Apa Yang Dunia Usaha Bisa Lakukan Untuk Membantu Kesejahteraan Mental Pekerja?

Kamis, November 3rd, 2016

By dr. Laila Aidi

 

gambar diambil dari website ccoh.ca

Di awal pekan bulan September, “The Conference Board of Canada” merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa produktivitas yang hilang karena pekerja yang mengalami depresi dan kecemasan menelan biaya ekonomi hampir $ 50 miliar Canada per tahun. Kerugian ini tidak hanya disebabkan jumlah absensi, namun juga abstinensia: pekerja,yang ketika mereka hadir di tempat kerja, tetapi dengan produktivitas yang menurun.

Wakil Presiden lembaga tersebut menyebutkan, laporan ini seharusnya menjadi sebuah wake-up call  bagi para pengusaha, pemilik bisnis dan asuransi untuk perlu bertindak lebih strategis tentang isu kesehatan mental. Saat ini, pemerintah masih menjadi satu-satunya agen yang fokus berurusan dengan masalah kesehatan mental, sementara perhatian tidak biasanya diberikan oleh dunia usaha.

Penyakit mental dan kecemasan memang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pengusaha. Akan tetapi, jika lebih pengusaha akan mengambil waktu untuk benar-benar berpikir tentang bagaimana berINVESTASI terhadap karyawan mereka melalui kesehatan mental maka tentu return of investment (ROI) yang didapat bisa sangat besar.

Mitra untuk Kesehatan Mental (Partner for Mental Health) meluncurkan kampanye “Not My Self” beberapa tahun yang lalu. Sejak diluncurkan, mereka telah memiliki lebih dari 320 perusahaan dan organisasi yang mengambil bagian dalam kampanye ini.

Sementara itu The Mental Health Commission of Canada (MHCC) membuat sebuah program yang disebut ‘The Working Mind” sebuah program edukasi yang dirancang untuk mempromosikan dan menghilangkan stigma terhadap kesejahteraan mental di tempat kerja.

Lembaga dan usaha ini patut dipikirkan hadir di Indonesia dengan tujuan dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan mental pekerja, mendorong produktivitas penuh pekerja, memastikan tempat bekerja adalah sebuah tempat yang aman dengan suasana saling menghargai termasuk terhadap pekerja yang mengalami permasalahan mental, serta mendukung agar pekerja mencari pertolongan untuk mengatasi permasalahn mental dan penyakit mental.

Mari melihat pada kampanye ini atau bahkan mungkin menjadi tuan rumah sebuah acara di kantor anda. Satu pertemuan sederhana mungkin saja bisa mengubah tidak hanya satu kehidupan karyawan, tetapi bisnis anda juga. Rencanakan program promosi kesehatan mental. Lakukan Mental Health Screening dengan provider kesehatan kerja yang Anda percayai. Bicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan mental, Bullying, misalnya.  Jika anda seorang pemilik bisnis, luangkan waktu untuk berpikir tentang karyawan anda dan bagaimana organisasi anda mungkin dapat meningkatkan kesehatan mental mereka.

Jika Anda sudah mengambil langkah-langkah ke arah itu dan memiliki cara yang unik atau inovatif melakukannya, tulislah di komentar di bawah ini.

Trackback from your site.