DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Jumat, Maret 4th, 2016

Oleh : dr. Nia Widyanti

 

Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah suatu penyakit atau keadaan kesehatan yang diakibatkan oleh rutinitas pekerjaan atau lingkungan kerja. PAK dapat ditimbulkan dari berbagai faktor contohnya dari faktor pekerjaan itu sendiri, proses kerja, alat kerja yang dipakai, lingkungan kerja dan juga bahan yang dipakai untuk bekerja.

 

Dalam mendiagnosa PAK harus dilakukan 7 langkah diagnosis yang menjadi pedoman. Langkah langkah tersebut adalah :

Menentukan diagnosis klinis

Dalam mendiagnosis suatu penyakit harus melalui beberapa tahapan yaitu:

  • Anamnesis, yang terdiri dari keluhan utama, riwayat perjalanan penyakit saat ini, riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit dahulu, dan riwayat reproduksi wanita ditanyakan kepada pasien secara lengkap dan mendetail. Suatu anamnesis dapat dilakukan secara autoanamnesis (secara langsung pada pasien) atau pada keluarga, teman kerja dll (alloanamnesis).
  • Pemeriksaan fisik, dilakukan untuk menentukan kelainan suatu sistem atau organ tubuh dengan menggunakan 4 cara yaitu inspeksi (melihat), palpasi (meraba), perkusi (mengetuk) dan auskultasi ( mendengar menggunakan alat stetoskop). Pemeriksaan fisik khusus juga dilakukan  pemeriksaan tanda vital seperti nadi, pernafasan, tekanan darah, suhu tubuh, status gizi dan tingkat kesadaran juga diperiksa secara detail.
  • Pemeriksaan penunjang, juga dilakuakn untuk memperkuat diagnosis yang dihasilkan dari pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan laboratorium (darah, urin, feses dll) spirometri, audiometri, rontgen, USG, EKG dll.

Menentukan Pajanan

Merupakan faktor risiko atau bahaya yang ada di tempat kerja. Bahaya potensial yang dapat menyebabkan PAK dibagi menjadi :

Faktor Fisik

  • Kebisingan (>85db)
  • Suhu panas
  • Suhu dingin
  • Radiasi bukan pengion yang termasuk didalamnya adalah gelombang mikro, infra red, medan listrik , dll
  • Getaran lokal
  • Getaran seluruh tubuh
  • Ketinggian

Faktor Kimia

  • Debu anorganik (contoh debu silika, debu semen, dll)
  • Debu organik seperti kapas, textil, gandum
  • Asap
  • Bahan kimia berbahaya seperti logam berta, pelarut organik, iritan asam/basa, pestisida, uap logam, dan cairan pembersih seperti amonia, klor, kaporit dll.

Faktor Biologi

  • Bakteri / virus/ jamur/ parasit
  • Darah dan cairan tubuh lain
  • Nyamuk / serangga lainnya
  • Limbah / kotoran manusia atau hewan

Faktor Ergonomi

  • Gerakan berulang dengan tangan
  • Angkat / angkut berat
  • Duduk lama > 4 jam terus menerus
  • Berdiri lama > 4 jam terus menerus
  • Posisi tubuh tidak ergonomis
  • Pencahayaan tidak sesuai
  • Bekerja dengan layar/ monitor 4 jam / lebih dalam sehari

Faktor Psikososial

  • Beban kerja yang tidak sesuai dengan waktu dan jumlah pekerjaan
  • Pekerjaan tidak sesuai dengan penegtahuan dan keterampilan
  • Ketidakjelasan tugas
  • Hambatan jenajang karir
  • Bekerja gilir (shift)
  • Konflik dengan teman sekerja
  • Konflik dalam keluarga

Menentukan hubungan antara pajanan dengan penyakit

Menentukan hubungan antara pajanan dengan penyakit dapat dilakukan berdasarkan evidence based  dan ditunjang dengan bukti yang ada.

Menentukan besarnya pajanan

Penentuan besarnya pajanan dapat dilakukan secara kuantitatif dengan melihat data pengukuran lingkungan dan masa kerja atau secara kualitatif dengan mengamati cara kerja pekerja.

Menentukan faktor peranan individu

Peranan individu yang dimaksud adalah faktor yang mempercepat terjadinya penyakit akibat kerja atau juga menurunkan kemungkinan penyakit akibat hubungan kerja yang seperti genetik atau juga kurang tertib dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Menentukan faktor lain diluar pekerjaan

Faktor lain yang dimaksud adakah pajanan selain di tempat kerja, faktor gaya hidup yang dapat menunjang terjadinya penyakit dll.

Menentukan diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

Melalui beberapa tahapan diatas dapat dibuktikan bahwa minimal ada satu faktor pekerjaan yang berperan sebagai penyebab penyakit yang termasuk kategori PAK.

Tanpa 7 langkah diagnosis diatas, Penyakit Akibat Kerja tidak dapat ditegakkan. Sehingga pemeriksaan dari segala aspek lingkungan, penderita dan pajanan dapat saling berhubungan hingga dapat didiagnosis sebagai penyakit akibat kerja (PAK).

 

Sumber :

  1. Soemarko, DS. Pedoman Status Okupasi. Universitas Indonesia.
  2. Johnston, RT. Principles of diagnosing occupational diseases- special considerations to avoid “creating” an entity. Calif Med. 1958 Aug; 89(2): 117–120. Diakses melalui http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1512317/.
  3. Buchari. 2007. Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Terkait Kerja.   Diakses melalui http://library.usu.ac.id/download/ft/07002746.pdf

Trackback from your site.