9th Prodia OHI

Rabu, Juni 21st, 2017

21 Juni 2008 adalah awal mula berdirinya PT. Prodia OHI International, hingga sampai saat ini tidak terasa usia PT. Prodia OHI International telah menginjak 9 tahun. Masih eksisnya Prodia OHI sampai saat ini menunjukan bukti loyalitas dan kepedulian kami kepada pelanggan untuk selalu memberikan layanan yang holistic dan terpercaya.

PIT PERDOKI 2016 ke-10

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERDOKI yang ke-10

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) merupakan Organisasi yang menghimpun seluruh dokter spesialis okupasi di Indonesia. PERDOKI telah memprakarsai gerakan “hidup sehat, kerja produktif, bebas dari penyakit akibat kerja” yang tentunya harus diterapkan secara berkesinambungan. Disamping itu, sebagai organisasi profesi juga harus memperkuat organisasi serta membina profesi dan etika anggotanya.

Setiap tahunnya PERDOKI mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) atau Indonesia Occupational Medicine Meeting (IOMU) ke-10 dimana kali ini dilaksanakan pda hari Jumat-Sabtu-Minggu, 14 – 16 Oktober 2016 bertempat di Ballroom Hotel Aston, Palembang. Berupa kegiatan simposium dan workshop dengan mengusung tema utama “Prevention of Occupational Diseases and Accidents Among Health Worker” sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian PERDOKI kepada petugas kesehatan. Diharapkan dengan adanya peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja petugas kesehatan, akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang optimal.

Acara ini sukses dihadiri oleh kurang lebih 300 dokter baik dokter layanan primer di institusi swasta dan pemerintah, dokter Perusahaan, dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dokter spesialis lainnya yang berminat dalam bidang kesehatan / kedokteran Kerja, dan praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Higiene Industri yang berminat.

PIT diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan temu sapa para Dokter Okupasi sekaligus diharapkan mendapatkan perkembangan beberapa hal yang penting dalam dunia Dokter Okupasi. dr. Dyah Purwaning Rahayu, Sp.Ok selaku Ketua Panitia Penyelenggara PIT Perdoki kali ini.

Di tahun partisipasi ke-8 sebagai Gold Sponsorship, selain komitmen Prodia OHI menempatkan para dokter sebagai mitra mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terciptanya keselamatan dan kesehatan manusia maupun lingkungan kerja, Prodia OHI juga berkomitmen untuk memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi termasuk kepada para pekerja kesehatan seperti dokter, perawat dan petugas medis lainnya.

Pemberian pelayanan kesehatan tentunya tidak luput dari peran serta para tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, analis kesehatan, farmasi, psikolog, pekerja sosial, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya, justru kesehatan dan keselamatan para pekerja di pelayanan kesehatan ini sering kurang mendapatkan perhatian yang serius. Sehingga tanpa disadari pada akhirnya dapat timbul penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pengelolaan potensial hazard di lingkungan kerja yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

Di booth Prodia OHI menyediakan assessment gratis Hepatitis B risk for health worker, voucher keringanan biaya vaksinasi senilai 15%,  voucher keringanan biaya Medical Check-Up senilai 15 persen dan penawaran khusus Dental Service di kedua Klinik Okupasi Prodia OHI.

Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.  Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

The 8th Indonesia HR Summit 2016

Jumat, Oktober 28th, 2016

Press Released

By dr. Laila Aidi

 

Prodia OHI Hadir di Indonesia HR Summit 2016

5-6 Oktober 2016 lalu Prodia Occupational Health Institute (OHI) berpartisipasi dalam even HR terbesar di Indonesia: Indonesia HR Summit 2016.

Indonesia HR Summit adalah pertemuan tahunan antara profesional HR sejak tahun 2009. Tahun ini The 8th Indonesia HR Summit – Conference & Exhibition digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung. HR Summit merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan SKK Migas dan kontraktor KKS. Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi sendiri membuka “The 8th Indonesia Human Resource Summit” bertema: “Creative HR Interventions in New Normal Business Situation“, di Bandung Rabu 5 Oktober 2016  dihadiri sekitar 500 peserta HRD dari berbagai industri seperti: Oil & Gas, Pertambangan, Perbankan dan Keuangan, IT dan Telekomunikasi, Consumer Goods dan banyak sektor lainnya

Tema konferensi tahun ini adalah Intervensi HR Kreatif di “New Normal” situasi bisnis. Dalam situasi “normal baru” pelanggan memiliki lebih banyak pilihan, hal ini akan mendorong perubahan dalam lanskap bisnis atau cara untuk melakukan bisnis. Dengan perspektif “luar dalam” fungsi HR selalu dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang menyebabkan perubahan bisnis dan kemudian menerjemahkannya ke dalam intervensi HR yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir menjadi keynote speaker Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, beliau menyatakan pentingnya perusahaan menjaga dan meningkatkan kompetensi dari SDM yang dimiliki. Di era persaingan saat ini, perusahaan seharusnya menempatkan SDM sebagai aset perusahaan: Aset yang harus dijaga, dikelola, dikembangkan, sehingga memiliki manfaat yang lebih banyak di dalam kinerja perusahaan.

Berbagai tantangan global yang terjadi saat ini menuntut praktisi Human Resources (HR) untuk selalu kreatif untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif. Praktisi HR dituntut proaktif memberikan solusi kreatif terkait manajemen SDM, karena akan membantu bisnis

Ini partisipasi keempat Prodia OHI sebagai exhibitor di HR Summit Indonesia. Tujuan utama Prodia OHI adalah eksposur yang baik kepada masyarakat HR dan kesempatan yang sempurna untuk menunjukkan layanan dan produk Prodia OHI terhadap market dunia usaha. Prodia OHI berkomitmen membantu leader dan praktisi HR memberikan layanan total solution dan comprehensive di bidang pelayanan kesehatan kerja dan kedokteran okupasi. Dengan memperhatikan aspek kesehatan kerja, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Prodia OHI dilakukan dengan berprinsip pada keilmuan di bidang kedokteran okupasi, didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta peralatan pemeriksaan dan laboratorium yang berkualitas.

Layanan yang diberikan oleh Prodia OHI juga didukung oleh sarana dan prasarana serta jaringan Laboratorium Klinik Prodia yang saat ini ada lebih dari 110 cabang di Indonesia dan telah terbukti sebagai laboratorium terbesar di Indonesia dengan kualitas hasil pemeriksaan yang terbaik dan terpercaya.

Selain klinik kedokteran okupasi, Prodia OHC (Occupational Health Center), pada Juni 2012 Prodia OHI juga mendirikan laboratorium lingkungan dan kedokteran okupasi, yaitu Laboratorium Toksikologi Industri yang melengkapi dan menjadikan Prodia OHI sebagai suatu perusahaan jasa kesehatan kerja dengan layanan yang lengkap dan bersifat ‘customized’’ serta ‘total solution’  bagi para pelanggannya.

Hari Pelanggan Nasional 2016

Jumat, September 16th, 2016

Press Release

By LailaAidi

 

JAKARTA. Prodia OHI International Meriahkan Parade Hari Pelanggan Nasional 2016.

Tanggal  4 September sudah tak asing bagi banyak perusahaan di Indonesia, terutama yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), yang diperingati setiap tanggal 4 September, dicetuskan oleh Bapak Handi Irawan, seorang pakar marketing Indonesia sekaligus pendiri Frontier Consulting Group. Gerakan Harpelnas sendiri telah dicanangkan sejak tahun 2003 oleh mantan Presiden Republik Indonesia Megawati Soekano Putri.

Merayakan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2016, perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia melakukan aksi simpatik dalam Parade Hari Pelanggan Nasional di area car free day (CFD) Jalan Sudirman – Thamrin, Jakarta (4/9). Tahun ini Harpelnas [Hari Pelanggan Nasional] 2013 mengambil tema “Pelayanan Otentik”. Pewujudnyataan layanan prima terhadap pelanggan diharapkan dapat selalu menjadi esensi dan komitmen dari setiap perusahaan.

Tak terkecuali Prodia OHI International sebagai sister company nya Prodia Utama.  Prodia OHI International ingin ikut menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan sepenuh hati kepada pelanggan. Hal ini karena pelanggan merupakan aset penting bagi sebuah perusahaan. Adanya pelanggan, perusahaan bisa tumbuh. Dan, memiliki pelanggan loyal akan membuat perusahaan memiliki daya saing yang kuat.

Tema Harpelnas 2016 adalah Pelayanan otentik merupakan layanan yang dibentuk oleh “keaslian” dan “kejujuran” yang dimiliki perusahaan. Pelayanan yang lebih mengutamakan kepribadian asli dibanding robot atau mesin. Pelayanan dimana pelanggan dilayani dengan bahasa dan environment yang dimiliki perusahaan. Pelayanan yang semacam inilah yang ternyata semakin sulit diperoleh pelanggan ketika dunia pelayanan sudah digantikan mesin. Meskipun pelayanan via mesin otomatis tidak mungkin dihindarkan, pelayanan langsung secara jujur dan asli sesuai budaya kita yang santun, tetap diperlukan. Pelayanan yang bagus, membuat pelanggan puas sesuai dengan tagline Harpelnas “Senyum pelanggan, senyumku juga”.

Prodia OHI International bersama dengan 41 perusahaan lainnya serta ribuan dengan jumlah peserta sekitar 3,000 orang. Peserta parade menyusuri Jalan Jendral MH Thamrin dengan memakai seragam perusahaan masing-masing dan diiringi dengan berbagai alat musik dan atraksi, seperti marching band, tanjidor, angklung, atraksi maskot perusahaan, dan lain-lain. Beragam kesenian yang ditampilkan menggambarkan semangat perusahaan dalam membangun kepuasan pelanggan selama ini.

Berangkat dari Gedung Arthaloka menuju Bundaran Hotel Indonesia, kemudian kembali lagi ke Gedung Arthaloka. Prodia OHI International yang ikut parade juga membagi-bagikan souvenir kepada publik yang sedang berada di area CFD. Puluhan front line people serta karyawan back office Prodia OHI turun ke jalan memberikan apresiasi kepada konsumen dengan membagikan merchandise dan voucher gratis.

 “Rombongan Prodia seru sekali, kuning-kuning dengan badut organ tubuh dan karakter pewayangan yang cantik. Saya juga dapat voucher gratis. Lumayan,” kata Herman salah satu pengunjung car free day.

Keikutsertaan Prodia OHI International dalam Parade Hari Pelanggan tersebut adalah sebagai simbol serta wujud terima kasih Prodia OHI International kepada konsumen yang sudah memilih Prodia OHI International sebagai partner dalam memberikan pelayanan bidang kesehatan okupasi.

Semoga kami bisa terus memberikan yang terbaik baik dari segi produk maupun layanan, sehingga kami dan konsumen selalu dekat

“Selamat Hari Pelanggan Nasional. Senyum Pelanggan, Kebanggan Kami. Terima kasih telah menjadi MITRA Prodia OHI International”

Tentang PT Prodia OHI International (per 30 Juli 2016)

PT Prodia OHI International (Prodia OHI)  merupakan salah satu provider kesehatan terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis Okupasi Klinis serta menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan dan monitoring lingkungan kerja bagi segmen korporasi, komersial dan konsumer. Pada akhir Juli 2016, Prodia OHI memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 22.000 pelanggan dan 800 lebih perusahaan melalui 110 cabang Prodia Utama.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

PT Prodia OHI International

Marketing

Alamat: Jl. Kramat VI no. 18

Jakarta Pusat 10430

Telepon: (021) 3192 4388

E-mail: marketing@prodiaohi.co.id

Profile CEO Prodia Group

Rabu, September 14th, 2016

Manusia Menjadi Kunci

Oleh Ferry Santoso

Saat berdiri pada 1973 di Solo, Jawa Tengah, Jasa layanan kesehatan laboratorium klinik Prodia hanya dilayani dua karyawan dengan sarana sangat terbatas. Kini industry jasa kesehatan laboratorium tersebut sudah berkembang pesat. Tentu banyak yang dilakukan karena mengembangkan bisnis laboratorium bukan hal mudah.

Artikel dimuat oleh Kompas Senin, 5 September 2016

Salah satu kunci dalam mengembangkan laboratorium klinik adalah sumber daya manusia. Berikut wawancara kompas dengan pendiri dan Chairman Prodia Group. Andi Wijaya (80) di Jakarta, Kamis (25/8).

Bagaimana awal prodia berdiri?

Waktu prodia berdiri, saya tinggal di Solo. Saya alumnus Institute Teknologi Bandung jurusan Farmasi, lulus 1963. Saya ditempatkan di Tawangmangu (Jakteng), bekerja di kebun obat. Waktu di Solo, saya diminta mengajar Kimia Klinik di Universitas Atmajaya. Semua Sarjana Farmasi disuruh mengajar, termasuk saya. Mengajar Kimia Klinik ini mengubah hidup saya yang sebentulnya bukan bidang saya. Selain itu, di suatu Rumah Sakit, saya pernah ngomong dengan salah seorang dokter, hati-hati kalau membutuhkan darah, karena pemeriksaan darah keliru. Dokternya bilang, mengapa kamu tidak bikin laboratorium. Saya bilang, saya tidak punya uang dan tidak mengerti laboratorium klinik. Namun, dokternya menganggap saya ahli karena mengajar Kimia Klinik. Akhirnya, saya dan teman-teman berpikir dan membuka laboratorium klinik. Tahun 1975, kami masing-masing berempat menyetor uang Rp. 45.000 untuk mengontrak ruangan di Pasar Nongko, Solo. Ruangannya kecil.

Berapa lama laboratorium kecil itu dikelola?

Setelah dikelola dua tahun, pada 1975, kami membuka cabang di Jakarta, di garasi Apotek Titi Murni di Salemba. Saat berdiri laboratorium Solo itu, omzet bulan pertama Rp. 37.500 dari enam pasien. Padahal untuk gaji dua orang membutuhkan biaya Rp.50.000. Jadi, tidak cukup. Setelah setahun mulai bagus. Tahun 1975, merambah ke Jakarta.

Sekarang sudah ada berapa cabang?

Setelah 43 tahun, ada 256 cabang di seluruh Indonesia, di seluruh provinsi, kecuali Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Barat. Jumlah pasien pada 2015 encapai 2,3 juta setahun. Omzetnya Rp.1,2 triliun. Karyawan 3.500 orang. Prodia termasuk terbesar keenam di dunia. Saingannya Amerika Serikat, Brasil, Mesir, India, dan Tiongkok.

Mengapa prodia berkembang pesat?

Banyak hal. Dengan perkembangan waktu, kelompok masyarakat kelas menengah bertambah. Konsumen kita banyak masyarakat kelas menengah, kebanyakan golongan muda. Mereka berpenghasilan cukup besar dengan pendidikan tinggi sehingga kesadaran terhadap kesehatan besar. Selain itu, gaya hidup, seperti makanan cepat saji, merokok, kurang sehat, Mereka sadar terhadap penyakit, apalagi membaca berbagai informasi dari internet.

Kami dari universitas. sampai sekarang, saya masih mengajar. Di Prodia, banyak orang disekolahkan. Ada 67 orang bergelar master di bidang biomedik. 35 doktor bidang biomedik. Tahun 2001-2011, saya menjadi Ketua Program Studi Kimia Klinik di Universitas Hasanuddin, Makasar. Saya suruh beberapa orang sekolah di sana. Kami bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Bandung) bikin program studi.

Bagaimana sumber daya manusia disiapkan untuk bekerja di laboratorium?

Ini menjadi kunci. Kami mengambil murid-murid dari sekolah analis medis untuk bekerja di laboratorium. Kedua, saya juga mengajar di Unpad. Jadi, untuk level S-1, S-2, dan S-3, Prodia mempunyai program kerja sama dengan 23 universitas di Indonesia. Kami juga mempunyai laboratorium penelitian dan penunjang penelitian. Sebagian laba kami sisihkan untuk Prodia Education Reseach Institute (PERI). PERI meberikan beasiswa bagi yang mau sekolah lebih tinggi dan membantu orang yang mau meneliti dalam menyelesaikan program S-2 dan S-3. Kami mempunyai perpustakaan dengan jurnal kedokteran sehingga dokter yang mau mencari literatur bisa datang.

Apa tantangan persaingan di ASEAN?

Kami fokus di Indonesia karena peluang masih besar, yaitu 250 juta orang. Masyarakat kelas menengah juga terus meningkat, mencapai 90 juta orang. Persaingan dari luar negeri justru mau masuk ke pasar Indonesia. Namun, tantangan untuk bisa masuk cukup besar. Dua laboratorium dari Australia mau masuk, tapi akhirnya tutup. Malaysia juga mencoba masuk dan membuka laboratorium di medan,, tetapi tidak laku. Jaringan kami sudah luas, pangsa pasar besar, citra bagus. Setiap tahun dapat penghargaan. Kedua, kami mempunyai jaringan dengan universitas. Kami tidak pernah kukurangan sumber daya manusia. Jumlah sarjana S-1 lebih dari 1.000 orang, S-2 lebih dari 200 orang. S-3 sekarang 35 orang. Jumlah mereka akan terus bertambah karena mereka masih sekolah.

Ada rencana ekspansi?

Tetap harus tambah. Di semua provinsi harus ada. Tahun depan, akan di buka di tiga provinsi. Dalam setahun, menurut rencana, menambah lima labooratorium. Kami juga membuat laboratorium khusus untuk anak karena anak memmbutuhkan perlakuan khusus. Jadi, dibentuk seperti tempat bermain, alatnya juga khusus. Tahun depan, ada rencana membuat di lima kota. Saat ini, kami mempunyai laboratorium rujukan terbesar secara nasional.

Mengapa biayanya mahal?

Karena dibutuhkan pereaksi atau reagent. Banyak pereaksi yang harus diimpor. Kami baru melayani 5 persen dari total kebutuhan. Kami juga mengimpor alat. Saya mempunyai cita-cita anak perusahaan Prodia Group yang sekarang mengimpor alat, suatu saat dapat merakit pembuatan alat.

Artikel dimuat oleh Kompas Senin, 5 September 2016

Soft Opening Klinik Prodia OHC Cikarang

Selasa, Juli 22nd, 2014

so cikarang edit

Sebagai penyedia layanan kesehatan kerja, dan sesuai visi dan misinya, Prodia OHI telah membangun klinik okupasi dan juga laboratorium okupasi. Klinik Prodia OHC Pada tanggal 5 Maret 2014 lalu, diselenggarakan acara Soft Opening Prodia Occupational Health Center (Prodia OHC)  Clinic & Dental Care Cikarang. Klinik Prodia OHC Cikarang ini merupakan Klinik Prodia OHC kedua yang didirikan setelah sebelumnya, Prodia OHC Jakarta (terletak di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan). Hadirnya Prodia OHC Cikarang di kawasan industri Cikarang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kerja yang total dan komprehensif.

Layanan yang diberikan Prodia OHC Cikarang sama dengan layanan yang disediakan oleh Prodia OHC Jakarta, yaitu: