Ergonomi Perkantoran

Selasa, Agustus 25th, 2015

Oleh :

dr. Indah

Ergonomi berasal dari kata Yunani, Ergos berarti kerja dan Nomos yang berarti aturan. Jadi ergonomi adalah suatu aturan atau norma yang terdapat dalam sistem kerja. Ergonomi diperlukan karena setiap aktivitas atau pekerjaan yang tidak dilakukan secara ergonomi akan berakibat tidak nyaman, biaya operasional tinggi, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja meningkat. Akibatnya perfomansi  kerja menurun sehingga menyebabkan penurunan efisiensi dan daya kerja.

Manajemen ergonomi dapat diterapkan pada perkantoran untuk mencegah terjadinya berbagai keluhan kesehatan. Keluhan-keluhan yang sering muncul berkaitan dengan posisi kerja di kantor yang tidak ergonomi antara lain :

  1. Sakit kepala
  2. Mata kering dan terasa pegal (Dry eyes, asthenopia)
  3. Nyeri leher, neck stiffnes
  4. Spasme otot bahu, frozen shoulder
  5. Carpal Tunnel Syndrome; kesemutan, baal atau nyeri pada pergelangan tangan sampai dengan jari-jari tangan
  6. Sakit pinggang dan punggung bawah; Low back pain

Panduan bekerja di kantor secara ergonomi:
a. Posisi ergonomi menggunakan keyboard

Pekerja kantor yang menggunakan keyboard harus menjaga pergelangan tangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. Tangan boleh lebih rendah daripada bahu, pergelangan tangan tidak boleh menggantung, keyboard harus diletakkan lebih rendah, serta tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Lebih baik mempergunakan penyangga pergelangan tangan untuk menopang pergelangan tangan.

 

Gambar Posisi tangan yang benar pada keyboard

  • Beristirahat secara teratur setiap 15-20 menit dengan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan
  • Gunakan penyangga mouse dan atau keyboard untuk kenyamanan pergelangan tangan
  • Jangan menempatkan keyboard pada posisi lebih tinggi atau lebih rendah daripada siku tangan
  • Duduklah dengan tegak
  • Jagalah agar tangan selalu hangat

b. Ergonomi tubuh yang tepat dalam mengoperasikan komputer

Cara duduk yang benar dan baik serta posisi tangan pada saat menggunakan keyboard atau mouse harus sesuai.

  • Jarak Pandang antara mata dengan komputer minimal 60 cm
  • Pandangan antara mata ke monitor harus mengarah sedikit ke bawah atau sekitar 5-15° lebih rendah dari posisi horizontal pandangan mata
  • Usahakan menghindari pantulan lampu atau cahaya yang masuk ke monitor

  • Posisi tangan di atas keyboard harus membentuk sudut 90 derajat begitu juga kaki
  • Atur bangku sehingga posisi tangan menjadi sejajar dengan meja ketika menggunakan keyboard
  • Jangan menggunakan komputer tanpa henti lebih dari 2 jam. Usahakan untuk berdiri, dan melakukan peregangan pada bagian leher, bahu, tangan dan punggung. Berjalanlah sebentar secara periodik sebelum melanjutkan pekerjaan
  • Gunakan penyangga kaki bila diperlukan
  • Gunakan kursi yang dapat menyangga posisi punggung
  • Luangkan waktu setiap 20 menit untuk mengalihkan pandangan dari monitor dan melihat jauh, bisa melihat pepohonan atau lingkungan luar, atau beranjak dari tempat anda menggunakan komputer

NAPZA

Jumat, Juni 12th, 2015

Oleh :

dr.Yupi Gunawan

Pengertian

NAPZA merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya yang merupakan jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi gangguan kesehatan dan kejiwaan.

NAPZA secara umum merupakan zat-zat kimiawi yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh baik secara oral (diminum, dihisap dan dihirup) maupun disuntik dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang. Hal ini dapat menimbulkan gangguan keadaan sosial yang ditandai dengan indikasi negatif, waktu pemakaian yang panjang dan pemakaian yang berlebihan.

Jenis-jenis NAPZA

Menurut UU No. 22 Tahun 1997 tentang narkotika, narkotika dikelompokkan kedalam tiga golongan yaitu:

Narkotika, merupakan suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, menurangi dan menghilangkan rasa nyeri serta dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun psikologik.

Narkotika terbagi menjadi tiga golongan:

  • Narkotika golongan I adalah narkotika yang dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: heroin, kokain, ganja.
  • Narkotika golongan II adalah narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan, digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: morfin, petidin, turunan garam dalam golongan tertentu.
  • Narkotika golongan III adalah narkotika yang berkhasiat dalam pengobatan yang banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan menyebabkan ketergantungan. Misalkan: kodein, garam-garam narkotika dalam golongan tertentu.

Carpal Tunnel Syndrome (Sindroma Terowongan Karpal)

Jumat, Juni 12th, 2015

Oleh:

dr. Jonathan Manuel , MKK

Kadang-kadang kita merasakan nyeri pada pergelangan tangan atau tangan bila digerakkan, kebas, kesemutan pada jari-jari kita. Hal ini disebabkan salah satunya oleh terjepitnya saraf di daerah pergelangan tangan. Di pergelangan tangan kita terdapat suatu terowongan kecil yang didalamnya dilalui oleh saraf medianus, saraf ini mempersarafi ujung ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh sisi luar jari manis.

Keluhan ini dapat dialami oleh siapapun tidak memandang jenis kelamin dan pekerjaan, namun lebih banyak dialami oleh kaum perempuan, khususnya perempuan hamil karena secara anatomis terowongan tersebut lebih sempit pada perempuan, dan akan lebih sempit lagi pada perempuan hamil.

Sekarang ini dengan banyaknya jenis pekerjaan yang kita lakukan dengan menggunakan tangan (genggaman), banyaknya penggunaan motor, seringnya kita mengangkut belanjaan dalam kantung plastik misalnya dan banyak hal lainnya, menambah banyak faktor resiko kita terkena kelainan ini. Kita perlu menghindari posisi tangan yang aneh dan tidak ergonomis ini dalam waktu yang lama untuk menghindari terjadinya kelainan ini.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi pada waktu saraf medianus, tertekan atau tergencet di pergelangan tangan kita. Terowongan karpal merupakan suatu terowongan yang dibentuk oleh ligamen dan tulang serta otot. Kadangkala, penebalan atau pembengkakan dari otot di daerah itu menyebabkan terowongan mengecil dan akhirnya menjepit saraf medianus. Hasilnya adalah nyeri, rasa lemas, atau kebas di tangan dan pergelangan tangan yang menjalar ke lengan. CTS merupakan kelainan saraf terjepit yang umum terjadi.

DETEKSI DINI DISLIPIDEMIA

Rabu, April 8th, 2015

Oleh : dr. Permata Novita Rina

Dislipidemia yaitu kelainan metabolisme lipid (=lemak) yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL dan/atau penurunan kadar kolesterol HDL dalam darah. Prevalensi dislipidemia di Indonesia tahun 2004, didapatkan 16,2 % pada wanita dan 14 % pada pria.

Batasan kadar lipid dalam darah

Komponen Lipid

Batasan (mg/dl)

Klasifikasi

 Kolesterol Total

< 200

 Yang diinginkan

200 – 239

 Batas tinggi

> 240

 Tinggi

 Kolesterol LDL

< 100

 Optimal

100 – 129

 Mendekati optimal

130 – 159

 Batas tinggi

160 – 189

 Tinggi

> 190

 Sangat tinggi

 Kolesterol HDL

< 40

 Rendah

> 60

 Tinggi

 Trigliserida

< 150

 Normal

150 – 199

 Batas tinggi

200 – 499

 Tinggi

> 500

 Sangat tinggi

 

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya dislipidemia. Bisa disebabkan oleh faktor genetik atau juga bisa disebabkan faktor sekunder akibat dari penyakit lain seperti diabetes mellitus, sindroma nefrotik serta faktor kebiasaan diet lemak jenuh (saturated fat), kegemukan dan kurang olahraga.

Bagaimana mendiagnosis Dislipidemia ?

Penggunaan Back Support untuk Pencegahan Low Back Pain pada Pekerja

Rabu, Maret 11th, 2015

Oleh :

Raymos P Hutapea, Indah S Widyahening

 

ABSTRAK

 

Latar belakang: Penggunaan back support untuk pencegahan low back pain pada pekerja manual handling banyak dianjurkan, walaupun belum dapat dibuktikan efektivitasnya.

Tujuan: Memperoleh bukti apakah back support dapat digunakan untuk pencegahan low back pain pada pekerja.

Metode : Pencarian artikel dengan mempergunakan PubMed dan Google scholar serta kriteria inklusi  dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya.  Artikel yang ditemukan kemudian dilakukan telaah dengan mempergunakan kriteria penilaian validitas, besarnya manfaat dan kemampu-terapan.

Hasil : Hasil pencarian didapatkan sebanyak 16 artikel dari PubMed dan 10 artikel dari Google scholar.  Hanya 1 artikel “systematic review” yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.  Artikel ini selanjutnya dilakukan telaah artikel berdasarkan tinjauan sistematis dengan hasil baik dan dapat dipercaya.

Kesimpulan : Belum diketemukannya bukti yang cukup tentang efektivitas penggunaan back support dalam pencegahan low back pain pada pekerja. Penggunaan back support untuk pencegahan low Back Pain pada pekerja dengan manual handling, masih belum bisa dibuktikan efektivitasnya.

Anjuran Bacaan Lanjutan:

  1. Back Belt, Do They Prevent Injury? http://www.cdc.gov/niosh/docs/94-127/
  2. Summary of NIOSH Back Belt Studies: Ergonomics and Musculoskeletal Disorder http://www.cdc.gov/niosh/topics/ergonomics/beltsumm.html

KANKER AKIBAT KERJA

Rabu, Pebruari 11th, 2015

http://us.images.detik.com/content/2013/03/15/763/173252_kankerts.jpg

Oleh: dr. Hayati Darmawi

Kanker merupakan sebuah penyakit tumor ganas yang dapat menyerang organ ataupun jaringan tubuh. Kanker dapat terjadi di berbagai bagian tubuh seperti paru, pankreas, mata, otak, kulit, syaraf, darah dan sebagainya. Meskipun kanker tidak memiliki gejala secara spesifik namun biasanya para penderita kanker akan mengeluhkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  2. Demam yang berkepanjangan
  3. Merasakan lelah berkepanjangan
  4. Rasa nyeri
  5. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, atau lebih kuning atau lebih merah.
  6. Diare atau sulit BAB yang berkepanjangan.
  7. dan gejala-gejala lainnya.

Sebagaian besar penderita kanker adalah usia dewasa dengan berbagai macam faktor penyebab. Banyak orang mengganggap penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang memilik risiko dari keturunan atau genetik, faktor kebiasaan dan gaya hidup dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya. Namun pada kenyataannya hampir 20% penyakit kanker disebabkan oleh bahan karsinogenik seperti zat-zat kimia yang banyak digunakan oleh para pekerja dalam sebuah proses produksi.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Jumat, Januari 30th, 2015

Oleh : dr. Endang

http://4.bp.blogspot.com/-jlg1N2mQtrI/VLvP7kPVXwI/AAAAAAAACM0/U1bLux_oxk0/s1600/index.jpg

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss). Keselamatan kerja secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.

Kerja Shift Dapat Mengganggu Kemampuan Kognitif

Rabu, Desember 31st, 2014

shift-work

Kerja shift diketahui dapat menyebabkan gangguan circadian rhythms (jam biologis sirkadian), kehidupan sosial, serta peningkatan risiko gangguan kesehatan dan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja. Penelitian prospective cohort hingga tahun 1996 terhadap 3232 pekerja menunjukan data bahwa bekerja shift selama 10 tahun atau lebih memiliki hubungan yang kuat dengan terjadinya penurunan kemampuan kognitif. Penurunan kemampuan kognitif terjadi hingga 6,5 tahun lebih besar dibandingkan terhadap penurunan kemampuan kognitif pada rerata populasi umum. Penurunan kemampuan kognitif bisa mengalami perbaikan (recovery) dalam waktu 5 tahun setelah berhenti bekerja shift.

APAKAH HIV DAN AIDS ITU?

Senin, Desember 1st, 2014

Oleh: dr. Juliana Luwiharto

us-statistics-3

Apakah HIV?

HIV adalah Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia dan termasuk golongan retrovirus yang terutama ditemukan di dalam cairan tubuh.

Apakah AIDS?

AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh.

AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh timbul berbagai penyakit oportunistik seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak, dan kanker.

Apa Perbedaan Antara Pengidap HIV Positif Dengan Penderita AIDS?

Kelelahan Kerja

Jumat, November 7th, 2014

fatiguedwoman

Kelelahan kerja tak jarang ditemui pada berbagai situasi kerja.  Kelelahan kerja dapat mengakibatkan gangguan ringan sampai berat. Pekerja menjadi mudah lelah, pusing, mual-mual, pegal-pegal, terganggu konsentrasi bekerja, mudah mengalami kecelakaan kerja, dan adanya kecenderungan peningkatan angka absensi.

Kelelahan kerja berarti berkurang atau hilangnya kesiagaan dan kemampuan untuk menampilkan keselamatan/keamanan yang tinggi di dalam bekerja.