PIT PERDOKI 2016 ke-10

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERDOKI yang ke-10

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) merupakan Organisasi yang menghimpun seluruh dokter spesialis okupasi di Indonesia. PERDOKI telah memprakarsai gerakan “hidup sehat, kerja produktif, bebas dari penyakit akibat kerja” yang tentunya harus diterapkan secara berkesinambungan. Disamping itu, sebagai organisasi profesi juga harus memperkuat organisasi serta membina profesi dan etika anggotanya.

Setiap tahunnya PERDOKI mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) atau Indonesia Occupational Medicine Meeting (IOMU) ke-10 dimana kali ini dilaksanakan pda hari Jumat-Sabtu-Minggu, 14 – 16 Oktober 2016 bertempat di Ballroom Hotel Aston, Palembang. Berupa kegiatan simposium dan workshop dengan mengusung tema utama “Prevention of Occupational Diseases and Accidents Among Health Worker” sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian PERDOKI kepada petugas kesehatan. Diharapkan dengan adanya peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja petugas kesehatan, akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang optimal.

Acara ini sukses dihadiri oleh kurang lebih 300 dokter baik dokter layanan primer di institusi swasta dan pemerintah, dokter Perusahaan, dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dokter spesialis lainnya yang berminat dalam bidang kesehatan / kedokteran Kerja, dan praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Higiene Industri yang berminat.

PIT diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan temu sapa para Dokter Okupasi sekaligus diharapkan mendapatkan perkembangan beberapa hal yang penting dalam dunia Dokter Okupasi. dr. Dyah Purwaning Rahayu, Sp.Ok selaku Ketua Panitia Penyelenggara PIT Perdoki kali ini.

Di tahun partisipasi ke-8 sebagai Gold Sponsorship, selain komitmen Prodia OHI menempatkan para dokter sebagai mitra mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terciptanya keselamatan dan kesehatan manusia maupun lingkungan kerja, Prodia OHI juga berkomitmen untuk memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi termasuk kepada para pekerja kesehatan seperti dokter, perawat dan petugas medis lainnya.

Pemberian pelayanan kesehatan tentunya tidak luput dari peran serta para tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, analis kesehatan, farmasi, psikolog, pekerja sosial, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya, justru kesehatan dan keselamatan para pekerja di pelayanan kesehatan ini sering kurang mendapatkan perhatian yang serius. Sehingga tanpa disadari pada akhirnya dapat timbul penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pengelolaan potensial hazard di lingkungan kerja yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

Di booth Prodia OHI menyediakan assessment gratis Hepatitis B risk for health worker, voucher keringanan biaya vaksinasi senilai 15%,  voucher keringanan biaya Medical Check-Up senilai 15 persen dan penawaran khusus Dental Service di kedua Klinik Okupasi Prodia OHI.

Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.  Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

The 8th Indonesia HR Summit 2016

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

 

Prodia OHI Hadir di Indonesia HR Summit 2016

5-6 Oktober 2016 lalu Prodia Occupational Health Institute (OHI) berpartisipasi dalam even HR terbesar di Indonesia: Indonesia HR Summit 2016.

Indonesia HR Summit adalah pertemuan tahunan antara profesional HR sejak tahun 2009. Tahun ini The 8th Indonesia HR Summit – Conference & Exhibition digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung. HR Summit merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan SKK Migas dan kontraktor KKS. Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi sendiri membuka “The 8th Indonesia Human Resource Summit” bertema: “Creative HR Interventions in New Normal Business Situation“, di Bandung Rabu 5 Oktober 2016  dihadiri sekitar 500 peserta HRD dari berbagai industri seperti: Oil & Gas, Pertambangan, Perbankan dan Keuangan, IT dan Telekomunikasi, Consumer Goods dan banyak sektor lainnya

Tema konferensi tahun ini adalah Intervensi HR Kreatif di “New Normal” situasi bisnis. Dalam situasi “normal baru” pelanggan memiliki lebih banyak pilihan, hal ini akan mendorong perubahan dalam lanskap bisnis atau cara untuk melakukan bisnis. Dengan perspektif “luar dalam” fungsi HR selalu dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang menyebabkan perubahan bisnis dan kemudian menerjemahkannya ke dalam intervensi HR yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir menjadi keynote speaker Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, beliau menyatakan pentingnya perusahaan menjaga dan meningkatkan kompetensi dari SDM yang dimiliki. Di era persaingan saat ini, perusahaan seharusnya menempatkan SDM sebagai aset perusahaan: Aset yang harus dijaga, dikelola, dikembangkan, sehingga memiliki manfaat yang lebih banyak di dalam kinerja perusahaan.

Berbagai tantangan global yang terjadi saat ini menuntut praktisi Human Resources (HR) untuk selalu kreatif untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif. Praktisi HR dituntut proaktif memberikan solusi kreatif terkait manajemen SDM, karena akan membantu bisnis

Ini partisipasi keempat Prodia OHI sebagai exhibitor di HR Summit Indonesia. Tujuan utama Prodia OHI adalah eksposur yang baik kepada masyarakat HR dan kesempatan yang sempurna untuk menunjukkan layanan dan produk Prodia OHI terhadap market dunia usaha. Prodia OHI berkomitmen membantu leader dan praktisi HR memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi. Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.

Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), pada Juni 2012 Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

Promo Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, September 27th, 2016

Pemeriksaan kesehatan karyawan berkala merupakan salah satu investasi kesehatan untuk mewujudkan hidup berkualitas. Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan pekerja, Prodia OHI memberikan benefit diskon 20% & home service bagi anda pemegang Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan dengan hanya cukup memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Benefit ini berlaku untuk semua pemeriksaan laboratorium dan non laboratorium (Pemeriksaan Fisik, Rongen Thorax, dll) tanpa rujukan.

Segera manfaatkan benefit ini di Prodia OHC Cikarang. Berlaku hingga 17 Okt 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi cabang Prodia OHC Cikarang (02129083408) atau kunjungi www.prodiaohi.co.id

Laik Kerja Apakah Itu?

Senin, September 26th, 2016

Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan kerja adalah memastikan bahwa seorang calon pekerja / pekerja cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukannya, dengan kata lain laik kerja untuk pekerjaan tertentu. Untuk tujuan ini, perusahaan bertanggung jawab dalam memahami detil tuntutan / kebutuhan pekerjaan tersebut sehingga dapat menetapkan kriteria kelaikan kerja untuk pekerjaan tertentu. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan dapat menunjuk dokter perusahaan untuk melakukan asesmen kelaikan kerja atau menunjuk penyedia jasa pemeriksaan kesehatan yang berkompeten di bidang okupasi.

Penyedia jasa pemeriksaan kesehatan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang sahih, memberikan rekomendasi awal status kelaikan kerja dan rekomendasi pemeriksaan lanjutan bila diperlukan. Istilah rekomendasi awal merujuk pada kondisi bahwa seringkali penyedia jasa kesehatan tidak mengetahui dengan detail tuntutan/ kebutuhan pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja dari seorang pekerja sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Dasar Pertimbangan Dalam Penentuan Kelaikan Kerja

Prinsip dasar dari penetapan status kelaikan kerja adalah bahwa asesmen yang dilakukan hanya berlaku untuk 1 jenis pekerjaan tertentu atau sekelompok pekerjaan dengan konteks dan kebutuhan kerja yang serupa. Faktor pekerjaan yang mempengaruhi dan dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan kelaikan kerja diantaranya adalah:

  • Tingkat keterampilan, kapasitas fisik, mental, ketajaman sensoris dan ketelitian yang dibutuhkan
  • Potensi dampak negatif pekerjaan atau lingkungan pekerjaan terhadap kesehatan pekerja
  • Potensi dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan bagi pekerja lain dan atau masyarakat
  • Apakah pekerjaan menuntut kesiapan untuk keadaan darurat sehingga membutuhkan tingkat kebugaran yang lebih tinggi

Dikenal ada 2 pendekatan yang harus dilakukan dalam melakukan asesmen kelaikan kerja, yaitu pendekatan klinis dan pendekatan okupasi yaitu kebutuhan / tuntutan pekerjaan / kondisi di tempat kerjanya dengan mempertimbangkan kebutuhan dan risiko pekerjaan serta aspek medikolegal dalam pelaksanaan, pencatatan dan pelaporannya. Pendekatan klinis digunakan untuk menilai status kesehatannya, sedangkan pendekatan okupasi diperlukan untuk menilai apakah seorang pekerja dengan status kesehatan demikian dapat cocok dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Oleh karenanya kedua pendekatan ini harus objektif dan terukur yang ditunjukkan dengan adanya kriteria batas putus (cut-off) sesuai dengan standar-standar yang berlaku atau berbasiskan bukti yang sahih.

Pada dasarnya hasil asesmen kelaikan kerja akan terbagi dalam 4 kategori di bawah ini yaitu:

1. Laik kerja

Pekerja dianggap memenuhi syarat kesehatan untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan, yakni mampu melakukan tanggung jawab pekerjaan mereka tanpa pembatasan apapun.

2. Laik kerja dengan catatan

Secara keseluruhan didapatkan adanya kelainan medis minor dengan tingkat risiko rendah – sedang yang membutuhkan pengelolaan, namun pekerja dapat dianggap cakap dan mampu memenuhi kebutuhan pekerjaannya.

3. Tidak laik kerja untuk sementara waktu

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya kelainan medis yang membutuhkan tindak lanjut segera karena berpotensi membahayakan jiwa, menimbulkan komplikasi berat dan atau kecacatan lanjut, membahayakan pekerja lain atau asset perusahaan, dan diharapkan kondisi ini dapat pulih atau positive progress? dalam kurun waktu 8 minggu

4. Tidak laik kerja

Karena kondisinya, pekerja tidak laik kerja secara permanen untuk satu jenis pekerjaan tertentu, namun masih mungkin dapat bekerja dengan baik untuk jenis pekerjaan lainnya.

One of the most critical aspects of the fitness screening process is ensuring that the medical examiner or health assessor understands the context and critical job requirements that may be required of the individual (See, 2003)

This is not a “one size fits all” approach

dr. Liem Jen Fuk MKK Sp. Ok adalah Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi. Selain beraktivitas sebagai Business Development Manager di Prodia Occupational Health Instite (OHI) International beliau juga mengajar  di Fakultas Kedokteran UKRIDA dan Universitas Indonesia serta aktif di organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi (PERDOKI). Dr. Liem Jen Fuk dapat di kontak di liem.jf@prodiaohi.co.id

foto “Analyzing Paper Work” by pakorn diambil dari FreeDigitalPhotos.net

artikel ini telah dimuat di Majalah Katiga edisi 60/th.VIII/2016

Hari Pelanggan Nasional 2016

Jumat, September 16th, 2016

Press Release

By LailaAidi

 

JAKARTA. Prodia OHI International Meriahkan Parade Hari Pelanggan Nasional 2016.

Tanggal  4 September sudah tak asing bagi banyak perusahaan di Indonesia, terutama yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), yang diperingati setiap tanggal 4 September, dicetuskan oleh Bapak Handi Irawan, seorang pakar marketing Indonesia sekaligus pendiri Frontier Consulting Group. Gerakan Harpelnas sendiri telah dicanangkan sejak tahun 2003 oleh mantan Presiden Republik Indonesia Megawati Soekano Putri.

Merayakan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2016, perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia melakukan aksi simpatik dalam Parade Hari Pelanggan Nasional di area car free day (CFD) Jalan Sudirman – Thamrin, Jakarta (4/9). Tahun ini Harpelnas [Hari Pelanggan Nasional] 2013 mengambil tema “Pelayanan Otentik”. Pewujudnyataan layanan prima terhadap pelanggan diharapkan dapat selalu menjadi esensi dan komitmen dari setiap perusahaan.

Tak terkecuali Prodia OHI International sebagai sister company nya Prodia Utama.  Prodia OHI International ingin ikut menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan sepenuh hati kepada pelanggan. Hal ini karena pelanggan merupakan aset penting bagi sebuah perusahaan. Adanya pelanggan, perusahaan bisa tumbuh. Dan, memiliki pelanggan loyal akan membuat perusahaan memiliki daya saing yang kuat.

Tema Harpelnas 2016 adalah Pelayanan otentik merupakan layanan yang dibentuk oleh “keaslian” dan “kejujuran” yang dimiliki perusahaan. Pelayanan yang lebih mengutamakan kepribadian asli dibanding robot atau mesin. Pelayanan dimana pelanggan dilayani dengan bahasa dan environment yang dimiliki perusahaan. Pelayanan yang semacam inilah yang ternyata semakin sulit diperoleh pelanggan ketika dunia pelayanan sudah digantikan mesin. Meskipun pelayanan via mesin otomatis tidak mungkin dihindarkan, pelayanan langsung secara jujur dan asli sesuai budaya kita yang santun, tetap diperlukan. Pelayanan yang bagus, membuat pelanggan puas sesuai dengan tagline Harpelnas “Senyum pelanggan, senyumku juga”.

Prodia OHI International bersama dengan 41 perusahaan lainnya serta ribuan dengan jumlah peserta sekitar 3,000 orang. Peserta parade menyusuri Jalan Jendral MH Thamrin dengan memakai seragam perusahaan masing-masing dan diiringi dengan berbagai alat musik dan atraksi, seperti marching band, tanjidor, angklung, atraksi maskot perusahaan, dan lain-lain. Beragam kesenian yang ditampilkan menggambarkan semangat perusahaan dalam membangun kepuasan pelanggan selama ini.

Berangkat dari Gedung Arthaloka menuju Bundaran Hotel Indonesia, kemudian kembali lagi ke Gedung Arthaloka. Prodia OHI International yang ikut parade juga membagi-bagikan souvenir kepada publik yang sedang berada di area CFD. Puluhan front line people serta karyawan back office Prodia OHI turun ke jalan memberikan apresiasi kepada konsumen dengan membagikan merchandise dan voucher gratis.

 “Rombongan Prodia seru sekali, kuning-kuning dengan badut organ tubuh dan karakter pewayangan yang cantik. Saya juga dapat voucher gratis. Lumayan,” kata Herman salah satu pengunjung car free day.

Keikutsertaan Prodia OHI International dalam Parade Hari Pelanggan tersebut adalah sebagai simbol serta wujud terima kasih Prodia OHI International kepada konsumen yang sudah memilih Prodia OHI International sebagai partner dalam memberikan pelayanan bidang kesehatan okupasi.

Semoga kami bisa terus memberikan yang terbaik baik dari segi produk maupun layanan, sehingga kami dan konsumen selalu dekat

“Selamat Hari Pelanggan Nasional. Senyum Pelanggan, Kebanggan Kami. Terima kasih telah menjadi MITRA Prodia OHI International”

Tentang PT Prodia OHI International (per 30 Juli 2016)

PT Prodia OHI International (Prodia OHI)  merupakan salah satu provider kesehatan terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis Okupasi Klinis serta menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan dan monitoring lingkungan kerja bagi segmen korporasi, komersial dan konsumer. Pada akhir Juli 2016, Prodia OHI memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 22.000 pelanggan dan 800 lebih perusahaan melalui 110 cabang Prodia Utama.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

PT Prodia OHI International

Marketing

Alamat: Jl. Kramat VI no. 18

Jakarta Pusat 10430

Telepon: (021) 3192 4388

E-mail: marketing@prodiaohi.co.id

Profile CEO Prodia Group

Rabu, September 14th, 2016

Manusia Menjadi Kunci

Oleh Ferry Santoso

Saat berdiri pada 1973 di Solo, Jawa Tengah, Jasa layanan kesehatan laboratorium klinik Prodia hanya dilayani dua karyawan dengan sarana sangat terbatas. Kini industry jasa kesehatan laboratorium tersebut sudah berkembang pesat. Tentu banyak yang dilakukan karena mengembangkan bisnis laboratorium bukan hal mudah.

Artikel dimuat oleh Kompas Senin, 5 September 2016

Salah satu kunci dalam mengembangkan laboratorium klinik adalah sumber daya manusia. Berikut wawancara kompas dengan pendiri dan Chairman Prodia Group. Andi Wijaya (80) di Jakarta, Kamis (25/8).

Bagaimana awal prodia berdiri?

Waktu prodia berdiri, saya tinggal di Solo. Saya alumnus Institute Teknologi Bandung jurusan Farmasi, lulus 1963. Saya ditempatkan di Tawangmangu (Jakteng), bekerja di kebun obat. Waktu di Solo, saya diminta mengajar Kimia Klinik di Universitas Atmajaya. Semua Sarjana Farmasi disuruh mengajar, termasuk saya. Mengajar Kimia Klinik ini mengubah hidup saya yang sebentulnya bukan bidang saya. Selain itu, di suatu Rumah Sakit, saya pernah ngomong dengan salah seorang dokter, hati-hati kalau membutuhkan darah, karena pemeriksaan darah keliru. Dokternya bilang, mengapa kamu tidak bikin laboratorium. Saya bilang, saya tidak punya uang dan tidak mengerti laboratorium klinik. Namun, dokternya menganggap saya ahli karena mengajar Kimia Klinik. Akhirnya, saya dan teman-teman berpikir dan membuka laboratorium klinik. Tahun 1975, kami masing-masing berempat menyetor uang Rp. 45.000 untuk mengontrak ruangan di Pasar Nongko, Solo. Ruangannya kecil.

Berapa lama laboratorium kecil itu dikelola?

Setelah dikelola dua tahun, pada 1975, kami membuka cabang di Jakarta, di garasi Apotek Titi Murni di Salemba. Saat berdiri laboratorium Solo itu, omzet bulan pertama Rp. 37.500 dari enam pasien. Padahal untuk gaji dua orang membutuhkan biaya Rp.50.000. Jadi, tidak cukup. Setelah setahun mulai bagus. Tahun 1975, merambah ke Jakarta.

Sekarang sudah ada berapa cabang?

Setelah 43 tahun, ada 256 cabang di seluruh Indonesia, di seluruh provinsi, kecuali Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Barat. Jumlah pasien pada 2015 encapai 2,3 juta setahun. Omzetnya Rp.1,2 triliun. Karyawan 3.500 orang. Prodia termasuk terbesar keenam di dunia. Saingannya Amerika Serikat, Brasil, Mesir, India, dan Tiongkok.

Mengapa prodia berkembang pesat?

Banyak hal. Dengan perkembangan waktu, kelompok masyarakat kelas menengah bertambah. Konsumen kita banyak masyarakat kelas menengah, kebanyakan golongan muda. Mereka berpenghasilan cukup besar dengan pendidikan tinggi sehingga kesadaran terhadap kesehatan besar. Selain itu, gaya hidup, seperti makanan cepat saji, merokok, kurang sehat, Mereka sadar terhadap penyakit, apalagi membaca berbagai informasi dari internet.

Kami dari universitas. sampai sekarang, saya masih mengajar. Di Prodia, banyak orang disekolahkan. Ada 67 orang bergelar master di bidang biomedik. 35 doktor bidang biomedik. Tahun 2001-2011, saya menjadi Ketua Program Studi Kimia Klinik di Universitas Hasanuddin, Makasar. Saya suruh beberapa orang sekolah di sana. Kami bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Bandung) bikin program studi.

Bagaimana sumber daya manusia disiapkan untuk bekerja di laboratorium?

Ini menjadi kunci. Kami mengambil murid-murid dari sekolah analis medis untuk bekerja di laboratorium. Kedua, saya juga mengajar di Unpad. Jadi, untuk level S-1, S-2, dan S-3, Prodia mempunyai program kerja sama dengan 23 universitas di Indonesia. Kami juga mempunyai laboratorium penelitian dan penunjang penelitian. Sebagian laba kami sisihkan untuk Prodia Education Reseach Institute (PERI). PERI meberikan beasiswa bagi yang mau sekolah lebih tinggi dan membantu orang yang mau meneliti dalam menyelesaikan program S-2 dan S-3. Kami mempunyai perpustakaan dengan jurnal kedokteran sehingga dokter yang mau mencari literatur bisa datang.

Apa tantangan persaingan di ASEAN?

Kami fokus di Indonesia karena peluang masih besar, yaitu 250 juta orang. Masyarakat kelas menengah juga terus meningkat, mencapai 90 juta orang. Persaingan dari luar negeri justru mau masuk ke pasar Indonesia. Namun, tantangan untuk bisa masuk cukup besar. Dua laboratorium dari Australia mau masuk, tapi akhirnya tutup. Malaysia juga mencoba masuk dan membuka laboratorium di medan,, tetapi tidak laku. Jaringan kami sudah luas, pangsa pasar besar, citra bagus. Setiap tahun dapat penghargaan. Kedua, kami mempunyai jaringan dengan universitas. Kami tidak pernah kukurangan sumber daya manusia. Jumlah sarjana S-1 lebih dari 1.000 orang, S-2 lebih dari 200 orang. S-3 sekarang 35 orang. Jumlah mereka akan terus bertambah karena mereka masih sekolah.

Ada rencana ekspansi?

Tetap harus tambah. Di semua provinsi harus ada. Tahun depan, akan di buka di tiga provinsi. Dalam setahun, menurut rencana, menambah lima labooratorium. Kami juga membuat laboratorium khusus untuk anak karena anak memmbutuhkan perlakuan khusus. Jadi, dibentuk seperti tempat bermain, alatnya juga khusus. Tahun depan, ada rencana membuat di lima kota. Saat ini, kami mempunyai laboratorium rujukan terbesar secara nasional.

Mengapa biayanya mahal?

Karena dibutuhkan pereaksi atau reagent. Banyak pereaksi yang harus diimpor. Kami baru melayani 5 persen dari total kebutuhan. Kami juga mengimpor alat. Saya mempunyai cita-cita anak perusahaan Prodia Group yang sekarang mengimpor alat, suatu saat dapat merakit pembuatan alat.

Artikel dimuat oleh Kompas Senin, 5 September 2016

Jantung anda, Hidup Anda

Selasa, Agustus 23rd, 2016

Oleh : dr. Laila Aidi

Waspada!!

Nyeri dada, cepat lelah, sesak nafas disertai jantung berdebar-debar merupakan gejala penyakit jantung

Mengapa Perlu Check-Up?

Seorang wanita berusia 34 tahun sedang berada di kantor saat ia mengeluh nyeri dada dan kehilangan kesadaran tidka lama setelahnya. Ia pun harus dirawat karena serangan jantung. Rekan kerja, atasan dan keluarga terheran heran mengapa usia muda bisa terkena serangan jantung. Akhirnya ia harus menjalani kateterisasi yang membutuhkan biaya besar dan absen dari kantor untuk sementara waktu.

Seorang pria berusia 40 tahun terkena stroke dan kejang setelah pulang dari kantor. Beruntung Ia ditemukan segera dan cepat mendapat pertolongan di Unit Stroke di rumah sakit. Pasien ini kembali pulih namun harus terus menjalani fisioterapi hingga fungsi motoriknya kembali.

llustrasi di atas adalah gambaran bahwa siapa saja bisa terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, tanpa memandang : usia, janis kelamin, apakah sering berolah raga, yang tampaknya disiplin dengan pola hidupnya, yang belia, yang tidak gemuk, yang tidak pernah merasa ada gangguan apapun dalam hidupnya, bahkan terheran-heran rasanya, tidak mungkin, dan sebagainya. Banyak yang harus menerima kenyataan tersebut pada usia yang muda, saat kariernya cemerlang, saat menjadi tulang punggung keluarga, tulang punggung roda usahanya, ternyata harus istirahat panjang di rumah sakit, hilang kesempatan berkarier, dan harus minum obat banyak terus menerus padahal dia sangat sibuk. Bahkan sekarang malah menjadi beban bagi keluarganya.

Faktor risiko

Hal di atas dapat terjadi karena kita tidak menyadari faklor-faklor risiko yang ada pada diri kita, dan akhirnya faktor risiko tersebut menyebabkan timbulnya penyakit. Apa saja faktor risiko yang dikenal? Di antaranya adalah

  • Usia di atas  35 tahun
  • Jenis kelamin
  • Riwayat penyakit hipertensi, diabetes, kolesterol, trigliserida, asam urat
  • Kebiasaan merokok & Alkohol
  • Pola hidup yang kurang baik, sering tidur larut malam/kurang istirahat, stress
  • Kurang olah raga
  • Kegemukan atau obesitas
  • Riwayat keluarga atau genetik
  • Kelainan darah/pembuluh darah

Faktor risiko tersebut ada yang bisa dimodifikas/diperbaiki dan ada yang tidak bisa dimodifikas/diperbaiki. Hal-hal seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik, tentu saja tidak dapat dimodifikasi.

Oleh sebab itu sebaiknya kita waspada dengan antisipasi untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan dini untuk menghindari munculnya penyakit.

Pemeriksaan dini juga bermanfaat untuk mengenali lebih dini hal hal seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, trigliserida, asam urat, pola hidup, dll. Hal hal yang tidak baik terhadap tubuh seperti merokok dan pola kebiasaan merokok & alkohol pola hidup yang kurang baik, sering tidur larut malam/kurang istirahat, stress, kurang olah raga, kegemukan atau obesitas juga sebaiknya dihindari.

Sering kita tidak menyadari faktor tersebut sudah bersemayam di dalam tubuh, karena tidak semua membuat gejala yang tampak. Serangan jantung dan penyakit jantung tidak salalu disertai gejala. Berbeda dengan pilek, batuk yang langsung memberikan gejala, faklor risiko di atas sering tidak memberikan gejala, jadi kita tidak menyadarinya, merasa sehat-sehat saja, tetapi sebenarnya di dalam tubuh sudah banyak faklor risiko yang berkembang.

Medical Check-Up untuk Jantung

Itulah pentingnya kita melakukan pemeriksaan dini atau Medical Check-up, agar dapat mengetahui faktor risiko apa saja yang ada di tubuh kita, agar cepat dapat diketahui dan ditangani. Medical Check-Up juga dapat membantu mengenali lebih dini penyakit yang tidak memberikan gejala, sehingga dapat di intervensi sedini mungkin. Intervensi dini bermanfaat selain mencegh keparahan, juga berbiaya lebih murah, tidak menyebabkan habis waktu yang lama untuk pengobatan.

Dengan melaksanakan Medical Check Up secara berkala, minimal satu tahun sekali, kesehatan kita akan dapat termonitor dengan baik. Dengan kesehatan yang baik, semua kesibukan dan acara penting yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, akan dapat berlangsung dengan sukses.

Jadi, sebaiknya jangan tunda untuk melakukan check-up, sayangi hidup dan karier Anda. Hanya kita yang dapat menjaga diri kita sendiri.

Prodia OHI International

Di Prodia Occupational Health Institute (OHI) International, berbagai jenis pelayanan untuk pemeriksaan kesehatan yang sangat lengkap sesuai kebutuhan perusahaan dan pekerja anda, telah kami siapkan. Klien kami diperiksa oleh Tim medis yang terdiri dari Dokter Ahli di bidang kesehatan kerja (Occupational Health) dan Dokter-Dokter Ahli lain yang ditunjang dengan peralatan- peralatan laboratorium dan diagnostik yang mutakhir.

Untuk mengadakan pelayanan kesehatan karyawan yang lebih mudah, dengan besar biaya yang terjangkau, dan dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan, kami akan memberikan pelayanan yang komprehensif, terintegrasi dan holistik sesuai dengan kebutuhan anda dan perusahaan anda.

Dunia kerja adalah tempat dimana anda menghambiskan hampir sepertiga waktu anda setiap hari. Itulah sebabnya kami mengajak anda semua untuk peduli dan menyayangi jantung anda sebagai sebuah bagian tak terpisahkan. Prodia Occupational health Institute: “For Holistic and Comprehensive Occupational Health Solution” adalah solusi tepat dan kami siap melayani Anda.

Promo Hari Merdeka

Jumat, Agustus 12th, 2016

PROMO Basic Cardiovascular Heart Check-Up Package dari Prodia OHI

Kesehatan yang baik adalah dasar dari gaya hidup bahagia, produktif dan bermanfaat. Gaya hidup modern saat ini disertai dengan Jam kerja yang panjang, kebiasaan makan tidak teratur, pola pengendalian stres yang buruk, ditambah dengan tingginya tingkat polusi menyebabkan masalah kesehatan yang makin meningkat.

Untuk memenuhi tuntutan karir di era yang sangat kompetitif, kebanyakan dari kita cenderung mengabaikan pemeliharaan kesehatan.

Menyambut Dirgahayu kemerdekaan Indonesia, Prodia OHI International memberikan penawaran medical check up jantung bertujuan untuk mencegah penyakit melalui diagnosis dini. Promo Merdeka untuk Jantung Merdeka (Jantung yang Sehat, hidup yang sehat).

Beberapa promo pemeriksaan medis yang dapat diperoleh adalah :

Paket Jantung Merdeka :

  • Darah Lengkap
  • Gula Darah Puasa
  • Cholesterol total
  • Cholesterol LDL Direk
  • Cholesterol HDL
  • Trigliserida
  • Urine Rutin
  • Urea N
  • Kreatinin
  • EKG
  • Pemeriksaan Fisik dan Konsultasi

Pemeriksaan Pelengkap :

  • Treadmil Test
  • Chest X-ray
  • USG

Dental Health Service

Maka itu, tunggu apa lagi? Promo ini berlaku hingga 17 September 2016 Segeralah daftarkan diri serta orang-orang terkasih Anda buat menjalami pemeriksaan ini guna deteksi dini. Hubungi Prodia Occupational Health Center – Clinic and Dental Care Cabang Jakarta dan Cikarang

 

VIRUS ZIKA PADA PEKERJA

Jumat, Maret 4th, 2016

Dr. Nia Widyanti

 

Pendahuluan

Pada tanggal 3 Februari 2016, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menngeluarkan travel advisory dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan tertular penyakit yang bersumber dari virus Zika. Langkah yang dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya virus dari luar negeri dilakukan dengan cara meningkatkan kewaspadaan jalur masuk negara melalui intensitas lalu lintas barang dan manusia lintas negara Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia.  Upaya lainnya adalah dengan meningkatkan pelayanan bidang di fasilitas-fasilitas Kesehatan.

Negara-negara yang mengalami KLB(Kejadian Luar Biasa) virus Zika, yaitu Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname. Sedangkan negara-negara yang memiliki status transmisi aktif, yaitu: Barbados, Bolivia, Curacao, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope, Guatemala, Guyana, Haiti, Meksiko, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Tonga, US Virgin Islands, dan Venezuela.

Pada tanggal 1 Februari 2016, WHO (World Health Organization)  mengumumkan status Public Health Emergency of International Concern mengingat penyebaran virus Zika ini sudah lintas negara.

Hingga saat ini lembaga Eijkman mencatat ada lima kasus Virus Zika di Indonesia, yaitu:

  1. Tahun 1981 dilaporkan ada satu pasien di Rumah Sakit Tegalyoso Klaten;
  2. Tahun 1983 dilaporkan ada enam dari 71 sampel di Lombok NTB;
  3. Tahun 2013 dilaporkan ada seorang turis perempuan dari Australia positif terinfeksi virus Zika setelah sembilan hari tinggal di Jakarta;
  4. Tahun 2015 dilaporkan ada seorang turis dari Australia terinfeksi virus Zika setelah digigit monyet di Bali
  5. Tahun 2015-2016 Lembaga Eijkman melaporkan seorang pasien di Provinsi Jambi positif terinfeksi virus Zika. Isolasi virus pertama kali dilakukan di Indonesia. Pemeriksaan ini diawali dengan tingginya kasus penyakit DBD di Jambi sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap 103 sampel darah pasien DBD pada salah satu rumah sakit swasta di Jambi.

Epidemiologi

Virus Zika pertama kali ditemukan pada tubuh monyet di Hutan Zika, Uganda pada tahun 1947 dan pada tahun 1952 ditemukan pada tubuh manusia. Virus Zika merupakan spesies virus dari familia flaviviridae genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga dikenal sebagai vektor DBD, Chikungunya  dan Yellow Fever menggigit pada pagi dan sore/malam. Nyamuk tersebut hidup di genangan air bersih di wilayah tropis  dan sub tropis.

Penularan

Infeksi virus ini berawal dari seseorang yang  telah terjangkit virus Zika. Kemudian nyamuk menghisap darah dan membawa virus zika. Nyamuk yang sudah membawa virus Zika tersebut menularkan pada orang lainnya dengan cara menggigit orang yang belum terinfeksi virus Zika. Nyamuk merupakan vektorr perantara terbanyak, namun penularan juga dimungkinkan terjadi melalui transfusi darah, dari ibu hamil ke janin, hubungan seksual bahkan melalui cairan tubuh seperti air mani, air liur dan urin.  Masa inkubasi virus Zika sampai saat ini masih belum jelas.

Faktor Risiko dan Komplikasi Virus Zika

Selama wabah besar di Polinesia Perancis dan Brasil dilaporkan adanya potensi komplikasi neurologis dan penyakit auto-imun. Di Brazil baru-baru ini telah mengamati adanya peningkatan sindrom Guillain-Barré yang bertepatan dengan infeksi virus Zika pada masyarakat umum dan juga ditemukan peningkatan bayi yang lahir dengan mikrosefalia dengan kelainan yang tampak adalah penurunan kognisi atau kecerdasan dan kelemahan seluruh otot tubuh. Akibatnya, anggota gerak akan lumpuh, kaku, dan sulit digerakkan. Meskipun hingga saat ini belum didukung oleh penelitian yang akurat. Faktor risiko infeksi virus zika adalah ibu hamil dikarenakan rentan melahirkan janin dengan kondisi mikrosefalia.

Gejala

Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita adalah demam, sakit kepala, ruam pada kulit , konjungtivitis, nyeri otot, nyeri sendi, malaise, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan berlangsung selama 2-7 hari.

Infeksi virus Zika dapat diduga berdasarkan gejala dan riwayat (misalnya tinggal atau perjalanan ke suatu daerah yang terdapat virus Zika).

Diagnosis

Diagnosis virus Zika hanya dapat dipastikan dengan tes laboratorium RNA virus Zika dalam darah atau cairan tubuh lainnya, seperti air seni atau air liur. Virus Zika terdeteksi pada cairan sperma setelah virus tersebut tidak lagi terdeteksi pada darah.

Dalam mendiagnosis adanya penyakit ini, maka penting diketahui riwayat perjalanan pada daerah yang terdapat virus zika, transfusi darah, penularan dari ibu hamil ke janin, hubungan seksual, melalui cairan tubuh seperti air liur dan urin.

Tatalaksana

Penyakit virus Zika biasanya relatif ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Orang yang menderita  virus Zika harus banyak beristirahat, minum cukup cairan, dan mengobati rasa sakit dan demam dengan obat-obatan umum. Jika gejala memburuk, mereka harus mencari perawatan medis.  Sampai saat ini tidak ada vaksin yang tersedia.

Pencegahan
Tempat perkembang biakan nyamuk menimbulkan faktor risiko yang signifikan untuk infeksi virus Zika. Pencegahan dan pengendalian mengandalkan mengurangi nyamuk melalui pengurangan sumber dengan cara  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu:

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular virus Zika.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Sebagai tambahan :

  • Mengenakan pakaian (sebaiknya berwarna terang) yang mencakup sebanyak tubuh bila memungkinkan (baju dengan lengan panjang dan celana atau rok panjang, sepatu boot dan juga kaos kaki)
  • Menggunakan penghalang fisik seperti layar jendela
  • Pintu tertutup dan jendela
  • Tidur di ruangan ber AC
  • Jika diperlukan perlindungan pribadi tambahan, seperti tidur di bawah kelambu di siang hari.
  • Obat anti nyamuk harus mengandung DEET (N, N-dietil-3-methylbenzamide), IR3535 (3- [N-asetil-N-butil] acid -aminopropionic etil ester) atau picaridin (1-piperidinecarboxylic asam, 2- (2-hidroksietil) -1-methylpropyl ester) dengan petunjuk label produk harus diperhatikan. Perhatian khusus dan bantuan harus diberikan kepada mereka yang mungkin tidak dapat melindungi diri mereka sendiri secara memadai, seperti anak-anak, orang sakit atau tua.
  • Disarankan untuk  penyemprotan insektisida pada lingkungan.
  • Pengunjung pada daerah yang terdapat virus Zika sebaiknya memproteksi diri dengan tindakan pencegahan dasar untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Virus Zika pada pekerja

Beberapa kebijakan  perusahaan yang ditujukan kepada pekerja menghindari virus zika adalah :

  • Komunikasi / Edukasi karyawan. Edukasi karyawan tentang risiko dari perjalanan ke daerah yang dilaporkan terjadi penyebaran virus zika, gejala kemungkinan Zika (demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah), cara penularan (nyamuk, transfusi darah, dan kontak seksual), dan tindakan pencegahan yang tepat untuk menghindari infeksi virus tsb.
  • Para karyawan / pekerja yang berkunjung pada daerah yang terdapat virus zika agar dapat memproteksi diri dengan tindakan memakai pakaian tertutup (baju lengan panjang, celana panjang, sepatu boot juga kaos kaki). Usahakan tidur dengan kelambu dan ruangan ber AC, memakai obat anti nyamuk (dapat dioles pada kulit, juga dapat disemprot pada ruangan).
  • Pada ibu hamil sebaiknya menghindari daerah yang telah ditemukan virus zika.
  • Indonesia merupakan daerah tropis yang  banyak ditemukan nyamuk Aedes Aegypty, oleh karena itu lakukan gerakan pencegahan sesuai dengan pedoman umum diatas.
  • Untuk penyemprotan dan penanggulangan penyebaran nyamuk dan jentik dapat berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

 

Sumber :

  1. WHO (2016) . “Zika Virus” WHO (World Health Organization). Di akses melalui situs http://www.who.int/mediacentre/factsheets/zika/en/
  2. Yuningsih,R (2016). “Mewaspadai Ancaman Virus Zika”. Diakses melalui situs http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info%20Singkat-VIII-3-I-P3DI-Februari-2016-82.pdf
  3. Monash University (2016). “ Zika Virus Outbreaks” . Diakses melalui situs https://www.monash.edu/ohs/news-and-health-alerts/health-alert/zika-virus-outbreaks.
  4. Young, N(2016). “Zika Virus: Appropriate Workplace Responses” Diakses melalui situs https://www.employmentmattersblog.com/2016/02/zika-virus-appropriate-workplace-responses/

DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Jumat, Maret 4th, 2016

Oleh : dr. Nia Widyanti

 

Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah suatu penyakit atau keadaan kesehatan yang diakibatkan oleh rutinitas pekerjaan atau lingkungan kerja. PAK dapat ditimbulkan dari berbagai faktor contohnya dari faktor pekerjaan itu sendiri, proses kerja, alat kerja yang dipakai, lingkungan kerja dan juga bahan yang dipakai untuk bekerja.

 

Dalam mendiagnosa PAK harus dilakukan 7 langkah diagnosis yang menjadi pedoman. Langkah langkah tersebut adalah :

Menentukan diagnosis klinis

Dalam mendiagnosis suatu penyakit harus melalui beberapa tahapan yaitu:

  • Anamnesis, yang terdiri dari keluhan utama, riwayat perjalanan penyakit saat ini, riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit dahulu, dan riwayat reproduksi wanita ditanyakan kepada pasien secara lengkap dan mendetail. Suatu anamnesis dapat dilakukan secara autoanamnesis (secara langsung pada pasien) atau pada keluarga, teman kerja dll (alloanamnesis).
  • Pemeriksaan fisik, dilakukan untuk menentukan kelainan suatu sistem atau organ tubuh dengan menggunakan 4 cara yaitu inspeksi (melihat), palpasi (meraba), perkusi (mengetuk) dan auskultasi ( mendengar menggunakan alat stetoskop). Pemeriksaan fisik khusus juga dilakukan  pemeriksaan tanda vital seperti nadi, pernafasan, tekanan darah, suhu tubuh, status gizi dan tingkat kesadaran juga diperiksa secara detail.
  • Pemeriksaan penunjang, juga dilakuakn untuk memperkuat diagnosis yang dihasilkan dari pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan laboratorium (darah, urin, feses dll) spirometri, audiometri, rontgen, USG, EKG dll.

Menentukan Pajanan

Merupakan faktor risiko atau bahaya yang ada di tempat kerja. Bahaya potensial yang dapat menyebabkan PAK dibagi menjadi :

Faktor Fisik

  • Kebisingan (>85db)
  • Suhu panas
  • Suhu dingin
  • Radiasi bukan pengion yang termasuk didalamnya adalah gelombang mikro, infra red, medan listrik , dll
  • Getaran lokal
  • Getaran seluruh tubuh
  • Ketinggian

Faktor Kimia

  • Debu anorganik (contoh debu silika, debu semen, dll)
  • Debu organik seperti kapas, textil, gandum
  • Asap
  • Bahan kimia berbahaya seperti logam berta, pelarut organik, iritan asam/basa, pestisida, uap logam, dan cairan pembersih seperti amonia, klor, kaporit dll.

Faktor Biologi

  • Bakteri / virus/ jamur/ parasit
  • Darah dan cairan tubuh lain
  • Nyamuk / serangga lainnya
  • Limbah / kotoran manusia atau hewan

Faktor Ergonomi

  • Gerakan berulang dengan tangan
  • Angkat / angkut berat
  • Duduk lama > 4 jam terus menerus
  • Berdiri lama > 4 jam terus menerus
  • Posisi tubuh tidak ergonomis
  • Pencahayaan tidak sesuai
  • Bekerja dengan layar/ monitor 4 jam / lebih dalam sehari

Faktor Psikososial

  • Beban kerja yang tidak sesuai dengan waktu dan jumlah pekerjaan
  • Pekerjaan tidak sesuai dengan penegtahuan dan keterampilan
  • Ketidakjelasan tugas
  • Hambatan jenajang karir
  • Bekerja gilir (shift)
  • Konflik dengan teman sekerja
  • Konflik dalam keluarga

Menentukan hubungan antara pajanan dengan penyakit

Menentukan hubungan antara pajanan dengan penyakit dapat dilakukan berdasarkan evidence based  dan ditunjang dengan bukti yang ada.

Menentukan besarnya pajanan

Penentuan besarnya pajanan dapat dilakukan secara kuantitatif dengan melihat data pengukuran lingkungan dan masa kerja atau secara kualitatif dengan mengamati cara kerja pekerja.

Menentukan faktor peranan individu

Peranan individu yang dimaksud adalah faktor yang mempercepat terjadinya penyakit akibat kerja atau juga menurunkan kemungkinan penyakit akibat hubungan kerja yang seperti genetik atau juga kurang tertib dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Menentukan faktor lain diluar pekerjaan

Faktor lain yang dimaksud adakah pajanan selain di tempat kerja, faktor gaya hidup yang dapat menunjang terjadinya penyakit dll.

Menentukan diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

Melalui beberapa tahapan diatas dapat dibuktikan bahwa minimal ada satu faktor pekerjaan yang berperan sebagai penyebab penyakit yang termasuk kategori PAK.

Tanpa 7 langkah diagnosis diatas, Penyakit Akibat Kerja tidak dapat ditegakkan. Sehingga pemeriksaan dari segala aspek lingkungan, penderita dan pajanan dapat saling berhubungan hingga dapat didiagnosis sebagai penyakit akibat kerja (PAK).

 

Sumber :

  1. Soemarko, DS. Pedoman Status Okupasi. Universitas Indonesia.
  2. Johnston, RT. Principles of diagnosing occupational diseases- special considerations to avoid “creating” an entity. Calif Med. 1958 Aug; 89(2): 117–120. Diakses melalui http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1512317/.
  3. Buchari. 2007. Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Terkait Kerja.   Diakses melalui http://library.usu.ac.id/download/ft/07002746.pdf