Apa Yang Dunia Usaha Bisa Lakukan Untuk Membantu Kesejahteraan Mental Pekerja?

Kamis, November 3rd, 2016

By dr. Laila Aidi

 

gambar diambil dari website ccoh.ca

Di awal pekan bulan September, “The Conference Board of Canada” merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa produktivitas yang hilang karena pekerja yang mengalami depresi dan kecemasan menelan biaya ekonomi hampir $ 50 miliar Canada per tahun. Kerugian ini tidak hanya disebabkan jumlah absensi, namun juga abstinensia: pekerja,yang ketika mereka hadir di tempat kerja, tetapi dengan produktivitas yang menurun.

Wakil Presiden lembaga tersebut menyebutkan, laporan ini seharusnya menjadi sebuah wake-up call  bagi para pengusaha, pemilik bisnis dan asuransi untuk perlu bertindak lebih strategis tentang isu kesehatan mental. Saat ini, pemerintah masih menjadi satu-satunya agen yang fokus berurusan dengan masalah kesehatan mental, sementara perhatian tidak biasanya diberikan oleh dunia usaha.

Penyakit mental dan kecemasan memang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pengusaha. Akan tetapi, jika lebih pengusaha akan mengambil waktu untuk benar-benar berpikir tentang bagaimana berINVESTASI terhadap karyawan mereka melalui kesehatan mental maka tentu return of investment (ROI) yang didapat bisa sangat besar.

Mitra untuk Kesehatan Mental (Partner for Mental Health) meluncurkan kampanye “Not My Self” beberapa tahun yang lalu. Sejak diluncurkan, mereka telah memiliki lebih dari 320 perusahaan dan organisasi yang mengambil bagian dalam kampanye ini.

Sementara itu The Mental Health Commission of Canada (MHCC) membuat sebuah program yang disebut ‘The Working Mind” sebuah program edukasi yang dirancang untuk mempromosikan dan menghilangkan stigma terhadap kesejahteraan mental di tempat kerja.

Lembaga dan usaha ini patut dipikirkan hadir di Indonesia dengan tujuan dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan mental pekerja, mendorong produktivitas penuh pekerja, memastikan tempat bekerja adalah sebuah tempat yang aman dengan suasana saling menghargai termasuk terhadap pekerja yang mengalami permasalahan mental, serta mendukung agar pekerja mencari pertolongan untuk mengatasi permasalahn mental dan penyakit mental.

Mari melihat pada kampanye ini atau bahkan mungkin menjadi tuan rumah sebuah acara di kantor anda. Satu pertemuan sederhana mungkin saja bisa mengubah tidak hanya satu kehidupan karyawan, tetapi bisnis anda juga. Rencanakan program promosi kesehatan mental. Lakukan Mental Health Screening dengan provider kesehatan kerja yang Anda percayai. Bicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan mental, Bullying, misalnya.  Jika anda seorang pemilik bisnis, luangkan waktu untuk berpikir tentang karyawan anda dan bagaimana organisasi anda mungkin dapat meningkatkan kesehatan mental mereka.

Jika Anda sudah mengambil langkah-langkah ke arah itu dan memiliki cara yang unik atau inovatif melakukannya, tulislah di komentar di bawah ini.

PROMO ULANG TAHUN PEMERIKSAAN GIGI

Kamis, November 3rd, 2016

PROMOOOOOOOOO..

Memasuki bulan November Klinik Dental Prodia OHC sedang mengadakan promo bagi Anda yang bertepatan berulang tahun pada bulan ini, Nahh.. bagi anda yang berulang tahun di bulan ini langsung datang saja ke klinik dental care kami di Jakarta atau Cikarang dengan menunjukan KTP asli.

Info selengkapnya lihat brosur dibawah ini :

SKRINING KESEHATAN MENTAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, November 3rd, 2016

Menurut anda, apakah pekerjaan hanya merupakan suatu kewajiban semata yang harus dikerjakan dan menjadi beban hidup?

Stress di tempat kerja merupakan interaksi antara pekerja dan kondisi di tempat kerja, dimana terjadi ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan bersepons pekerja sehingga terjadi kegagalan dalam memenuhi tantangan tersebut. Hal ini dapat terjadi apabila tuntutan lingkungan melebihi sumber-sumber pertahanan yang ada pada seseorang.

Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Prodia OHI menghadirkan penawaran menarik :

AYOOO.. Daftarkan perusahaan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental di tempat kerja

Pekerjaan Dapat Menyebabkan Stress

Selasa, November 1st, 2016

Pekerjaan Dapat Menyebabkan Stress

10 Oktober lalu seluruh dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Lalu bagaimana cara untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja bagi para pekerja ?

  1. Stay Organized! Cobalah untuk selalu teratur
  2. Lakukan relaksasi sebelum dan setelah bekerja
  3. Jangan sepelekan kesehatan fisik
  4. Reward! Berikan hadiah pada diri anda bila telah menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik
  5. Kelilingi diri dengan orang-orang positif
  6. Jaga lingkungan kerja selalu nyaman (meja kerja, kursi, pencahayaan yang cukup dll)
  7. Yakini bahwa tidak ada yang sempurna. Anda maupun oran lain pasti pernah melakukan keselahan, dan yakini hari esok akan lebih baik.
  8. Be Nice! Bersikap dan bertutur menyenangkanlah dengan rekan kerja.

Prodia Occupational Health Center (OHI), Sebagai salah satu provider kesehatan terkemuka di Indonesia yang fokus pada Okupasi (Kesehatan Kerja) Klinis, memiliki program Mental Health Screening dan Mental Health Promotion yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga kesehatan mental seperti layaknya kesehatan fisik.

Mental Health Screening dan Mental Health Promotion adalah program identifikasi faktor risiko psikososial & skrining kesehatan mental serta promosi yang bersifat komprehensif dan terintegrasi dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan berkala/tahunan, dikerjakan oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Psikiater) dan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi.

Asesmen faktor resiko psikososial di tempat kerja memiliki dampak yang besar bagin perusahaan dan pekerja diantaranya meningkatkan performa dan produktivitas kerja, mengurangi angka terjadinya kecelakaan kerja, mengurangi angka ketidakhadiran karena sakit dan pada akhirnya akan menurunkan biaya kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi :

Marketing Departement

Prodia OHI

Jln. Kramat VI no. 18 Jakarta 10430

Telp. (021) 3192 4388

Email: marketing@prodiaohi.co.id

Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Selasa, November 1st, 2016

Kesehatan Mental di Tempat Kerja

 

Pada tahun 2016 ini, “Stress di Tempat Kerja: Sebuah Tantangan Bersama”, menjadi tema kampanye Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dunia yang jatuh setiap bulan Oktober. Kampanye ini diharapkan dapat menarik perhatian dan tren global saat ini pada stres yang berhubungan dengan pekerjaan dan dampaknya.

Tak bisa dihindari, banyak pekerja menghadapi tekanan lebih besar untuk memenuhi tuntutan kehidupan kerja modern. risiko psikososial seperti meningkatnya persaingan, harapan yang lebih tinggi pada kinerja dan jam kerja lebih lama berkontribusi menyebabkan stress di lingkungan tempat kerja. Dengan kecepatan kerja ditentukan oleh komunikasi instan dan persaingan global, garis yang memisahkan pekerjaan dari kehidupan menjadi lebih dan lebih sulit untuk diidentifikasi.

Selain itu, pekerja saat ini juga mengalami perubahan organisasi dan restrukturisasi, menyebabkan kurangnya kesempatan kerja, meningkatkan pekerja tidak tetap, sehingga semakin besar ketakutan untuk kehilangan pekerjaan, PHK besar-besaran dan pengangguran dan stabilitas keuangan yang menurun. Hal ini menyebabkan konsekuensi serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan mental mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian global meningkat terhadap dampak risiko psikososial dan stres yang berhubungan dengan pekerjaan di kalangan peneliti, praktisi dan pembuat kebijakan. Pekerjaan yang berhubungan dengan stres sekarang umumnya diakui sebagai isu global yang mempengaruhi semua negara, semua profesi dan semua pekerja baik di negara maju maupun berkembang. Dalam konteks yang kompleks ini, tempat kerja adalah, pada saat yang sama sumber penting dari risiko psikososial sekaligus tempat yang ideal untuk mengkampanyekan pentingnya  melindungi kesehatan dan kesejahteraan pekerja.

 

Prodia Occupational Health Center (OHI), Sebagai salah satu provider kesehatan terkemuka di Indonesia yang fokus pada Okupasi (Kesehatan Kerja) Klinis, memiliki program Mental Health Screening dan Mental Health Promotion yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga kesehatan mental seperti layaknya kesehatan fisik.

Mental Health Screening dan Mental Health Promotion adalah program identifikasi faktor risiko psikososial & skrining kesehatan mental serta promosi yang bersifat komprehensif dan terintegrasi dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan berkala/tahunan, dikerjakan oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Psikiater) dan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi.

Asesmen faktor resiko psikososial di tempat kerja memiliki dampak yang besar bagin perusahaan dan pekerja diantaranya meningkatkan performa dan produktivitas kerja, mengurangi angka terjadinya kecelakaan kerja, mengurangi angka ketidakhadiran karena sakit dan pada akhirnya akan menurunkan biaya kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi :

Marketing Departement

Prodia OHI

Jln. Kramat VI no. 18 Jakarta 10430

Telp. (021) 3192 4388

Email:

marketing@prodiaohi.co.id

Promo ID Card

Jumat, Oktober 28th, 2016

PROMO ID CARD

Tunjukan ID card mu dan dapatkan promo keringanan biaya 10% berlaku untuk karyawan dan keluarga karyawan. Promo ini berlaku sampai 31 Desember 2016 dan hanya di Prodia OHC cabang Jakarta dan Cikarang.

PIT PERDOKI 2016 ke-10

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERDOKI yang ke-10

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) merupakan Organisasi yang menghimpun seluruh dokter spesialis okupasi di Indonesia. PERDOKI telah memprakarsai gerakan “hidup sehat, kerja produktif, bebas dari penyakit akibat kerja” yang tentunya harus diterapkan secara berkesinambungan. Disamping itu, sebagai organisasi profesi juga harus memperkuat organisasi serta membina profesi dan etika anggotanya.

Setiap tahunnya PERDOKI mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) atau Indonesia Occupational Medicine Meeting (IOMU) ke-10 dimana kali ini dilaksanakan pda hari Jumat-Sabtu-Minggu, 14 – 16 Oktober 2016 bertempat di Ballroom Hotel Aston, Palembang. Berupa kegiatan simposium dan workshop dengan mengusung tema utama “Prevention of Occupational Diseases and Accidents Among Health Worker” sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian PERDOKI kepada petugas kesehatan. Diharapkan dengan adanya peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja petugas kesehatan, akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang optimal.

Acara ini sukses dihadiri oleh kurang lebih 300 dokter baik dokter layanan primer di institusi swasta dan pemerintah, dokter Perusahaan, dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dokter spesialis lainnya yang berminat dalam bidang kesehatan / kedokteran Kerja, dan praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Higiene Industri yang berminat.

PIT diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan temu sapa para Dokter Okupasi sekaligus diharapkan mendapatkan perkembangan beberapa hal yang penting dalam dunia Dokter Okupasi. dr. Dyah Purwaning Rahayu, Sp.Ok selaku Ketua Panitia Penyelenggara PIT Perdoki kali ini.

Di tahun partisipasi ke-8 sebagai Gold Sponsorship, selain komitmen Prodia OHI menempatkan para dokter sebagai mitra mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terciptanya keselamatan dan kesehatan manusia maupun lingkungan kerja, Prodia OHI juga berkomitmen untuk memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi termasuk kepada para pekerja kesehatan seperti dokter, perawat dan petugas medis lainnya.

Pemberian pelayanan kesehatan tentunya tidak luput dari peran serta para tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, analis kesehatan, farmasi, psikolog, pekerja sosial, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya, justru kesehatan dan keselamatan para pekerja di pelayanan kesehatan ini sering kurang mendapatkan perhatian yang serius. Sehingga tanpa disadari pada akhirnya dapat timbul penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pengelolaan potensial hazard di lingkungan kerja yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

Di booth Prodia OHI menyediakan assessment gratis Hepatitis B risk for health worker, voucher keringanan biaya vaksinasi senilai 15%,  voucher keringanan biaya Medical Check-Up senilai 15 persen dan penawaran khusus Dental Service di kedua Klinik Okupasi Prodia OHI.

Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.  Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

The 8th Indonesia HR Summit 2016

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

 

Prodia OHI Hadir di Indonesia HR Summit 2016

5-6 Oktober 2016 lalu Prodia Occupational Health Institute (OHI) berpartisipasi dalam even HR terbesar di Indonesia: Indonesia HR Summit 2016.

Indonesia HR Summit adalah pertemuan tahunan antara profesional HR sejak tahun 2009. Tahun ini The 8th Indonesia HR Summit – Conference & Exhibition digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung. HR Summit merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan SKK Migas dan kontraktor KKS. Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi sendiri membuka “The 8th Indonesia Human Resource Summit” bertema: “Creative HR Interventions in New Normal Business Situation“, di Bandung Rabu 5 Oktober 2016  dihadiri sekitar 500 peserta HRD dari berbagai industri seperti: Oil & Gas, Pertambangan, Perbankan dan Keuangan, IT dan Telekomunikasi, Consumer Goods dan banyak sektor lainnya

Tema konferensi tahun ini adalah Intervensi HR Kreatif di “New Normal” situasi bisnis. Dalam situasi “normal baru” pelanggan memiliki lebih banyak pilihan, hal ini akan mendorong perubahan dalam lanskap bisnis atau cara untuk melakukan bisnis. Dengan perspektif “luar dalam” fungsi HR selalu dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang menyebabkan perubahan bisnis dan kemudian menerjemahkannya ke dalam intervensi HR yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir menjadi keynote speaker Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, beliau menyatakan pentingnya perusahaan menjaga dan meningkatkan kompetensi dari SDM yang dimiliki. Di era persaingan saat ini, perusahaan seharusnya menempatkan SDM sebagai aset perusahaan: Aset yang harus dijaga, dikelola, dikembangkan, sehingga memiliki manfaat yang lebih banyak di dalam kinerja perusahaan.

Berbagai tantangan global yang terjadi saat ini menuntut praktisi Human Resources (HR) untuk selalu kreatif untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif. Praktisi HR dituntut proaktif memberikan solusi kreatif terkait manajemen SDM, karena akan membantu bisnis

Ini partisipasi keempat Prodia OHI sebagai exhibitor di HR Summit Indonesia. Tujuan utama Prodia OHI adalah eksposur yang baik kepada masyarakat HR dan kesempatan yang sempurna untuk menunjukkan layanan dan produk Prodia OHI terhadap market dunia usaha. Prodia OHI berkomitmen membantu leader dan praktisi HR memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi. Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.

Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), pada Juni 2012 Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

Promo Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, September 27th, 2016

Pemeriksaan kesehatan karyawan berkala merupakan salah satu investasi kesehatan untuk mewujudkan hidup berkualitas. Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan pekerja, Prodia OHI memberikan benefit diskon 20% & home service bagi anda pemegang Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan dengan hanya cukup memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Benefit ini berlaku untuk semua pemeriksaan laboratorium dan non laboratorium (Pemeriksaan Fisik, Rongen Thorax, dll) tanpa rujukan.

Segera manfaatkan benefit ini di Prodia OHC Cikarang. Berlaku hingga 17 Okt 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi cabang Prodia OHC Cikarang (02129083408) atau kunjungi www.prodiaohi.co.id

Laik Kerja Apakah Itu?

Senin, September 26th, 2016

Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan kerja adalah memastikan bahwa seorang calon pekerja / pekerja cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukannya, dengan kata lain laik kerja untuk pekerjaan tertentu. Untuk tujuan ini, perusahaan bertanggung jawab dalam memahami detil tuntutan / kebutuhan pekerjaan tersebut sehingga dapat menetapkan kriteria kelaikan kerja untuk pekerjaan tertentu. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan dapat menunjuk dokter perusahaan untuk melakukan asesmen kelaikan kerja atau menunjuk penyedia jasa pemeriksaan kesehatan yang berkompeten di bidang okupasi.

Penyedia jasa pemeriksaan kesehatan bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang sahih, memberikan rekomendasi awal status kelaikan kerja dan rekomendasi pemeriksaan lanjutan bila diperlukan. Istilah rekomendasi awal merujuk pada kondisi bahwa seringkali penyedia jasa kesehatan tidak mengetahui dengan detail tuntutan/ kebutuhan pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja dari seorang pekerja sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Dasar Pertimbangan Dalam Penentuan Kelaikan Kerja

Prinsip dasar dari penetapan status kelaikan kerja adalah bahwa asesmen yang dilakukan hanya berlaku untuk 1 jenis pekerjaan tertentu atau sekelompok pekerjaan dengan konteks dan kebutuhan kerja yang serupa. Faktor pekerjaan yang mempengaruhi dan dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan kelaikan kerja diantaranya adalah:

  • Tingkat keterampilan, kapasitas fisik, mental, ketajaman sensoris dan ketelitian yang dibutuhkan
  • Potensi dampak negatif pekerjaan atau lingkungan pekerjaan terhadap kesehatan pekerja
  • Potensi dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan bagi pekerja lain dan atau masyarakat
  • Apakah pekerjaan menuntut kesiapan untuk keadaan darurat sehingga membutuhkan tingkat kebugaran yang lebih tinggi

Dikenal ada 2 pendekatan yang harus dilakukan dalam melakukan asesmen kelaikan kerja, yaitu pendekatan klinis dan pendekatan okupasi yaitu kebutuhan / tuntutan pekerjaan / kondisi di tempat kerjanya dengan mempertimbangkan kebutuhan dan risiko pekerjaan serta aspek medikolegal dalam pelaksanaan, pencatatan dan pelaporannya. Pendekatan klinis digunakan untuk menilai status kesehatannya, sedangkan pendekatan okupasi diperlukan untuk menilai apakah seorang pekerja dengan status kesehatan demikian dapat cocok dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Oleh karenanya kedua pendekatan ini harus objektif dan terukur yang ditunjukkan dengan adanya kriteria batas putus (cut-off) sesuai dengan standar-standar yang berlaku atau berbasiskan bukti yang sahih.

Pada dasarnya hasil asesmen kelaikan kerja akan terbagi dalam 4 kategori di bawah ini yaitu:

1. Laik kerja

Pekerja dianggap memenuhi syarat kesehatan untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan, yakni mampu melakukan tanggung jawab pekerjaan mereka tanpa pembatasan apapun.

2. Laik kerja dengan catatan

Secara keseluruhan didapatkan adanya kelainan medis minor dengan tingkat risiko rendah – sedang yang membutuhkan pengelolaan, namun pekerja dapat dianggap cakap dan mampu memenuhi kebutuhan pekerjaannya.

3. Tidak laik kerja untuk sementara waktu

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya kelainan medis yang membutuhkan tindak lanjut segera karena berpotensi membahayakan jiwa, menimbulkan komplikasi berat dan atau kecacatan lanjut, membahayakan pekerja lain atau asset perusahaan, dan diharapkan kondisi ini dapat pulih atau positive progress? dalam kurun waktu 8 minggu

4. Tidak laik kerja

Karena kondisinya, pekerja tidak laik kerja secara permanen untuk satu jenis pekerjaan tertentu, namun masih mungkin dapat bekerja dengan baik untuk jenis pekerjaan lainnya.

One of the most critical aspects of the fitness screening process is ensuring that the medical examiner or health assessor understands the context and critical job requirements that may be required of the individual (See, 2003)

This is not a “one size fits all” approach

dr. Liem Jen Fuk MKK Sp. Ok adalah Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi. Selain beraktivitas sebagai Business Development Manager di Prodia Occupational Health Instite (OHI) International beliau juga mengajar  di Fakultas Kedokteran UKRIDA dan Universitas Indonesia serta aktif di organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi (PERDOKI). Dr. Liem Jen Fuk dapat di kontak di liem.jf@prodiaohi.co.id

foto “Analyzing Paper Work” by pakorn diambil dari FreeDigitalPhotos.net

artikel ini telah dimuat di Majalah Katiga edisi 60/th.VIII/2016