum jelas.

Faktor Risiko dan Komplikasi Virus Zika

Selama wabah besar di Polinesia Perancis dan Brasil dilaporkan adanya potensi komplikasi neurologis dan penyakit auto-imun. Di Brazil baru-baru ini telah mengamati adanya peningkatan sindrom Guillain-Barré yang bertepatan dengan infeksi virus Zika pada masyarakat umum dan juga ditemukan peningkatan bayi yang lahir dengan mikrosefalia dengan kelainan yang tampak adalah penurunan kognisi atau kecerdasan dan kelemahan seluruh otot tubuh. Akibatnya, anggota gerak akan lumpuh, kaku, dan sulit digerakkan. Meskipun hingga saat ini belum didukung oleh penelitian yang akurat. Faktor risiko infeksi virus zika adalah ibu hamil dikarenakan rentan melahirkan janin dengan kondisi mikrosefalia.

Gejala

Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita adalah demam, sakit kepala, ruam pada kulit , konjungtivitis, nyeri otot, nyeri sendi, malaise, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan berlangsung selama 2-7 hari.

Infeksi virus Zika dapat diduga berdasarkan gejala dan riwayat (misalnya tinggal atau perjalanan ke suatu daerah yang terdapat virus Zika).

Diagnosis

Diagnosis virus Zika hanya dapat dipastikan dengan tes laboratorium RNA virus Zika dalam darah atau cairan tubuh lainnya, seperti air seni atau air liur. Virus Zika terdeteksi pada cairan sperma setelah virus tersebut tidak lagi terdeteksi pada darah.

Dalam mendiagnosis adanya penyakit ini, maka penting diketahui riwayat perjalanan pada daerah yang terdapat virus zika, transfusi darah, penularan dari ibu hamil ke janin, hubungan seksual, melalui cairan tubuh seperti air liur dan urin.

Tatalaksana

Penyakit virus Zika biasanya relatif ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Orang yang menderita  virus Zika harus banyak beristirahat, minum cukup cairan, dan mengobati rasa sakit dan demam dengan obat-obatan umum. Jika gejala memburuk, mereka harus mencari perawatan medis.  Sampai saat ini tidak ada vaksin yang tersedia.

Pencegahan
Tempat perkembang biakan nyamuk menimbulkan faktor risiko yang signifikan untuk infeksi virus Zika. Pencegahan dan pengendalian mengandalkan mengurangi nyamuk melalui pengurangan sumber dengan cara  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu:

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular virus Zika.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Sebagai tambahan :

  • Mengenakan pakaian (sebaiknya berwarna terang) yang mencakup sebanyak tubuh bila memungkinkan (baju dengan lengan panjang dan celana atau rok panjang, sepatu boot dan juga kaos kaki)
  • Menggunakan penghalang fisik seperti layar jendela
  • Pintu tertutup dan jendela
  • Tidur di ruangan ber AC
  • Jika diperlukan perlindungan pribadi tambahan, seperti tidur di bawah kelambu di siang hari.
  • Obat anti nyamuk harus mengandung DEET (N, N-dietil-3-methylbenzamide), IR3535 (3- [N-asetil-N-butil] acid -aminopropionic etil ester) atau picaridin (1-piperidinecarboxylic asam, 2- (2-hidroksietil) -1-methylpropyl ester) dengan petunjuk label produk harus diperhatikan. Perhatian khusus dan bantuan harus diberikan kepada mereka yang mungkin tidak dapat melindungi diri mereka sendiri secara memadai, seperti anak-anak, orang sakit atau tua.
  • Disarankan untuk  penyemprotan insektisida pada lingkungan.
  • Pengunjung pada daerah yang terdapat virus Zika sebaiknya memproteksi diri dengan tindakan pencegahan dasar untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Virus Zika pada pekerja

Beberapa kebijakan  perusahaan yang ditujukan kepada pekerja menghindari virus zika adalah :

  • Komunikasi / Edukasi karyawan. Edukasi karyawan tentang risiko dari perjalanan ke daerah yang dilaporkan terjadi penyebaran virus zika, gejala kemungkinan Zika (demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah), cara penularan (nyamuk, transfusi darah, dan kontak seksual), dan tindakan pencegahan yang tepat untuk menghindari infeksi virus tsb.
  • Para karyawan / pekerja yang berkunjung pada daerah yang terdapat virus zika agar dapat memproteksi diri dengan tindakan memakai pakaian tertutup (baju lengan panjang, celana panjang, sepatu boot juga kaos kaki). Usahakan tidur dengan kelambu dan ruangan ber AC, memakai obat anti nyamuk (dapat dioles pada kulit, juga dapat disemprot pada ruangan).
  • Pada ibu hamil sebaiknya menghindari daerah yang telah ditemukan virus zika.
  • Indonesia merupakan daerah tropis yang  banyak ditemukan nyamuk Aedes Aegypty, oleh karena itu lakukan gerakan pencegahan sesuai dengan pedoman umum diatas.
  • Untuk penyemprotan dan penanggulangan penyebaran nyamuk dan jentik dapat berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

 

Sumber :

  1. WHO (2016) . “Zika Virus” WHO (World Health Organization). Di akses melalui situs http://www.who.int/mediacentre/factsheets/zika/en/
  2. Yuningsih,R (2016). “Mewaspadai Ancaman Virus Zika”. Diakses melalui situs http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info%20Singkat-VIII-3-I-P3DI-Februari-2016-82.pdf
  3. Monash University (2016). “ Zika Virus Outbreaks” . Diakses melalui situs https://www.monash.edu/ohs/news-and-health-alerts/health-alert/zika-virus-outbreaks.
  4. Young, N(2016). “Zika Virus: Appropriate Workplace Responses” Diakses melalui situs https://www.employmentmattersblog.com/2016/02/zika-virus-appropriate-workplace-responses/

Trackback from your site.