Carpal Tunnel Syndrome (Sindroma Terowongan Karpal)

Jumat, Juni 12th, 2015

Oleh:

dr. Jonathan Manuel , MKK

Kadang-kadang kita merasakan nyeri pada pergelangan tangan atau tangan bila digerakkan, kebas, kesemutan pada jari-jari kita. Hal ini disebabkan salah satunya oleh terjepitnya saraf di daerah pergelangan tangan. Di pergelangan tangan kita terdapat suatu terowongan kecil yang didalamnya dilalui oleh saraf medianus, saraf ini mempersarafi ujung ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh sisi luar jari manis.

Keluhan ini dapat dialami oleh siapapun tidak memandang jenis kelamin dan pekerjaan, namun lebih banyak dialami oleh kaum perempuan, khususnya perempuan hamil karena secara anatomis terowongan tersebut lebih sempit pada perempuan, dan akan lebih sempit lagi pada perempuan hamil.

Sekarang ini dengan banyaknya jenis pekerjaan yang kita lakukan dengan menggunakan tangan (genggaman), banyaknya penggunaan motor, seringnya kita mengangkut belanjaan dalam kantung plastik misalnya dan banyak hal lainnya, menambah banyak faktor resiko kita terkena kelainan ini. Kita perlu menghindari posisi tangan yang aneh dan tidak ergonomis ini dalam waktu yang lama untuk menghindari terjadinya kelainan ini.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi pada waktu saraf medianus, tertekan atau tergencet di pergelangan tangan kita. Terowongan karpal merupakan suatu terowongan yang dibentuk oleh ligamen dan tulang serta otot. Kadangkala, penebalan atau pembengkakan dari otot di daerah itu menyebabkan terowongan mengecil dan akhirnya menjepit saraf medianus. Hasilnya adalah nyeri, rasa lemas, atau kebas di tangan dan pergelangan tangan yang menjalar ke lengan. CTS merupakan kelainan saraf terjepit yang umum terjadi.

Gejalanya biasanya mulai perlahan-lahan, yaitu sesekali terasa seperti panas, kesemutan, atau kebas pada telapak tangan dan jari-jari tangan, khususnya pada jempol, telunjuk, dan jari tengah. Gejala ini seringkali timbul pada satu atau dua tangan pada malam hari, karena banyak orang tidur dengan pergelangan tangan yang terlipat (fleksi). Saat gejala memburuk, kita akan merasa kesemutan pada siang hari. Terjadi juga penurunan kekuatan menggenggam atau melakukan tugas-tugas kita pada umumnya.

Penyebab

CTS disebabkan oleh kombinasi faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan pada saraf medianus dan otot-otot pada terowongan karpal, jadi bukan karena masalah pada saraf itu sendiri. Kebanyakan kelainan disebabkan karena bawaan, yaitu terowongan karpal pada penderita tersebut memang berukuran lebih kecil dari orang lainnya. Pada beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui.

Ada beberapa faktor resiko yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit ini, yaitu:

(1) Wanita yang sedang hamil atau sudah menopause;

(2) Penderita kencing manis atau penyakit rematik;

(3) Orang yang banyak menggunakan tangan dan jari-jari untuk bekerja secara terus-menerus dalam waktu yang lama, sebagai contoh banyak menulis, menyulam, menjahit dengan tangan, meremas dan memilin, dan sering menggunakan palu.

(4) Trauma seperti dislokasi, fraktur atau hematom pada lengan bawah, pergelangan tengan dan tangan, sprain pergelangan tangan.

(5) Tumor atau kista pada terowongan tersebut.

Beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan CTS

Job tasks and occupations associated with carpal tunnel syndrome

Job Tasks Occupations
Grasping and tugging fabric, pulling cloth Production sewer, tailor, garment worker/stitcher
Milking cows Farmer
Handling objects on conveyor belts Assembly-line worker
Pushing down ratchet, using screwdriver Mechanic
Hand weeding Gardener
Using spray gun Painter
Keyboarding / mouse use Office workers
Knitting Homemaker
Scrubbing Janitor
Playing stringed instruments with bow Musician
Using laser scanner at checkout Cashier
Keypunching, typing Clerical worker
Cutting, de-boning Butcher/poultry-processing worker
Assembling small parts Electronic industry worker
Turning keys Locksmith
Wearing poorly fitting gloves which apply external pressure Agricultural worker, mechanic, factory worker
Pressing tool into palm Painter, carpenter, stablehand
Pounding safety lever or stamping machine Receipt processor

Using air-powered hand tools

Assembly worker

Bagaimana mendiagnosa CTS?

Gejala awal CTS sering kali berupa rasa kesemutan atau baal yang timbul dan semakin nyata secara bertahap di daerah pergelangan tangan, telapak tangan, serta ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh sisi luar jari manis. Perlu dicermati bahwa rasa kesemutan atau baal pada CTS tidak pernah mengenai jari kelingking. Jika jari kelingking juga terasa kesemutan atau baal, maka keadaan tersebut bukan disebabkan oleh CTS. Perlu diperiksa leher, lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan tangan pasien, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain. Penting juga diselidiki apakah timbulnya kelainan berhubungan dengan aktivitas sehari-hari penderita.

Dokter dapat menggunakan tes-tes spesifik untuk memeriksa CTS, seperti tes Tinel, dimana pemeriksa akan memukul pergelangan tangan dengan jari-jarinya dengan lembut untuk memeriksa timbulnya kelainan. Ada juga tes Phalen yang dilakukan selama 1 menit untuk memeriksa timbulnya kelainan.

                                                                               Tinnel test                                                         Phallen test

Kadang-kadang bisa dibutuhkan penggunaan alat seperti EMG (elektromiografi), sampai MRI untuk mendiagnosa CTS ini. Kita juga perlu memeriksa apakah ada penyakit metabolik seperti Diabetes Mellitus, atau arthritis.

Bagaimana mengobati CTS?

CTS perlu ditangani sesegera mungkin.  Bila penderita mempunyai penyakit DM atau arthritis, maka penyakit ini perlu ditangani lebih dulu. Pengobatan awal memerlukan istirahat dari tangan yang sakit setidaknya 2 minggu. Kita perlu menghindari aktivitas yang dapat memperburuk gejala ini, dan melakukan imobilisasi dengan membalut atau splinting pergelangan tangan yang terkena untuk mencegah tertekuknya atau terputarnya pergelangan tangan.

Obat-obatan dapat meringankan nyeri dan pembengkakan. Dokter akan meresepkan obat-obat penghilang nyeri dan pereda bengkak. Obat bisa diminum atau disuntikan langsung ke pergelangan tangan. Vitamin B6 juga dapat meringankan gejala CTS.

Olahraga baik stretching dan penguatan otot dapat membantu bagi penderita yang gejala sakitnya sudah reda. Olahraga ini perlu disupervisi oleh terapis fisik. Akupuntur juga dapat membantu meringankan gejala sakit.

Pembedahan

CTS merupakan salah satu penyebab operasi yang umum dilakukan di Amerika Serikat. Hal ini direkomendasikan bila gejala dalam 6 bulan terakhir dirasakan terus menerus. Bedah dilakukan dengan anestesi lokal dan bisa langsung pulang. Pembedahan pada CTS bertujuan untuk membelah (membuka) selaput (Ligamentum Karpal Anterior) yang menjadi “atap” terowongan karpal, sehingga rongga tersebut menjadi lebih longgar dan penekanan terhadap saraf medianus dihilangkan. Operasi pada CTS merupakan operasi kecil dengan sayatan sekitar 2 cm, dilakukan di daerah pergelangan tangan dengan pembiusan lokal, membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dan penderita tidak perlu menginap di rumah sakit. Saat ini telah dikembangkan teknik operasi secara endoscopic dimana memungkinkan mobilisasi penderita secara dini dengan jaringan parut atau bekas luka tindakan yang minimal. Adapun kekurangan tindakan ini adalah sering menimbulkan cedera pada saraf dikarenakan terbatasnya lapangan operasi.

Bagaimana mencegah CTS?

Di tempat kerja, para pekerja sebaiknya melakukan stretching terlebih dahulu sebelum bekerja, ambil waktu istirahat singkat lebih sering, gunakan splint pada pergelangan tangan, dan menjaga postur dan posisi pergelangan tangan yang baik. Gunakan sarung tangan untuk menjaga tangan tetap hangat dan lentur. Tempat kerja, alat-alat kerja, dan tugas dapat didesain untuk memungkinkan pergelangan tangan pekerja tetap dalam posisi alami selama bekerja. Pekerjaan juga dapat dirotasi pada semua pekerja.

Trackback from your site.